CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Nakes Malaka Demo Pake Fasilitas Negara, Tim Sukses SBS-WT Diduga Dibalik Aksi

BAGIKAN :
WhatsApp Image 2021 01 29 at 01.41.13
Sejumlah ambulance dikendarai tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Malaka

Corpsnews, Malaka – Perhimpunan Tenaga Lintas Profesi Kesehatan Kabupaten Malaka menggelar demontrasi dalam wujud aksi damai dengan menggunakan fasilitas negara

Sesuai pantauan, sejumlah ambulance dikendarai tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Malaka saat menggelar demontrasi dalam wujud aksi damai di Kantor DPRD Kabupaten Malaka yang beralamat di Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang.

Selain itu, pengunjuk aksi juga menggunakan mobil ambulance yang bertuliskan Herman Hery. Entah apa alasannya, mobil-mobil ambulance itu dipakai saat aksi damai, belum diketahui hingga saat ini.

Aksi menggunakan ambulance itu lebih nampak usai tatap muka bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka. Sirene mobil-mobil ambulance diperdengarkan ketika para pendemo beranjak dari Kantor Dewan Malaka dan sepanjang perjalanan pulang.

Loading...

Sangat disayangkan, karena dalam perjalanan pulang para pengunjuk aksi berteriak seolah-olah menghina Dewan Malaka. Sesuai video rekaman yang beredar luas, para pengunjuk aksi melontarkan bahasa hinaan tatkala melintasi ruas jalan sekitar sumber mata air Tubaki, perbatasan wilayah Desa Kamanasa dan Desa Wehali.

“Dewan bodoh,” begitu cetusan suara yang terdengar dari barisan kendaraan yang ditumpangi pengunjuk aksi tatkala melintasi ruas jalan di depan kediaman Wakil Bupati Malaka Terpilih, Louise Lucky Taolin di lansir dari nkripost.com.

Aksi damai itu mendapat sambutan baik pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dalam rangka mengevaluasi pemanfaatan dana Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang.

Kepada wartawan usai RDP tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik Taek mengatakan aspirasi Nakes sudah disampaikan dan didengar anggota Dewan Malaka yang hadir. Aspirasi ini menjadi masukan untuk diperhatikan ke depan.

Hendrikus tidak berkomentar panjang lebar soal suasana yang terjadi saat para Nakes mendatangi Kantor Dewan. “Tatap muka untuk terima aspirasi sudah dan sudah ditutup,” ujar Hendrik.

Tim Sukses SBS-WT Diduga Dibalik Aksi Damai Tenaga Kesehatan Malaka

Hal menarik juga Aksi damai tenaga kesehatan yang tergabung dalam Perhimpunan Tenaga Lintas Profesi Kesehatan Kabupaten Malaka tersebut menampilkan suasana berbeda di saat masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Aksi unjuk protes itu dihiasai kerumunan orang.

Sesuai pantauan di Kantor DPRD Kabupaten Malaka, Kamis (28/1/21) siang, sejumlah tenaga medis menyerobot masuk ke Kantor Dewan tanpa menghiraukan sarana cuci tangan yang diletakkan di pintu masuk kantor yang dikendalikan Sekretaris DPRD Kabupaten Malaka, Carlos Moniz.

Tempat cuci tangan berwarna biru yang disimpan di atas kursi itu dilengkapi dengan sabun dalam kemasan botol bertuliskan Hand Mouistueizer Soap. Namun, seolah-olah tidak dihiraukan semua yang berdatangan.

Entah sadar atau tidak, semua orang yang berdatangan baik tenaga medis dan warga lain sepertinya tidak menyentuh sarana taat protokol kesehatan tersebut. Ini terbukti dari ukuran air dalam wadah tersebut tidak habis digunakan pendatang. Ukuran air dalam wadah itu tidak berkurang.

Disaksikan, air dalam wadah baru berukuran setengah. Padahal, jumlah pendatang kurang lebih ratusan dengan puluhan orang yang menyerobot masuk ke ruang sidang seharusnya bisa habis terpakai. Sejumlah tenaga medis menyerobot masuk di saat Dewan Malaka sementara menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Usai didengar pendapat, para tenaga tenaga medis itu pulang dengan mengenderai beberapa ambulance sambil membunyikan sirene.

Sebelumnya, para tenaga medis itu tiba di Kantor Dewan, Kamis (28/1/21) sekitar pukul 11. 55 Wita dengan menyertakan oknum masyarakat lain di antaranya Roy Tey Seran (Juru Kampanye SBS-WT), warga Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka.

Pada kesempatan penyampaian aspirasi, utusan tenaga medis, Fery Fahik dalam pernyataan kepada pimpinan dan anggota Dewan mengatakan kedatangan para tenaga medis di Kantor Dewan bertujuan untuk menyampaikan beberapa hal terkait kunjungan Dewan di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Selasa (21/1/21) sore.

Menurut Fery, kunjungan Dewan saat itu para tenaga medis di RSPP Betun merasa tersinggung dengan perkataan Hendrikus selaku pimpinan Dewan saat kunjungan tersebut. Para tenaga medis yang bertugas saat itu merasa tidak layak dan tidak pantas di tengah masa pandemi Covid-19. (tim)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik Taek dan sejumlah anggota dalam menerima aspirasi menyampaikan sambutan penerimaan yang cukup hangat ketika menerima aksi damai para tenaga medis.

“Ini rumah rakyat. Datang dan kita terima. Kita akan mendengar dan menampung. Kita mengatur jalannya diskusi,” kata Hendrikus. Hendrikus mengaku tidak menyinggung perasaan tenaga medis. Kunjungan itu dilakukan secara resmi yang diawali dengan laporan kepada pejabat rumah sakit. (tim)

Terbitkan Pada: 28 Januari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat