CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

NTT Dan Kemiskinan

BAGIKAN :
IMG 20210224 WA0031 1
Novenalis Emandus Tes

OPINI POLITIK : NTT Dan KEMISKINAN

Oleh : Novenalis Emandus Tes

 

Sambil menghadap kearah sinar matahari pagi yang menghangatkan, saya duduk membaca menikmati berita pagi dari majalah harian CNBN Indonesia yang diterbitkan pada tanggal 16 Februari 2021. Ketika membalik halaman demi halaman saya menemukan sebuah judul artikel yang menarik untuk ditelusuri isi dari artikel itu.Judul artikel itu demikian : URUTAN SEPULUH BESAR PROVINSI TERMISKIN DI INDONESIA. Kalimat demi kalimat saya telusuri dengan saksama agar tidak gagal paham dengan isi berita itu. Hati merasah piluh dan tersontak ketika sampai pada halaman inilah urutan 10 provinsi termiskin di Indonesia dan provinsi NTT Keluar sebagai juara tiga provinsi termiskin di Indonesia.

Loading...

Tempo.com Kupang,badan pusat statistik(BPS)Provinsi Nusa Tenggara Timur melansir jumlah kemiskinan penduduk di provinsi Nusa Tenggara Timur hingga maret 2016 mencapai 1,149 juta orang atau 22,19 persen.Sementara itu CNBC Indonesia melansir 10 provinsi termiskin di Indonesia dari hasil presentasi, Provinsi Nusa Tenggara menduduki peringkat terbaik dalam presentasi kemiskinan yakni menduduki peringkat ke 3. Meski pun demikian tingkat kemiskinan di daerah pedesaan dan pedalaman lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan.Kemiskinan di wilayah pedesaan di september 2020 tercatat sebanyak 13,20 % sedangkan di wilayah perkotaan tercatat sebanyak 7,88 dari total penduduk miskin di Indonesia.Dari Presentasi angka kemiskinan di Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap bertahan dan menduduki peringkat ketiga dari 34 Provinsi yang ada di Indonesi dari tahun 2016 sampai tahun 2021.

Setelah membaca berita ini saya teringat sebuah janji dan harapan dari gubernur NTT dimana dihadapan ribuan masa beliau berkampanye berjanji untuk mensejahterahkan masyarakat NTT. Berjanji untuk membawah masyarkat NTT keluar dari penderitaan dan kemiskinan hidup dimana pada saat beliau berkampanye itu,provinsi NTT masih menduduki peringkat ketiga termiskin di Indonesia. Kemiskinan dan penderitaan ini terjadi diberbagai elemen kehidupan masyarakat baik melalui elemen pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Masyarkat NTT masih miskin kaum intelektual karena sumber daya manusia belum di tangani secara serius oleh pemerintah. Disamping sumber daya manusia yang belum memadai dalam bidang kesehatan NTT masih miskin juga dalam menangani sakit penyakit terutama penyakit covid 19. Penyumbang positif covid 19 semakin meningkat di NTT. Sumber daya manusia dan kesehatan yang lemah otamatis mengakibatkan ekonomi juga mengalami kemandekan. Padahal pemerintah mempunyai program untuk menangani masalah-masalah ini dengan diberi bantuan dana dari pusat untuk mensejahterakan masyarakat dan juga bisa dikatakan NTT kaya juga akan sumber daya alam walaupun ada lahan kering karena kekurangan air namun bisa dikelolah untuk penghasilan garam bagi masyarkat yang kemudian menambah deposit pendapatan masyarakat tetapi sampai saat ini masyarkat masih menderita karena kemiskinan. Masyarkat belum merasakan yang namanya kesejateraan. Rakyat belum merasakan arti dari sebuah kemerdekaan. Janji untuk membebaskan. Janji untuk mensejahterakan masyarkat. Dimanakah janji itu? Realitas membuktikan janji pemimpin NTT hanyalah sebuah opini belaka yang tak berbuah kebenaran. Perkataan dan perbuatan berseberangan berlawanan arah.

Buktinya ditahun 2021 NTT menduduki peringkat yang sama tidak bergerak maju atau mundur.Rakyat dari jeruji penderitaan dan kemiskinan mengharapkan janji pemimpin pronvinsi NTT untuk direalisasikan. Rakyat mempertanyakan janji manis yang pernah di sampaikan oleh pemimpin provinsi NTT dimana ia berjanji akan membawah masyarakat keluar dari jeruji penderitan dan kemiskinan. Rakyat kini menagih janji manis dari pemimpin provinsi NTT. Dari sudut ujung pulau Timor sampai di ujung pulau Flores mengharapkan bukti nyata dari janji manis pemimpin provinsi NTT. Dari Ujung pulau Sumba, Rote dan Ujung pulau Alor mengharapakan bukti nyata dari janji manis pemimpin provinsi yang memberi pengharapan untuk membawah mereka keluar dari penderitaan dan kemiskinan. Dimanakah janji manismu wahai pemimpin provinsi NTT? Masyarakat menjerit kesakitan karena belenggu kemiskinan yang belum dilepaskan oleh pemimpin yang memberi janji manis kepada mereka.Sampai kapankah kami tetap tinggal dalam penderitaan ini? Rakyat berteriak dimanakah suara kami yang dipilih untuk bersuara membawah kami keluar menujuh kesejateraan hidup sebagai cita-cita kami sebagai warga NTT dan warga Indonesia?Dimanakah suara kami yang tulus memilih pemimpin untuk bersuara melepaskan belenggu kemiskinan kami? Indonesia sudah merdeka puluhan tahun yang lalu.Tetapi masyarakat kami masih berperang dengan kemiskinan.Kami masih berjuang melawan penderitaan. Kami akan tetap berteriak mengapa kami belum merdeka dari kemiskinan dan penderitaan ini? Bukalah matamu wahai pemimpin untuk melihat realitas kami. Bukalah telingahmu untuk mendengar dengungan jeritan kami sebagai masrayakat NTT karena belenggu kemiskinan. Bukalah hati dan pikiran untuk merealisasikan janjimu bagi masyarakat NTT.(*)

*) Tulisan ini tanggung jawab sepenuhnya penulis.

Terbitkan Pada: 25 Februari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat