CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Penggelapan Dana Desa Untuk Bidang Kesehatan, Pendamping dan Pemerintah Kampung Munu Diduga Kuat Manipulasi Data

BAGIKAN :
IMG 20210326 180321
Kampung Munu

Corpsnews, Agats – Pendamping dan Pemerintah Kampung Munu, Distrik Unirsirau, Kab. Asmat diduga kuat melakukan konspirasi dalam memanipulasi data untuk menggelapkan sejumlah Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk bidang Kesehatan senilai Rp. 35.000.000,- pada Tahun Anggaran 2020.


Hal ini diketahui berdasarkan laporan Keuangan yang terlampir dalam Peraturan Kampung Munu Nomor 05 tahun 2020 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Tahun Anggaran 2020 yang sempat difoto oleh petugas medis Pustu Munu pada tgl 18 Maret 2021 yang lalu, dimana secara detail menjelaskan bahwa anggaran Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk Belanja Barang Konsumsi (Makan/minum PMT Ibu Hamil dan Balita) adalah senilai (Rp.50.000.000,-).


Tentang ini, (ES) salah seorang petugas medis pada Pustu Kampung Munu, kepada awak media, Jumat (26/03/2021) ketika dimintai keterangan, mengatakan bahwa selama tahun anggaran 2020 pihaknya tidak mendapat anggaran Dana Desa 1% pun dari Pemerintah Kampung Munu. Sehingga sepanjang tahun 2020 yang lalu, Pustu Munu sama sekali tidak melakukan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu Hamil dan Balita dikarenakan ketiadaan anggaran tersebut.

Loading...


Sementara itu, lanjutnya, Dana tersebut baru diserahkan kepada pihaknya oleh Pemerintah Kampung Munu dalam hal ini Kepala Kampung Munu, (AB) dan Bendahara Kampung Munu, (YN). Keduanya datang menyerahkan langsung kepada pihak medis di Pustu Munu pada tgl 18 Maret 2021 yang lalu. Namun demikian, Dana yang diterima oleh Pustu Munu hanya senilai Rp. 15.000.000,-. Sedangkan sisanya, tidak diketahui keberadaannya.


“Biasanya setiap tahun kami dari Pustu Munu mendapat anggaran Dana Desa sebesar (Rp.25.000.000,-) untuk satu kali pencairan. Sehingga dalam satu tahun terjadi dua kali pencairan, maka seharusnya kami mendapat (Rp.50.000.000,-) untuk tahun kemarin,” papar ES.

Loading...
IMG 20210327 WA0004


Lebih lanjut tenaga medis lulusan salah satu Perguruan Tinggi di Kota Solo itu, mengatakan bahwa sempat terjadi adu argumentasi antara pihaknya dengan Pemerintah Kampung Munu waktu itu. Namun, hal tersebut dibantah oleh Kepala Kampung Munu, AB yang mengatakan bahwa dari sekian Dana yang dialokasikan untuk bidang Kesehatan, sebagian ditarik ke Bantuan Langsung Tunai (BLT).


“Anggaran pembangunan 1 unit rumah hilang. Pembangunan 1 unit jembatan juga hilang. Untuk kesehatan juga ditarik ke BLT sehingga sisanya hanya 15 juta. Tapi sebenarnya 25 juta. Itu semua diatur oleh Pendamping Kampung,” papar AB dalam rekaman suara yang sempat direkam oleh petugas medis waktu itu.


Atas pemaparan waktu itu, Pihak Pustu Munu merasa tidak puas dan sempat marah.
Mereka meminta pertanggungjawaban yang jelas dengan menunjukkan bukti laporan keuangan Desa Tahun 2020.

Loading...


Selain itu, berdasarkan hasil print out rekening koran yang diperoleh dari Pemerintah Kampung Munu, diduga kuat terjadi penggelapan dana, dimana pada rekening koran tersebut telah terjadi penarikan (pencairan) Dana Desa Tahap III sejak bulan Desember 2020 dan baru diserahkan pada tgl 18 Maret 2021 yang lalu dengan jumlah Dana hanya sebesar Rp. 15.000.000, dari total Rp. 50.000.000, untuk Tahun Anggaran 2020.

IMG 20210326 180321

Atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa ini, petugas Kesehatan Pustu Munu meminta agar pemerintah Daerah Kabupaten Asmat melalui Inspektorat Kabupaten Asmat segera melakukan pemeriksaan terhadap Pendamping dan pemerintah Kampung Munu. ***(Jef)

Terbitkan Pada: 27 Maret 2021 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat