CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Ketua GMNI Cab Belu Skak Mati Kasat Reskrim Belu Karena Penangkapan Akulina Dahu Cacat Prosedural

BAGIKAN :

20210108 154202 1Masa aksi foto bersama AD

Corpsnews.com, Belu- Hasil advokasi GMNI Cabang Belu dan FOSMAB Kupang yang tergabung dalam “Aliansi Peduli Kemanusiaan” Jumat, (08/01/21) mengungkapkan Resor Polres Belu menahan Akulina Dahu (DA) tidak melayangkan surat perintah penahanan maupun penangkapan

Paska debat panas Ketua DPC GMNI Belu dan Kasat Reskrim Polres Belu, Wira Satria Yuda, S.I.K dirinya (Kasat Reskrim) menyampaikan Peroses penagkapan itu dilakukan terhadap tersangkah pada saat Akulina Dahu (DM) dibawa ke polres sebagai saksi

Mengenai SOP dan penangkapan Akulina Dahu (AD) dari penyidik sudah dua kali melakukan panggilan sebagai saksi dan dua orang KPPS

Loading...

Jelasnya, Upaya penyelidikan untuk mencari tau dimana keberadaan Akulina Dahu (AD) dengan membawa surat perintah membawa.

“Surat perintah itu bukan untuk melakukan penangkapan. Surat perintah bukan sebagai tersangka tetapi diambil keterangan sebagai saksi”, Kata Dia.

Tambahnya, Setelah dilakukan pemeriksaan saksi baru Akulina Dahu (AD) diperiksa sebagai tersangka dan surat perintah penangkapannya setelah Akulina Dahu (AD) diperiksa sebagai tersangka

“Setelah diperiksa, dan Talah diberikan pemberitahuan Penagkapan dan salinan surat perintah penagkapan kepada keluarga Akulina Dahu”, Ungkapnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Belu Hendrik Modok, merespon tegas penjelasan Kasat Reskrim Polres Belu atas penahanan terhadap Akulina Dahu (AD) yang diduga Pernyataan sesat dan cacat perosedur

Modok Menilai, Jawaban simpang siur dan tidak autentik karena Polres Belu terlebih dahulu menangkap Akulina Dahu (AD) baru diberikan surat penangkapan

Henrik Modok, demikian akrap dikenal, Skak mati Kasat Reskrim Belu karena penangkapan Akulina Dahu (AD) tidak sesuai perosedur karena sebelum melakukan penangkapan tidak ada surat ijin Penagkapan.

“Setelah ditangkap.dibawa ke Polres dan ditetapkan sebagai tersangka baru keluarkan surat Penagkapan”, Kerus Modok

Dirinya mempertanyakan kepada siapa surat panggilan itu diberikan

Karena, melalui hasil advokasi GMNI Belu dan MOSMAB Kupang, dari keluarganya bahkan Akulina Dahu (AD) sendiri tidak pernah menerima surat apapun dari pihak Polres Belu. (Red/VB)

Terbitkan Pada: 9 Januari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat