CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Imbas Kerumunan Massa Di Kediaman HRS, Anies Copot Wali Kota Jakarta Pusat, Ferdinand: Mengapa Tak Copot Diri Sendiri?

BAGIKAN :
2017 04 20
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Corpsnews, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan copot jabatan Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara terkait kerumunan massa yang terjadi di kediaman Habib Rizieq Shihab (HRS) di kawasan Petamburan saat pandemi Covid-19.

Pencopotan ini tertuang dalam Surat Perintah Tugas Nomor 855/-82.74 yang ditandatangani oleh Pejabat Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Sri Haryati pada tanggal 25 November 2020.

Selain Wali Kota Jakarta Pusat, Anies juga copot Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih.

Loading...

Di samping dua nama itu, Pemprov DKI juga memeriksa Camat Tanah Abang, Lurah Petamburan, Kabid Pengelola Kebersihan Dinas, Kasudin LH Jakpus, dan Kasi Pengendalian Kebersihan Dinas.

Bayu Meghantara dan Andono Warih dicopot dari jabatannya sebab dinilai lalai dan abai mematuhi arahan dan instruksi gubernur soal kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Loading...

Melansir Antara, arahan gubernur sendiri berisi empat langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kegiatan yang bisa memunculkan adanya kerumunan. Salah satu yang disebutkan adalah tidak diperbolehkannya meminjamkan fasilitas milik pemerintah provinsi atau memfasilitasi kegiatan warga yang sifatnya pengumpulan massa atau kerumunan.

Nah, saat terjadi kerumunan di kediaman Habib Rizieq di Petamburan beberapa waktu lalu, jajaran kecamatan, kelurahan dan Suku Dinas Lingkungan Hidup justru ditemukan adanya peminjaman fasilitas pemprov untuk kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa itu.

Setelah Wali Kota Jakpus dicopot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian menunjuk Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi untuk menjadi pelaksana harian Wali Kota Jakarta Pusat.

Loading...

Dinukil dari Suara pada Minggu 29 November 2020, dalam surat perintah tugas tersebut juga dijelaskan, sebagai pelaksana harian, Irwandi tak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan atau tindakan yang bersifat strategis.

“Dalam melaksanakan tugas tersebut pelaksana harian tidak memiliki kewenangan untuk mengambil atau menetapkan keputusan dan atau tindakan yang bersifat strategis antara lain penetapan perubahan rencana strategis dan rencana kerja pemerintah dan perubahan status hukum dan kepegawaian (pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pegawai).”

Ferdinand Hutahaean kritik

Terkait hal tersebut, eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyampaikan kritiknya terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam kritiknya, Ferdinand mempertanyakan tindakan Anies yang copot Wali Kota Jakarta Pusat.

“Ini sandiwara kah? Drama? Atau bagian dari cuci tangan agar tidak dijadikan tersangka mengingat kasus Petamburan naik ke penyidikan?,” tulis Ferdinand lewat Twitter dikutip pada Minggu, 29 November 2020.

“Wali Kota jadi tumbal? Wah tega betul Pak Gubernur, padahal malam harinya hadir di Petamburan. Mengapa tak mencopot diri sendiri dengan cara mundur?” pungkas Ferdinand.(hops)

 

Terbitkan Pada: 29 November 2020 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat