SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Pelimpahan Kasus Pengeroyokan Ke Polda NTT, Polres Malaka Dianggap Tidak Mampu

Pelimpahan Kasus Pengeroyokan Ke Polda NTT, Polres Malaka Dianggap Tidak Mampu

62

Corpsnews.com, Malaka – Kasus Pengeroyokan wartawan garadamalaka.com Yohanes Seran Bria alias Bojes Seran dan juga pimpinan redaksi yang terjadi di Desa Haitimuk kecamatan Weliman pada tanggal 15 Oktober 2020 yang sudah tetapkan tiga orang tersangka dari tanggal 21 pekan lalu .

Sejak di tetapkan tiga orang tersangka dari polres Malaka melalui reskrim tidak ada penahanan terhadap 3 orang tersebut sedangkan semua bukti sudah lengkap, makanya Polda NTT Ambil alih dalam kasus tersebut, ini di anggap polres Malaka tidak mampu tangani kasus pengeroyokan terhadap wartawan Gardamalaka.com

Kuasa Hukum Melkianus Contarius Seran S.H kepada awak Media Jumat, (6/11/2020), Pelimpahan kasus pengeroyokan dari polres malaka ke polda NTT menjadi petunjuk kuat bahwa ternyata Polres Malaka tidak mampu menegakkan Hukum dan keadilan di Malaka dan dengan pelimpahan ini saya pastikan tidak akan merubah status 3 orang tersangka dalam kasus yang sedang diproses dan kajian kami sudah cukup bukti berdasarkan saksi fakta dan bukti digital berupa rekaman vidio orijinal dan sudah di lakukan kroscek atau perbandingan dengan video yg sedang viral ternyata sama persis dan dari video itu terungkap fakta hukum.

Pelakunya adalah Raymundus Seran Klau, Sergius Fransiskus Klau dan Yohanes Seran lalu dari fakta hukum tersebut dapat diketahui siapa pelakunya dan melakukan apa itu terlihat jelas di rekaman video itu.

Dari bukti tersebut sudah cukup bukti untuk dilakukan penahanan terhadap 3 tersangka Mundus, Sergius dan Mugen karena mereka secara bersama-sama menggunakan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap klien kami Bojes Seran yang saat itu sedang menjalankan tugas profesi sebagai wartawan.

Oleh karena itu kami tegas minta kepada Kapolda NTT agar segera menangkap dan menahan 3 orang tersangka tersebut karena 3 orang tersangka tersebut sangat berpotensi mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan berpotensi menghambat proses hukum kasus yg sedang berjalan.

Selain itu pula kasus ini menjadi atensi publik dan saya berharap dalam kasus ini tidak boleh tebang pilih mestinya hukum harus netral dan hukum harus di tegakkan secara adil sekalipun langit akan runtuh.(tim/red)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat