SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Kantor Bupati Malaka Tak Akan Dibangun Jika SBS Kembali Terpilih

Kantor Bupati Malaka Tak Akan Dibangun Jika SBS Kembali Terpilih

70
CORPSNEWS.com, MALAKA – Kontestasi Pemilukada Kabupaten Malaka memasuki tahapan Debat Publik para pasangan calon.

Pada debat publik Pilkada Malaka 2020 di ikuti Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Simon Nahak-Louise Lucky Taolin dan paslon nomor urut 2 Stefanus Bria Sera-Wendelinus Taolin.

Dalam debat tersebut, Simon menanyakan alasan calon petahana Stefanus Bria tak kunjung membangun kantor bupati dan pusat pemerintahan selama periode pertama menjabat.

“Sampai sekarang kita belum memiliki pusat pemerintahan Kabupaten khususnya kita belum memiliki kantor bupati, rumah jabatan bupati termasuk sejumlah kantor dinas. Bagaimana strategi bapak untuk mengisi ini karena bapak sudah menjabat selama lima tahun tapi itu belum sempat dilaksanakan,” kata Simon dalam debat yang digelar di Aula Susteran Betun, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Gedung DPRD alaka Disebut Mangkrak Habiskan Belasan Miliar Adv. Yulius Seran Layangkan Surat Terbuka

Stefanus Bria mengaku tetap tak membangun kantor bupati jika terpilih kembali pada periode berikutnya.

Ia akan fokus membangun infrastruktur jalan raya ketimbang kantor bupati.

Sebab, kata dia, jalan raya akan memberikan dampak luar biasa terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Menurutnya, pandemi Covid-19 memberi pandangan baru dalam pekerjaan. Bangunan kantor tak dibutuhkan karena setiap orang bisa bekerja di mana saja, bahkan dari rumah.

Loading...

“Bapak dan ibu kalau kita bicara tentang kantor itu kuno dan sudah tidak zamannya lagi karena sekarang ini dengan kemajuan teknologi kita tidak perlu bekerja di kantor. Kecuali kantor-kantor yang memberikan pelayanan langsung ke masyarakat,” kata Stefanus.

Stefanus menambahkan, kantor dibutuhkan lembaga yang fokus kepada pelayanan dan DPRD yang mengambil keputusan lewat sidang paripurna.

“Seperti kantor bupati itu tidak perlu dibangun. Bupati punya kantor itu ada di tengah-tengah rakyat. Yang dibutuhkan itu hanya tanda tangan saja,” kata dia.

Mendengar jawaban itu, Simon Nahak mengatakan, bangunan kantor bupati penting karena menyangkut citra Kabupaten Malaka.

Loading...

“Untuk menaikkan citra Kabupaten Malaka, maka kita harus memiliki kantor bupati dengan lahan yang sudah disiapkan di Kecamatan Malaka Tengah. Kita ingin harga diri Kabupaten Malaka perlu kita tonjolkan,” kata dia.

Stefanus pun tetap pada pendiriannya untuk tidak akan membangun kantor bupati.

Calon petahana itu menegaskan, pembangunan kantor bupati belum dibutuhkan karena masih banyak jalanan yang rusak di Malaka.

“Untuk kelanjutan pada periode kedua manakala Tuhan memberkati, para leluhur merestui dan masyarakat memberikan mandatnya kepada kami, maka kami akan lanjutkan pembangunan. Tapi mohon maaf, untuk kantor bupati dan rumah jabatan bupati belum waktunya dibangun,” kata Stefanus.

Kabupaten Malaka merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Belu. Pemekaran itu disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 13 Desember 2012. (kompas)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat