CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

‘Jakarta Ingin Adil’ Alasan Anies Tetap Naikan UMP 2021 Walau Bersyarat

BAGIKAN :

Corpsnews, Jakarta – Kendati Menteri Tenaga Kerja mengumumkan tak ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tak naik, namun langkah berbeda dilakukan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk naik-kan UMP 2021 sebesar 3,27 persen.

Kenaikan itu akan berlaku untuk perusahaan yang tidak terdampak covid-19. Putusan ini tentu senada dengan empat gubernur lain, yakni sikap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sulawesi Selatan Nuridn Abdullah, dan Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sepakat menaikkan UMP 2021.

Menurut Gubernur Anies, untuk UMP 2021, naik-nya secara asimetris, tergantung apakah perusahaan tersebut terkena dampak COVID-19 atau tidak. Hal itu dianggap untuk memenuhi rasa keadilan.

Loading...

“Kebijakan yang diambil adalah kebijakan UMP asimetris, di mana UMP 2021 ditetapkan Rp4.416.186. Ini adalah UMP 2021. Adapun pengusaha perusahaan atau pemberi kerja yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi COVID, bisa menerapkan UMP yang sama dengan 2020,” kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Baca Juga: Ekonomi Dunia Collaps Begini Cara Gubernur Anies Pasang Badan Untuk Melindungi Warga DKI Jakarta

Loading...

Menurut Anies, ada alasan masuk akal mengapa dia menerapkan kebijakan asimetris tersebut. Sebab, kata dia disitat Detik, dampak pandemi bagi tiap perusahaan berbeda-beda.

Anies tekankan Jakarta ingin adil Artinya, kata dia, ada perusahaan yang mengalami kontraksi, dan ada pula yang mengalami kenaikan pendapatan.

“Dunia usaha di Jakarta merasakan konstraksi yang cukup signifikan, apalagi dengan berkurangnya mobilitas penduduk ke Jakarta, di mana Jakarta ini adalah kota service, businness service, pelayanan, maka banyak sektor-sektor yang mengalami pengurangan atau kontraksi yang sangat signifikan,” kata Anies.

Loading...

Di sisi lain, katanya, pandemi juga membuat beberapa sektor justru tumbuh lebih pesat dan cepat. Artinya ada ketidakseragaman.

Pekerja dan buruh dengan gaji di bawah Rp5 juta bakal dapat bantuan pemerintah.
“Contohnya kita semua pake masker semua, ini produsen masker tumbuh besar bahkan produksinya meningkat. Tapi kalau jasa hotel mendadak penghuninya sangat turun.”

Secara garis besar, apabila ada perusahaan yang tumbuh, maka dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat.

“Intinya adalah, Jakarta ingin adil. Jika, UMP tidak dinaikan, maka usaha-usaha yang tumbuh berkembang selama pandemi, manfaatnya tidak dirasakan oleh buruh, karena pekerjanya di sana merasakan pertumbuhan.”

Di sisi lain, kalau UMP dinaikkan untuk semua, maka usaha yang kemarin sudah jatuh akibat pandemi, kata dia, dengan dinaikan UMP akan terpuruk lagi. (hops)

Terbitkan Pada: 2 November 2020 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat