CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Hampir 1 Bulan Tidak Turun Hujan, Masyarakat Kota Agats Kesulitan Air Minum

BAGIKAN :

CORPSNEWS, AGATS – Masyarakat di sekitaran Kota Agats, Kabupaten Asmat Papua, belakangan ini sibuk mencari air bersih untuk dikonsumsi.

Hal tersebut dikarenakan kesediaan air di masing-masing rumah telah habis. Seperti yang diketahui bersama bahwa Asmat adalah sebuah kabupaten yang secara geografis terletak di bagian Selatan Papua dengan topografi wilayah dikelilingi rawa-rawa.

Pada umumnya, bangunan yang dibangun di tempat ini adalah rumah panggung dengan ketinggian rata-rata 3-4 meter di atas permukaan tanah. Satu-satunya sumber air yang dikonsumsi di Asmat ini adalah air tadahan hujan. Sehingga menurut masyarakat setempat, hujan adalah berkat bagi mereka.

Loading...

Agustinus salah seorang warga Kabupaten Asmat yang berdomisili di Kota Agats ketika ditemui media di lokasi penampungan air hujan di Kampung Syuru, Rabu (24/03/2021) petang saat hendak mengambil air minum, mengatakan bahwa keadaan ketiadaan air ini sudah semenjak dua Minggu terakhir dimana tidak ada lagi hujan di Agats.

IMG 20210324 WA0044

Sehingga kesediaan air di rumahnya tidak memungkinkannya bersama keluarga kecilnya bertahan dalam waktu yang lama.

Loading...


“Di rumah hanya 2 blong air dan itu sudah habis terpakai. Sebab sudah 3 Minggu lebih tidak ada hujan. Semalam sempat hujan, tapi hanya sesaat. Sehingga mau tidak mau harus ke sini ambil air”, tutur Agus.

BACA JUGA:

Pemda Asmat Resmi Membuka Proyek Pembangunan Lapangan Yos Sudarso Agats


Namun demikian, pria asal Ende, NTT ini mengaku sangat bersyukur karena pemerintah sudah menyediakan sarana penampungan air dengan kapasitas tampung yang cukup besar sehingga bisa menjadi sandaran hidup masyarakat di kota Agats ditengah ketiadaan air seperti ini.


Lanjutnya, selain tempat penampungan air hujan yang berada di Kampung Syuru ini, ada juga sumber air bor yang tersebar di beberapa titik. Akan tetapi menurutnya, air bor tersebut tidak biasa dikonsumsinya karena aromanya masih sangat terasa dengan bau lumpur.

Loading...

BACA JUGA:

Ini Pesan Dirjen Bimas Katolik Kepada 10 Keluarga Katolik di Asmat Papua


Kemudian ia menambahkan, masyarakat yang berbondong-bondong datang ke penampungan air di Syuru ini juga mereka yang datang dari Kampung Mbait, ujung kota Agats, sehingga ia berharap kedepannya Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat dapat membangun sebuah tempat penampungan air di area Kampung Mbait dan Cemenes untuk memudahkan semua masyarakat di wilayah tersebut bisa mengakses air bersih.


“Yang datang ambil air di sini juga mereka yang tinggal di Kampung Mbait, dengan jarak tempuh lumayan jauh. Sehingga kita berharap kedepannya pemerintah bisa membangun lagi satu tempat seperti ini di Kampung Baru”, harap Agus yang adalah guru honorer yang mengabdi disalah satu SMP di Kota Agats ini.


Untuk diketahui, sampai berita ini diturunkan, aktivitas masyarakat di sekitar tempat penampungan air Syuru ini masih terus berlangsung hingga malam pukul 19.00 WIT dengan masing-masing kebutuhan; mandi, mencuci dan sebagainya.***(Jefry)

Terbitkan Pada: 24 Maret 2021 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat