CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

RP 109.581.000.-Dana Desa Untuk Irigasi Tetes Nunusunu ‘MUBASIR’

BAGIKAN :
IMG 20210322 162222
Tumpukan Pipa

Corpsnews, TTS – Sekian lama terpendam dari perhatian publik sejak tahun anggaran 2019 dianggap hal yang biasa saja oleh kepala desa, pendamping desa,TPK,BPD juga pemerintah kabupaten dalam hal ini dinas BPMPD.

Bukan baru pertama terjadi selalu saja SPJ akhir tahun lolos administrasi lemah bukti fisik di desa

Sadrak Olla kepala desa Nunusunu kecamatan kualin kabupaten TTS yang ditemui awak media bersama ketua TPK danial Neonleni hari/tanggal senin 22-03-2021 dirumah pribadi kades karena lama ditunggu dikantor desa hingga jam 10 wita pun belum datang ke kantor desa malah menunjukan respon tidak bersahabat

BACA JUGA:

Silang Pendapat Mantan Plt Dan Kades Tuapakas Dalam Pusaran ADD Rp 217 000 000

Ketika ditanya apakah konfirmasi ini boleh di rumah pribadi kades atau di kantor desa saja pak kades langsung berjalan membelakangi awak media dan berkata

Loading...

“saya tidak akan pernah menjelaskan besaran pagu dana setiap item pekerjaan fisik kepada siapapun kecuali ke Bupati dan jangan tanya saya lagi.” kata kades Sadrak sambil meninggalkan awak media dan ketua TPK.

Kepada awak media Danial Neonleni menjelaskan

“benar saya yang ketua TPK (tim Pelaksana kegiatan) TA 2019 dan keadaannya seperti ini” kata Danial .

BACA JUGA:

Fantastis!! Rp 50 Juta Per Unit Rumah Berdaun Pintu Seng Licin

Sebagaimana terpantau dilokasi kegiatan irigasi tetes ini yang menggunakan Dana Desa Tahun anggaran 2019 lalu tidak ada bukti fisik apapun kecuali tumpukan pipa dan selang disebuah ruang kosong milik Demus Seo warga dekat lokasi itu

Thomas Ton warga RT/RW 03/02 desa Nunusunu yang ditemui senin 22 -03-2021 menjelaskan

“saya waktu itu bersama warga lain ikut pembersihan lahan tapi kami tidak dibayar akhirnya kami berhenti karena dari pihak desa menjanjikan kami dibayar tapi buktinya tidak padahal kata TPK ada uang Rp 4 .000.000.-“

Sementara seorang sumber dari warga Nunusunu yang meminta merahasiakan namanya menjelaskan

“ini dari Dana Desa (DD) TA 2019 dengan pagu dana Rp 109.581.000.- dan semua sudah terpakai bahkan kami sudah ada Bimtek dari bulan desember dari pihak Balitbangda kabupaten TTS yang datang pak Jhis Baokh” urainya

Amon kase warga lainya sangat menyesalkan kejangkalan ini

“ini program kerja tidak jelas habiskan saja Dana Desa tapi sonde(tidak) tahu mau ambil air dari mana karena jaringan air yang sekarang kami pakai pun milik desa kualin dan juga jaringan yang masuk ini pun kami swadaya sendiri tidak pakai dana Desa”

Apris Seo anggota Kaur desa Nunusunu yang ditemui dilokasi senin 25-03-2021 menjelaskan

“kami sebagai pemerintah harus turun tangan karena rakyat tidak mau terlibat”

Ketika ditanya lebih lanjut Apris menjelaskan bahwa semua alat telah di beli tidak ada yang tersisa.dikorek lebih jauh tentang belanja alat Apris menjelaskan

“iya betul alat Cultifator itu benar belum ada dan bibit kemarin saya sudah ambil untuk di semaikan”

Ditanya lebih jauh tentan adanya bocoran dari sumber informasi awak media yang menjelaska besaran anggaran belanja bibi sebesar Rp 3 juta Apris tidak menjawab

Demas E Koen seorang warga RT/RW 03/02 menjelaskan

“saya diajak ikut kerja pasang tangki fiber,instalasi pipa 45 batang,pembersihan,persiapan lahan pun tidak dibayar juga tidak tahu nanti pake air darimana akhirnya saya pilih tidak kerja lagi”urainya

Dari respon yang tidak santun oleh kepala desa pihak media menduga ada ketidakberesan dalam item pekerjaan ini yang bersumber dari Dana Desa Nunusunu Tahun anggaran 2019 sama seperti tanggapan warga desa Nunusunu lainnya

Seorang warga lainnya sebut saja Olla menjelaskan

“kami bingung juga heran kerja tidak jelas tapi lolos terus pertanggungjawaban,ini pemerintahan yang aneh” kesalnya

Terbitkan Pada: 22 Maret 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat