SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
5 Fakta Keberuntungan Simon Nahak dan Kim Taolin di Pilkada Malaka

5 Fakta Keberuntungan Simon Nahak dan Kim Taolin di Pilkada Malaka

63

Catatan Lepas Frido Umrisu Raebesi


Malaka, Corpsnews – Tahun 2020 Republik Indonesia mengadakan Pilkada serentak hampir di seluruh daerah di Indonesia. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 9 kabupaten saat ini mengikuti dan menyelenggarakan Pilkada Malaka. Pada tahap ini proses kampanye menuju pemungutan suara 9 Desember 2020 sementara berlangsung.

Kabupaten Malaka, saalah satu daerah yang melaksanakan Pilkada untuk yang ke dua kalinya, sebelumnya pada tahun 2015. Saat itu mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Stefanus Bria Seran Bersama Daniel Asa, keluar sebagai pemenang. Paket dengan tagline SBS-DA berhasil mengalahkn mantan wakil bupati Belu, Taolin Ludovikus dan pengusaha sukses Malaka, Benny Chandradinata.

Lima tahun berlalu, tiba saatnya Kabupaten Malaka untukn kedua kalinya melaksanakan Pilkada. Bupati petahana, Stefanus Bria Seran, maju lagi sebagai calon bupati. Ia didampingi oleh mantan anggota DPRD Malaka, Wendelinus Taolin. Dua tokoh politisi senior itu diusung oleh 6 partai besar yakni Golkar, NasDem, Demokrat, PDI Perjuangan, Hanura dan Gerindra. Dari enam partai tersebut, Paslon SBS-WT diperkuat oleh 20 orang anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Di kubu penantang, ada pengacara kondang Bali asal Malaka, DR. Simon Nahak berpasangan dengan politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Paslon itu dikenal dengan tagline SN-KT (Simon Nahak – Kim Taolin). Berdua didukung dan diusung PSI, Perindo dan PKB, dengan jumlah kursi DPRD sebanyak 5 kursi. Memenuhi syarat, paslon SN-KT resmi menjadi lawan sang petahana setelah resmi mendaftar di KPU Malaka pada 6 September 2020.

Kali ini, saya tertarik dengan gaya politik Paslon SN-KT dan antusiasme masyarakat kecil terhadap kehadiran Simon Nahak dan Kim Taolin. Politik kali ini saya simpulkan bahwa sangat berbeda dengan politi-politik sebelumnya. Apa perbedaannya? Simak uraian saya berikut ini, berdasarkan fakta yang terjadi di Kabupaten Malaka.

1. PKB Tetap Pada Pendirian lawan SBS

Pada periode lalu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Taolin Ludovikus dan Benny Chandradinata ( TABE). Walaupun mengalami kekalahan, namun konsistensi kader PKB tetap solid sebagai oposisi pemerintahan Stefanus Bria Seran Bersama Daniel Asa. Prinsip itu berlangsung selama 5 tahun kepemimpinan Stefanus Bria Seran sebagai bupati Malaka. Buktinya pada kompetisi Pilkada Malaka kali ini, bersama partai PSI dan partai Perindo, PKB berkomitmen mengusung Simon Nahak dan Kim Taolin sebagai penantang paslon SBS-WT. Dengan kekuatan 5 kursi di DPRD Malaka, Paslon SN-KT dengan membawa nama Koalisi Kerakyatan mantap melawan petahana, Stefanus Bria Seran. Untuk prinsip kuat itu, PKB dikagumi oleh masyarakat kecil Kabupaten Malaka yang mengharapkan pemimpin baru di Kabupaten Malaka.

2. Perindo Mengusung Kader Terbaiknya

Sebelumnya pada Pemilihan Legislatif tahun 2019, Perindo NTT mencalonkan DR. Simon Nahak sebagai Caleg DPR RI untuk Daerah Pemilihan NTT II. Walaupun tidak lolos ke senayan (DPR RI), kehadiran sosok Simon Nahak yang adalah pengacara dan dosen hukum di Bali cukup menarik perhatian masyarakat Kabupaten Malaka. Sosok Simon Nahak yang apa adanya dan santun dalam bertutur kata akhirnya didaulat sebagian masyarakat besar kabupaten Malaka sebagai tokoh pendatang baru dalam dunia politik. Bahkan masyarakat kecil Malaka berkata,” Ya pak Simon tidak lolos sebagai anggota DPR RI karena kami mengharapakan dia menjadi bupati Malaka tahun 2020.” Oleh karena itu, partai Perindo bertekat mengusung Simon Nahak bersama partai PSI dan PKB didampingi oleh Kim Taolin sepakat maju sebagai penantang Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin pada Pilkada Malaka tahun ini. Dalam keputusan terbaik ini, Perindo konsisten mengusung kader terbaiknya.

3. PSI Nyataka Sikap Pertama untuk Lawan SBS-WT

Partai Solidaritas Indonesia adalah partai baru yang idealis dan berpihak pada rakyat kecil. Walau partai baru di Indonesia namun di kabupaten Malaka PSI menyumbangkan 1 kursi di DPRD Malaka dari 25 anggota legislator yang ada di Kabupaten Malaka. Tahun 2019 lalu PSI adalah partai politik pertama yang menyatakan sikap untuk mendukung Simon Nahak dan Kim Taolin sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Malaka. Setelah itu, baru datang bergabung Perindo dan PKB dengan jumlah 5 kursi anggota DPRD Malaka, dari 3 partai tersebut.

4. SN-KT didukung Kaum Perempuan di Malaka

Pesta politik kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kaum pria lebih dominan untuk urusaan kegiatan politik. Namun situasi berbeda terjadi pada Pilkada Malaka tahun 2020. Ribuan perempuan menyatakan sikap untuk mendukung Simon Nahak dan Kim Taolin menjadi bupati dan wakil bupati Malaka periode 2020-2026. Atas dasar perjuangan emansipasi wanita dan ingin diberdayakan, akhirnya ribuan perempuan yang menamakann diri Sis SN-KT itu terjun berpolitik memenangkan SN-KT setiap harinya. Komunitas dadakan itu disponsori oleh partai PSI dan dibina oleh istri dari Kim Taolin, Ceicilia Bere Buti.
“Kami mengharapakan perubahan dan mau berpartisipasi dalam pembangunan di Rai Malaka. Selama ini kami sama sekali tidak dipakai dalam segala kegiatan di Malaka. Padahal semua kegiatan entah apa bentuk dan jenisnya, tanpa keterlibatan kaum perempuan, maka kegiatan itu dipastikan tidak akan berlanjalan lancar,” ungkap Ceicilia Bere Buti. Terdata di sekretariat SN-KT, Sis SN-KT ini sudah berjumlah hamper mendekati angka dua puluh ribu. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, aktivis perempuan dan kaum muda yang belum mendapatkan pekerjaan di Malaka.

5. Simon dan Kim dibiayai oleh Masyarakat Kecil di Malaka

Catatn dan pantauan jurnalis selama masa kampanye SN-KT di seluruh pelosok Rai Malaka, antusias masyarakat pendukung Simon Nahak dan Kim Taolin sangat luar biasa. Saking cintanya kepada dua sosok ini, masyarakat pendukung Simon dan Kim berpatungan dengan sukarela demi melancarkan kegiatan kampanye dari paslon SN-KT. Mereka mengumpulkan uang, beras, sinkong, jagung dan bahan makanan lainnya untuk menanti sang calon bupati dan wakil bupati dating menyampaikan visi dan misinya. Tanpa disuruh atau bahkan tanpa diintimidasi, mereka memberikan sumbangan dengan sukarela serta tulus iklhas. Mereka ini adalah masyarakat yang tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemerintah setempat. Kepada Simon dan Kim mereka menaruh harapan perubahan jika Simon dan Kim terpilih menjadi pemimpin Malaka. Hampir dipastikan selama masa kampanye ini, paslon SN-KT tidak pernah mengeluarka biaya dalam jumlah yang besar untuk kegiatan di masyarakat. Hal ini lazim untuk kegiatan atau hajatan politik selevel Pilkada.
Dari ulasan 5 fakta keberuntungan di atas saya sebagai penulis dapat menyimpulkan bahwa Pilkada 2020 akan dimenangkan oleh pendatang baru yakni DR. Simon Nahak,SH.,MH dan Loice Lucky Taolin, S.Sos.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat