Presiden Joko Widodo Meresmikan Pabrik Gula Di Sulawesi Tenggara

Presiden Joko Widodo Meresmikan Pabrik Gula Di Sulawesi Tenggara

66

Corpsnews, Bombana – Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Tenggara, Presiden Joko Widodo meninjau lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula yang berada di Kabupaten Bombana, Kamis (22/10). Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa keberanian untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut patut diapresiasi.

“Ini adalah sebuah keberanian, keberanian membuka sebuah investasi, keberanian untuk membuka usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan kita hargai,” ujarnya.

Ditambahkan Presiden, pabrik yang pengerjaannya dimulai tiga tahun yang lalu ini sudah mulai berproduksi.  Keberadaan kebun tebu dan pabrik gula dengan kapasitas produksi yang tergolong besar ini akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15.000 tenaga kerja.

“Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya 2,1 juta ton sehingga sisa kebutuhan masih harus dipenuhi dengan mengandalkan impor.

“Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti akan mengurangi impor. Artinya, bisa memperbanyak devisa negara, memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” kata Presiden.

Sebelum melakukan peresmian, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi terlebih dahulu meninjau lokasi panen tebu yang berada di areal pabrik terintegrasi. Selanjutnya, Presiden juga meninjau pabrik gula dan gudang penyimpanan yang ada.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia ini dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi. Pabrik ini sudah mulai berproduksi pada Agustus lalu, dengan kapasitas pengolahan tebu sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang dapat ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800-1.200 ton per hari.

Loading...

Berikut Kutipan Sambutan Presiden Pada Peresmian Pabrik Gula PT Prima Alam Gemilang, 22 Oktober 2020, di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju, divisi bidang perindustrian, Pak Menteri Pertanian, Bapak Sekretaris Kabinet;
Yang saya hormati Gubernur Sulawesi Tenggara beserta Pak Bupati Kabupaten Bombana;

Loading...

Yang saya hormati Chairman PT Jhonlin Group Bapak Haji Isam (Bapak Andi Syamsuddin Arsyad) beserta seluruh jajaran komisaris dan direksi, baik PT Jhonlin maupun PT Prima Alam Gemilang;

Bapak Andi Amran Sulaiman yang juga hadir di sini, serta Bapak Syafruddin;
Bapak-Ibu hadirin yang berbahagia.

Ini adalah sebuah keberanian, keberanian membuka sebuah investasi, keberanian untuk membuka sebuah usaha di tempat ini.

Ini yang harus kita apresiasi dan kita hargai.

Dimulai 3 tahun yang lalu, dan sekarang selesai dan sudah berproduksi.

Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi, 15.000 (tenaga kerja).

Tadi Pak Ghimoyo CEO (PT Jhonlin Group) menyampaikan 15.000 (tenaga kerja), di pabriknya sendiri 4.700 (tenaga kerja).

Di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi, berpikir untuk membuka usaha baru. Keputusan yang digagas oleh Pak Haji Isam patut kita hargai.

Negara kita sekarang ini membutuhkan 5,8… 5,8 juta ton (gula) per tahun. Produksi dalam negeri baru memenuhi 2,1 juta (ton gula). Artinya, sisanya tadi masih impor, 3,7 juta (ton gula) itu masih impor.

Sehingga juga, pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti akan mengurangi impor.

Artinya, bisa memperbanyak devisa negara, memperkuat transaksi berjalan kita, neraca transaksi berjalan.

Oleh sebab itu, tadi saya di lapangan menyampaikan apakah lahan yang sudah dibuka ini, sekarang 20.000 (hektare), apakah masih ada ekspansi yang bisa dikerjakan di sini? “Masih, Pak,” tadi Pak Amran menyampaikan, masih ada kurang lebih 80.000 (hektare).

Kalau masih ada opportunity seperti itu, masih ada peluang seperti itu segera berikan kepada yang mau membangun lagi pabrik gula seperti ini. Tadi saya bisik-bisik ke Pak Haji Isam,

“Apakah masih memiliki minat untuk membangun yang kedua dan yang ketiga?” Beliau sampaikan, “Masih, Pak”.

Saya menunggu tiga tahun lagi, meresmikan lagi di sini.

Daripada kita impor, impor itu kita ruginya… sudah neraca transaksi berjalan kita, neraca perdagangan kita enggak baik, lapangan pekerjaan juga yang mengambil negara lain, devisa kita tidak tambah.

Kalau ada keberanian membangun pabrik gula di Kabupaten Bombana ini, kalau ada yang menghambat, entah itu dari sisi perizinan dan yang lain-lain, kebangetan.

Negara membutuhkan gula, tadi sudah saya sampaikan 5,8 juta (ton), baru terpenuhi 2,1 juta (ton), masih kurang 3,7 juta (ton).

Dari sini nanti, kurang-lebih setahun berapa? 400 ribu ton? Berarti juga masih kurang.

Inilah yang bisa saya sampaikan.

Sekali lagi saya menghargai investasi ini dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya resmikan Pabrik Gula Bombana, Gulata, PT Prima Alam Gemilang, hari ini, sekali lagi saya resmikan.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

?????????????????

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat