CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Jadi Catatan Sejarah Pilkada Di Tengah Pandemi, Panwascam Di Minta Tuliskan Pengalaman Mengawas

BAGIKAN :
IMG 20210130 WA0035
Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar

Corpsnews, Surakarta – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) Fritz Edward Siregar berharap para pengawas menceritakan pengalamannya dalam mengawasi Pilkada 2020 dalam sebuah tulisan. Tulisan itu kata dia, sangat berguna sebagai pembelajaran dan evaluasi ke depannya.

“Agar catatan sejarah Pilkada 2020 yang digelar di masa pandemi tidak begitu saja hilang,” kata Fritz saat menghadiri kegiatan Bawaslu Kota Surakarta bertajuk Rakor Evaluasi Tahapan Pilkada 2020 dengan tema Laporan Akhir Kinerja Pengawasan Panwascam dan Rekomendasi, Sabtu (30/1/2020).

Fritz menjelaskan bagaimana cerita di lapangan para pengawas kecamatan paling mengetahui peristiwa yang terjadi saat pelaksanaan Pilkada 2020. “Suksesnya Pilkada 2020 adalah berkat kerja keras bapak ibu sekalian,” ujar Koordinator Divisi Hukum Humas dan Datin tersebut.

Dalam kesempatan itu, Fritz menambahkan Pilkada 2020 memiliki tantangan lebih berat dibanding pilkada atau pemilu sebelumnya. Pasalnya, pilkada digelar dalam masa pandemi.

Loading...

“Namun saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap berpartisipasi pada pilkada 2020,” tutur Fritz.

Menurut Fritz permasalahan klasik dari pemilu ke pemilu tetap sama. Misalnya soal kekurangan surat suara, surat suara yang tertukar, tidak validnya daftar pemilih tetap dan lain-lain.

“Kami sadar antara tugas kewajiban dan resiko dengan kompensasi yang bapak/ibu terima tidak sepadan. Namun saya yakin bapak/ibu bergabung karena menginginkan masa demokrasi yang lebih baik dan itu yang saya sebut bela negara. Dan untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja keras yang telah bapak/ibu lakukan,” kata Fritz.

Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono menceritakan kendala yang dialami pengawas adhoc pada pilkada 2020 salah satunya terdapat kelurahan yang memiliki 100 tempat pemungutan suara (TPS).

Hal itu, menurut pengakuannya menjadi berat bagi pengawas kelurahan  karena harus membawahi 100 orang pengawas TPS.

“Mungkin ke depannya bisa dibuat aturan yang meringankan tugas pengawas kelurahan yang memiliki kendala seperti ini,” harap Budi.

Perlu diketahui Rakor Evaluasi Tahapan Pilkada 2020 di Surakarta diikuti oleh anggota pengawas Kecamatan Banjarsari, Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan.(bawaslu)

IMG 20201208 145735

Terbitkan Pada: 30 Januari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat