SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Categories
Hukum

Polda NTT Bisa Tingkatkan Kasus Tambang Galian C Ilegal Ke Tahap Penyidikan Bila Kosmas Heng Selalu Mangkir

BAGIKAN :

IMG 20210206 WA0060 1MERIDIAN DEWANTA DADO, SH – ADVOKAT PERADI / KOORDINATOR TIM PEMBELA DEMOKRASI INDONESIA WILAYAH NTT / TPDI-NTT

 

CorpsNews, Kupang – Sesuai informasi yang beredar bahwa Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng pada tanggal 8 Februari 2021 tidak menghadiri panggilan penyelidikan oleh Polda NTT sesuai Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT  itu Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terkait penyelidikan dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim.

Dalam Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terurai bahwa penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim, dan Ditreskrimsus Polda NTT meminta Direktur PT. BCTC¸ Kosmas Heng untuk datang/hadir di Polda NTT pada hari Senin (08/02) dengan membawa serta berbagai dokumen yang diperlukan pihak penyidik Polda NTT, khususnya semua dokumen perizinan terkait pertambangan Galian C (batu dan pasir) yang dilakukan PT. BCTC tersebut.

Loading...

Walaupun Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terhadap Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng itu hanya merupakan undangan klarifikasi namun tatkala
Kosmas Heng terus-menerus dan berulangkali mangkir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan atas panggilan Polda NTT itu, maka kami dan seluruh masyarakat NTT yang pro terhadap pemberantasan tambang ilegal mendesak Polda NTT agar pada saatnya segera menaikkan status hukum pemeriksaan atas Kosmas Heng ke tahapan pemeriksaan penyidikan.

Tatkala penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT telah memberikan waktu bagi Kosmas Heng untuk mengklarifikasi tuduhan, namun Kosmas Heng tak memenuhi panggilan maka penyelidikan oleh Polda NTT tetap harus berlanjut dengan memeriksa saksi-saksi atau-alat-alat bukti lainnya. Kemudian penyidik harus melakukan gelar perkara untuk meningkatkan proses penyelidikan ke tahapan penyidikan sebab aktivitas PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim terindikasi merupakan peristiwa pidana, sehingga sangat memenuhi syarat yuridis bagi Polda NTT untuk menerapkan aturan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) terhadap PT. BCTC sesuai Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang pada pokoknya menegaskan bahwa : “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).”

Kami dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT menghendaki agar Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H menjadikan proses hukum dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim sebagai tonggak penegakan hukum yang kredibel dan berintegritas demi memulihkan citra aparat Polda NTT yang selama ini terkesan tidak tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi NTT dari tahun ke tahun.

Bila Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H sanggup bersikap tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi, maka nama beliau akan harum dan selamanya dikenang oleh seluruh masyarakat di Provinsi NTT sebagai sosok yang mampu memberi efek jera bagi para penjahat tambang ilegal, sebab mereka itulah penyebab munculnya berbagai efek negatif yang masif di wilayah Provinsi NTT, berupa pemasukan negara dan daerah dari pajak tambang menjadi nihil, kualitas lingkungan sumber daya alam mengalami degradasi, tanah kehilangan unsur hara dan mineral akibat limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, produktivitas tanaman terhambat, tanah menjadi labil sehingga menyebabkan longsor, galian tambang dengan lubang-lubang besar saat hujan tiba mengakibatkan banjir, habitat satwa rusak, serta pada akhirnya masyarakat Provinsi NTT menjadi terabaikan keselamatannya.

Kupang, 10 Februari 2021

Terbitkan Pada: 10 Februari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG