SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Temui KKP, DPRD Dan Mahasiswa Aru Tolak Lumbung Ikan Nasional

Temui KKP, DPRD Dan Mahasiswa Aru Tolak Lumbung Ikan Nasional

71
Salim Wehfany

Corpsnews, Jakarta – DPRD Kabupaten Kepulauan Aru dan perwakilan Mahasiswa Aru Jargaria Jakarta melangsungkan pertemuan perdana dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selasa, (22/12/20).

Dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat Aru yang berada di perbatasan Indonesia Timur, soal Penolakan Lumbung Ikan Nasional (LIN) oleh masyarakat beberapa waktu lalu, sempat menghebohkan Khalayak publik.

Mewakili aspirasi masyarakat Aru di Kementerian kelautan dan perikanan ini juga sebagai bentuk Perhatian khusus dari DPRD kepada masyarakat Aru yang sudah gerah dengan kebijakan Lumbung Ikan Nasional (LIN), Tujuannya adalah mencari jalan terbaik, terhadap hasil laut Aru yang selama ini di anggap diskriminatif dan jauh dari harapan masyarakat Aru

Pertemuan tersebut juga di hadiri oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aru Udin Belsigaway, wakil ketua DPRD Lanurdin Senen Djabumir, anggota DPRD Onggo Lengam, Abraham Mangar, Husin Tuborfon, Stefan Samuel Irmuply, Mahsiswa Aru Jakarta yang di bawah koordinator Benone Jelagay dan Salim Wehfany.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana dialog itu di awali, dengan sikap tegas anggota DPRD aru kemarin Tgl 22 Desember 2020 di salah satu ruangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ujar Wehfany.

Anggota DPR Aru sangat menekankan agar orang Aru harus di perlakukan secara adil di atas tanah di republik ini.

“Jangan perlakukan kami seolah kami bukan bagian dari NKRI, padahal nenek moyang Kami pertaruhan jiwa dan raga mereka hanya untuk Bangsa ini, itu catatan untuk kementerian. Tegas Bram Mangar.

Kemudian lanjutkan oleh wakil DPRD Lanurdin Senen Djabumir :
Kenapa Aru sebagai penyumbang ikan Terbesar di Indonesia tapi kami seakan tidak di perhatikan secara khusus oleh Pemerintah pusat dan Provinsi dalam sektor kelautan dan perikanan, Kami tiap hari di demo sama Mahsiswa dan masyarakat Aru atas Kebijakan LIN, Jelas Wakil Ketua DPRD

Loading...

Tambah salah satu anggota DPRD Aru Dominggus Lengam.

“Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan jangan seolah-olah karena berlindung di vawah aturan mau seenaknya diskriminasi terhadap masyarakat Aru, Kalian tidak rasakan sakit, kami yang rasakan sakit di tengah-tengah masyarakat atas kebijakan LIN di Maluku, Saya siap pertaruhkan jiwa dan raga saya untuk masyarakat Aru. Tandasnya.

Salim Wehfany selaku Koordintor Mahasiswa Aru di Jakarta, menegaskan “Kota Ambon tidak cocok menjadi ibu kota Lumbung Ikan Nasional dan bukan solusi untuk masyarakat Aru, mestinya yang sangat layak jadi ibu Kota LIN adalah kabupaten kepulauan Aru yang jumlah potensi lautnya dalam WPP 718 adalah salah satu wilayah tempat penghasilan Ikan terbesar di Maluku Bahkan Indonesia.

Kalau di lihat dalam Keputusan Menteri No 50 Tahun 2017, hal ini membuktiklan bahwa Aru yang pantas jadi Ibu Kota LIN bukan Kota Ambon. Tambahnya.

Loading...

“Intinya kalau Aru tidak ditetapkan sebagai Ibu Kota LIN sudah pasti masyarakat Aru tetap menolak karena kami anggap Kebijakan sepihak dan tidak adil bahkan Bisa jadi Diskriminasi terhadap masyarakat Aru, Tegas Salim.(*)

BAGIKAN :
Share
Loading...
Loading...
Loading...
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat