Ormas Garuda Kota Kupang Tak Miliki Kuasa Secara Hukum Lakukan Sweeping Terhadap Aktivitas Sosial Politik Mahasiswa

Ormas Garuda Kota Kupang Tak Miliki Kuasa Secara Hukum Lakukan Sweeping Terhadap Aktivitas Sosial Politik Mahasiswa

61

Corpsnews, Kota Kupang – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan sekelompok orang yang tergabung dalam organisasi Garuda Kota Kupang melakukan tindakan sweeping/pembubaran diskusi-diskusi mahasiswa yang membicarakan problematika bangsa serta menghalang-halangi kegiatan demonstrasi Mahasiswa di Kota Kupang.

Tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap kawan-kawan Mahasiswa pro demokrasi dalam Forum Mahasiswa untuk HAM dan Demokrasi ( FORMASI) Kota Kupang. Pernyataan Ketua Garuda Kota Kupang pada media online www.gerbangntt.com, www.savanaparadise.com, mengatakan bahwa: (Aksi-aksi sweeping terhadap Diskusi Forum Mahasiswa untuk Demokrasi Kota Kupang, karena menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan Nasionalisme), karena FORMASI selalu membicara masalah-masalah HAM di Papua.

Ketua LMND EW NTT, Marianus Engel Bell, menegaskan bahwa untuk menjaga keutuhan NKRI sesama anak bangsa maka perlu untuk dijaga tetapi bukan berarti dengan membungkam hak kebebasan berekspsi orang lain, tetapi menjaga keutuhan NKRI yang paling mendasar adalah saling menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sebagaimana diamanatka dasar Negara Indonesia “Pancasila”.

Pancasila merupakan fondasi utama serta bintang arah kemajuan bangsa Indonesia yang berperikemanusiaan dan musyarawarah/mufakat demi terciptanya masyarakat Adil dan Makmur. Nasionalisme Bangsa Indonesia bukan Nasionalisme sempit (Chauvinis ) yang diterjemahkan oleh Ormas Garuda Kota Kupang, tetapi Nasionalisme Indonesia yang menjunjung tinggi perikemanusian menghargai hak demokrasi setiap warga negara-bangsa, tidak ada penindasan manusia atas manusia dan penindasan bangsa atas bangsa, itulah Pancasila dalam Socio-Nasionalisme dan Socio-Demokrasi, tambahnya.

Marianus Engel Bell, menilai bahwa aksi sweeping yang dilakukan kelompok Garuda Kota Kupang merupakan sebuah tindakan berbau “Premanisme”. Ormas apapun termasuk Garuda Kota Kupang tidak memiliki kewenangan secara Hukum serta Negara tidak memberikan kewenangan terhadap Ormas maupun Garuda Kota Kupang untuk membubarkan setiap aktivitas sosial-politik Mahasiswa, oleh karena-nya apa yang dilakukan oleh Garuda Kota Kupang melanggar Hukum dan berpotensi mencederai demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, Garuda Kota sebagai Ormas jika ada perbedaan pendapat maka hal yang dilakukan adalah petarungan ide dan gagasan terhadap masalah-masalah bangsa Kekerasan HAM di Papua, UU Cipta kerja/Omnibus Law, Ekonomi-politik, karena pertarungan gagasan sebagai langkah untuk menyatuhkan perbedaan pendapat.
LMND secara organisatoris mendorong Negara untuk menyelesaikan berbagai problematika yang terjadi di Papua yakni Kekerasan militeristik, Pelanggaran HAM, dengan membuka dialog seluas-luasnya melibatkan kepala-kepala suku di Papua untuk menyatuhkan tekat bersama agar menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di Papua. Karena selama ini Negara merespon persoalan Papua dengan pendekatan militeristik sehingga kekerasan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua semakin hari selalu represif dengan tindakan-tindakan TNI dan POLRI, sehingga memunculkan berbagai persoalan kasus kekerasan yang terhadap masyarakat sipil Papua.

Oleh karena itu, LMND NTT meminta kepada Polda NTT agar memperhatikan Oramas-Ormas di Kota Kupang agar ditertibkan, karena kemunculan ormas-ormas ini mengganggu situasi demokrasi di NTT dan Ormas-Ormas tersebut tidak diberikan wewenang oleh Negara maupun secara Hukum untuk melakukan sweeping/pengerebekan terhadap aktivitas sosial – politik Mahasiswa di Kota Kupang, karena Negara telah memberikan wewenang terhadap penegak Hukum serta kepolisian untuk menjaga keamanan Negara sesuai koridor hukum yang berlaku.

Ketua LMND EW NTT, Marianus Engel Bell

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat