CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

“Coba-coba” Pecat Empat Karyawan, PT Wahanakarsa Swandiri: Sumpah, Namanya double, Kami Akan Panggil Kembali

Surat Pemberhentian

Corpsnews | Rohil — Diduga PT Wahanakarsa Swandiri lakukan pemecatan terhadap 4 tenaga kerjanya secara sepihak, sementara Karyawan tersebut tidak pernah merasa menanda tangani kontrak.

Ke- 4 karyawan yang dipecat bernama Najamuddin, dengan nomor : PWKT/WKSPDCR/2266/III/2021. Novendra PWKT/WKSPDCR/2264/III/2021. dan Saherman, PWKT/WKSPDCR/2265/III/2021. Serta Afrizal dengan PWKT/WKSPDCR/2337/III/2021.

Mengaku tiba tiba menerima surat penyelesaian perjanjian kerja waktu tertentu ( pwkt ) yang menyatakan akan berakhir pada tanggal 5 Mei 2021.yang dikeluarkan pada Tanggal 4 Mei 2021.selanjutnya Alat Pelindung Diri ( APD ) agar dikembalikan ke bagian material di Yard Ujung Tanjung disimpang Benar Kelurahan Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.

Hal ini disampaikan oleh ke 4 nya saat menjumpai awak media di simpang benar Kelurahan Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Kamis 6 Mei 2021 Siang.

“Mana pernah kami menanda tangani perjanjian kerja waktu tertentu itu” ujar Novendra dkk.

Ditambahkannya tiba- tiba kerjanya berakhir, oleh sebab itu mereka merasa keberatan” mengaku tidak bersedia menerima surat pemecatannya dengan tidak menanda tangani surat yang dikirim oleh perusahaan tersebut, dan meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah tempat tinggalnya ini untuk meninjau ulang atas pemecatan tersebut.

“Tiba tiba kami di kirim surat pemberhentian dan meminta untuk ditanda tangani, kami tidak bersedia menekannya, kami menganggap bahwasanya kami tetap diprioritaskan karena kami tenaga kerja tempatan ditempat perusahaan ini bekerja,

“masa kami di berhentikan sedangkan mereka terus bekerja di sini, ternaga kerja dari luar daerahlah yang seharusnya di berhentikan” sindirnya, yang dianggukkan oleh 3 lain nya.

Atas kejadian itu mereka menyerahkan kepada kantor hukum ZTR Rohil & Asscociates yang beralamat di jalan Lintas sumatera Cempedak Rahuk.

“Kami serahkan masalahnya ke pak Zulkifli SH sebagai kuasa hukum kami” kata Novendra dkk.

Sementara ditempat terpisah, penerima kuasa hukum ke 4 nya Zulkifli SH mempertanyakan Surat PWKT, yang telah dibuat oleh PT wahanakarsa Swandiri tanpa diketahui agar ditanda tangani oleh kliennya.

Oleh sebab itu ia menduga adanya perbuatan tindak pidana pemalsuan tanda tangan kliennya.” Saya akan melaporkan Kasus ini Ke Disnasker (Dinas kesehatan Tenaga Kerja) Kabupaten Rokan Hilir.

Harapan Zulkifli SH selaku kuasa hukum dari ke 4 Tenaga kerja yang diberhentikan secara sepihak mengharapkan kepada pimpinan perusahaan tersebut untuk dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya.

Mana surat PWKT nya? Apakah sudah di tanda tangani , bisa ada dugaan pemalsuan itu”ini ujar Zulkifli SH.

Terpisah lainnya, mantan ketua LPM Kelurahan Cempedak Rahuk Azimar yang dikonfirmasi menyatakan ia pernah komunikasi lisan dengan Humas perusahaan tersebut berada di segmen 7 ini akan tetap mempekerjakan tenaga kerja lokal.

“Tapi Nyatanya kok di berhentikan pula ? Bela Azimar.

Awak media kemudian melakukan komunikasi ke kantor Wahanakarsa Swandiri yang berada di Gang Surga, Simpang Benar Kelurahan Cempedak Rahuk, disitu awak media menjumpai salah seorang yang dijelaskan bernama Ridwan, Saat dijumpai oleh awak media Ridwan menghindar kalau dirinya humas diperusahaan tersebut.

“Dengan pak Dasyarman pak, tidak dengan saya, saya tidak orang yang tepat, saya orang lapangan, pak.” Ujarnya berusaha menghindar.

Saat awak media terus melakukan konfirmasi kemudian Ridwan mengakui bahwa ini ranahnya, yang terjadi adalah salah pengetikan karena adanya nama ganda.

Sumpah, ada nama ganda, namanya double, ini tadi baru saya panggil bagian pengetikan” katanya lagi.

Namun Ia juga mengatakan tidak setuju untuk diberitakan karena ia menganggap bahwa ke 4 Tenaga Kerja Lokal tersebut belum diberhentikan.

Kami belum memberhentikan mereka pak, saya akan panggil kembali, tapi bukan karena bapak, karena mereka adalah karyawan kami” pungkasnya.

( Milan/Tim )