CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Tangani Kasus, Polres Malaka Di Sebut Memihak Petahana

BAGIKAN :
 Corpsnews, Malaka – Polres Malaka dinilai tebang pilih dalam penanganan kasus – kasus yang terjadi pada wilayah hukumnya.

Demikian disampaikan Ferdinandus Maktaen,SH yang dimintai komentarnya pada Jumat, (27/11/20), terkait kasus
Bernadus Bria dan Agustinus Bria yang langsung ditahan oleh penyidik Polres Malaka.

“Cukup dipertanyakan, sebab kasus yang terjadi di Haitimuk pertanggal 25 November 2020 itu sampai dimana prosesnya,”tegas Maktaen dilansir dari Prabumedia

Itu Bernadus adalah salah satu anggota Satuan Kusus (SATUS) yang saat itu berada di samping mobil Cabup Dr.Simon nahak,SH,MH saat mereka dihadang. Dia (Bernadus) melempar batu terhadap oknum yang melakukan penghadangan namun tidak Kena.

Loading...

Tak hanya itu, Agus Bria juga melihat hal yang sama, karena melihat orang lain yang sudah melakukan pelemparan terhadap rombongan, maka agus melempar balas, sambil berburu oknum berbaju kuning tersebut.

Sebab kata dia, oknum tersebut berlari menuju ke arah perumahan, maka Agus pun berhenti dan kembali bergabung dengan rombongan.

Loading...

Sementara berdasarkan hasil advokasi, sesaat kemudian kedua orang ini langsung dibawa ke Polres dan hingga saat ini sudah dilakukan penahanan.

“Hal tersebut berbanding terbalik dengan kasus pengeroyokan Wartawan Garda Malaka.Com yang di keroyok oleh tiga orang diantaranya adalah Raymundus Seran Klau (Anggota DPRD), Sergius Fransiskus Klau dan Yohanes Seran. Anehnya tidak dilakukan penahanan yang beralasan Pilkada,”ucap Maktaen

Hal ini, sangat disesali sebab terkait pengeroyokan itu jelas di lakukan didepan Polisi namun hingga saat ini tidak jelas penanganannya oleh penyidik Polres Malaka.

Loading...

Ketika di konfirmasi kepada pihak Penasehat Hukum korban, hanya mendapatkan alasan yang katanya sudah dilakukan pelimpahan, dan itu alasan yang sangat tidak masuk akal. Alasannya pelimpahan perkara ke Polda NTT dengan alasan di Malaka sibuk pilkada.

“Ini alasan yang sangat tidak masuk akal, berarti kalau ada pilkada berarti polisi tidak bisa proses sebuah kasus. Lalu kenapa kasus yang menimpa Agus langsung ditangkap dan ditahan sedangkan kasus pengeroyokan wartawan didiamkan sampe di limpahan ke Polda NTT”

“Sangat jelas ini, terlihat polres malaka diduga berpihak pada petahana, dan kami menilai bahwa polres malaka juga tidak mampu untuk mengurus atau mengendalikan situasi di Malaka”

“Cukup diduga, bahwa spekulasi argumentasi sontoloyo satu pintu yang dibeberkan oleh Iptu Yesuf,SH dinilai pembohong dan telah melakukan penipuan publik terhadap seluruh masyarakat Malaka. Jelas terlihat (bukti autentik video saat Kasat Reskirim iptu memberikan jawaban terhadap aliansi GEMMA Kefamenanu dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu.”tutupnya.(*)

Terbitkan Pada: 28 November 2020 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat