CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Kades Fafoe Coret Penerima BLT DD, Pemuda: Kebijakan Yang Simpang Siur dan Sarat Diskriminatif

BAGIKAN :
Screenshot 20210101 193007 1
Diskusi antara Pemuda bersama Kades Fafoe

Corpsnews.com, Malaka – Pencoretan nama – nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) atas keputusan  kebijakan Yosep Seran Klau sebagai Kepala Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka NTT yang tidak melalui musyawarah Kades, BPD dan masyarakat menuai pro dan kontra.

Merujuk dari persoalan penghapusan nama nama tersebut,  Pemuda Desa Fafoe menyikapi dan mendatangi Kades Fafoe di kediamannya dengan dalil untuk mempertanyakan kebijakan yang sudah di putuskan. Jumat (01/01/2021) sore

Meskipun bernuansa tahun baru namun  tak terhindarkan tensi perdebatan antara Kades dengan beberapa tokoh pemuda desa Fafoe.

Loading...

Hal tersebut berakibat dari pernyataan para pemuda kepada Kades yang menurut para pemuda, dijawab sangat simpang siur dan jauh dari substansi yang di maksud, hal ini di saksikan langsung oleh Tim media.

“Kenapa bapak desa menghapuskan 40 KK yang menerima BLT ini, sendangkan dari awal mereka sudah terima dan sekarang nama mereka dicoret, dasarnya apa”, hal ini di Pertanyakan salah satu Pemuda Desa Fafoe (Yuventus Seran) disela – sela panasnya perdebatan.

Loading...

Ditengah perdebatan, tambah Yuven, ketika ditanyai Ketua BPD pun, juga tidak tahu – menahu terkait dengan kebijakan tersebut sehingga terkesan, katanya Yuven, sangat diskriminasi terhadap masyarakat.

Bersahut – sahutan dalam perdabatan, kades menjawab pernyataan yang disampaikan beberap pemuda tersebut dengan alasan bahwa 40 Penerima manfaat yang tidak terima haknya itu karena dananya sudah di alokasikan untuk pembangunan infrastruktur (perbaikan jalan).

“Kegiatan membangun jalan adalah kebutuhan masyarakat, sehingga dana yang di alokasi itu terjadi sebelum instruksi lanjutan terima BLT tahap 7 – 9”, jawabnya kades.

Loading...

Tetap di upayakan, kata Kades, untuk 40 KPM yang namanya dicoret tetapi perlu kordinasi dengan pihak pemerintah Kabupaten Malaka untuk tahu prosedurnya.

“Saya perlu kordinasi dengan Pemda Malaka, agar 40 orang ini bisa mendapatkan kembali tetapi mungkin dengan Bansos lainnya”, sahutnya.

Pewarta Fren Klau

Terbitkan Pada: 1 Januari 2021 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat