SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Diduga Belum Puas Jadi Bupati Malaka, SBS-WT Gugat KPU Ke MK

4

 

Corpsnews.com, Malaka –  Diduga belum puas jadi Bupati Malaka, pasangan calon nomor urut 02 Stefanus Bria Seran dan Wandelinus Taolin (SBS – WT) menggugat hasil Pilkada Malaka ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut didaftarkan oleh kuasa hukumnya, Yafet Yosafet Wilben Rissy dkk, pada Jumat (18/12/ 2020) Pukul 12.44 Wib. Yang terdaftar dengan Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (AP3) dengan nomor:25/PAN/.MK/AP3/12/2020.

Padahal pleno hasil rekapitulasi tingkat KPU Malaka, Paslon 01 meraih 50.890 suara dan Paslon 02 meraih 49.906 suara atau selisih  984 suara untuk keunggulan Paslon 01 yaitu Dr. Simon Nahak dan Kim Taolin.

Anehnya, Saksi paslon 02 (dua) Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin menyetujui semua perolehan suara di 12 kecamatan untuk ditetapkan oleh KPUD Malaka.

Namun saksi memilih tidak menandatangani SK penetapan hasil perolehan suara tersebut.

Sementara saksi paslon 2 pada saat pemungutan dan perhitungan suara pada tingkat TPS selalu menyetujui hingga pelaksanaan barjalan lancar. Buktinya saksi di TPS paslon 2, selalu menanda tangani Form C1 setiap TPS.

Loading...

Sesumbar, tim sukses petahana (SBS-WT) sendiri telah menjadi tersangka atas nama (Yan Bria) melakukan money politik, yang dibuktikan dalam penyidikan gamumdu Bawasalu Malaka.

Sehingga money politik terjadi karena bukti pendistribusian, bukan dalam bentuk program kerja calon nomor 1 sesuai salah satu point material gugaatan ke MK, oleh paslon nomor 2 (SBS-WT).

Disaksikan media ini, di Biara SSpS Betun, Rabu (16/12), proses kegiatan pleno dengan pembacaan hasil pleno tingkat PPK dari 12 kecamatan berjalan aman dan lancar sejak Pukul 09.00 Wita dan berakhir pada Pukul 19.03 Wita.

Usai pembacaan hasil perolehan suara dari kedua paslon oleh Komisioner KPU Malaka dimana perolehan suara Paslon 01 meraih  50.890 suara dan Paslon 02 meraih  49.906 suara atau selisih  984 suara untuk keunggulan Paslon 01.

Loading...

Waktu selanjutnya, Ketua KPU Malaka, Makarius B Nahak menyampaikan kepada yang hadir terutama saksi kedua paslon soal hasil perolehan suara, disampaikan para saksi menerima dan menyetujui untuk ditetapkan.

Setelah itu dipersilahkan para saksi untuk menandatangi SK penetapan. Saksi Paslon 01 atas nama Yulius Klau maju dan menandatangani SK.

Giliran dipersilahkan Saksi 02 untuk maju, Saksi atas nama, Emilianus Charles Lalung berdiri dan menyampaikan sikap paslonnya terhadap hasil perolehan suara.

Emilianus menegaskan, terkait pernyataan Ketua KPU Malaka bahwa pelaksanaan pilkada berjalan aman dan lancar. Namun, dirinya menilai bahwa pada terminologi ini tidak menunjukan kebenaran dan validitas sesuai yang diharapkan, padahal dalam proses awal pleno ia menyetujui perolehan suara untuk ditetapkan.

“Kami cukup mengerutkan kening ketika menyaksikan begitu masifnya pemilih yang menggunakan KTP-elektronik. Pilkada Malaka adalah pesta demokrasi rakyat Malaka. Sebagaimana pesta pada umumnya, rakyat perlu merayakan pesta demokrasi. Tapi dari lapangan kami sedih mendengarkan ada banyak yang tidak merasakan kebahagiaan itu karena mereka mengalami intimidatif,” tegas Lalung.

Ditambahkannya, penyelenggara maupun stakeholder lainnya telah melaksanakan profesional. Bukan tidak mempercayai tetapi dalam sebuah adagium ibarat pertandingan sepak bola, wasit ikut menyumbangkan gol indah pada pasangan yang dikasihinya.

Lalung menambahkan, pihaknya setelah penetapan ini maka sesuai ketentuan dalam waktu 3×24 jam setelah penetapan oleh KPU Malaka maka segera mengajukan gugatan ke MK.(TIM)

BAGIKAN :
Share
Loading...
Loading...
Loading...
SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat