SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Tangani Kebocoran Di PKS Terantam, GM PTPN V Sektor Barat Langsung Turun

Tangani Kebocoran Di PKS Terantam, GM PTPN V Sektor Barat Langsung Turun

71
Kolam Bio Gas yang digenangi Minyak Mentah CPO milik perusahaan (BUMN).

 

Corpsnews.com, Kampar.Riau –

General Manager (GM) Sektor Barat Tandun PTPNV Daniel Triandio langsung turun ke lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Terantam Selasa 13/10/2020 meninjau kebenaran informasi yang di beritakan Media Corpsnews.com tentang kolam Bio Gas yang digenangi Minyak Mentah CPO milik perusahaan (BUMN).

Diduga akibat bocornya tangki penyimpanan produksi pabrik kelapa sawit (PKS) Terantam, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, kepada Media ini GM minta untuk menghubungi Pihak Kebun (Manajer) Terantam.

Sebelum GM turun ke PKS Minyak CPO hasil produksi PKS Terantam yang menggenangi kolam Bio Gas tersebut, sudah banyak yang membeku berbentuk candi, diduga kebocoran itu sudah lama di biarkan sehingga terjadi penumpukan yang sangat banyak, lebih kurang puluhan Ton.

Dari pantauan awak media, minyak sudah ada yang cair, Sebahagian sudah disedot memakai mesin Robin kecil, di kembalikan ketangki pengolahan, memakai jerigen ukuran panjang berwarna biru, bukti mesin sedot masih ada di pinggir kolam, serta jerigennya, sedang Stanbay. Ada apa di balik ini?.

Berita Tekait: Kebocoran, Kelalaian atau Kesengajaan? GM Sektor Barat Diminta Untuk Meninjau  PKS Terantam

Setelah Daniel Triandio (GM) turun ke PKS, wartawan Corpsnews.com menghubungi GM melalui Telepon selulernya Selasa 13/10/2020, menanyakan apakah GM sudah meninjau kebocoran Minyak CPO di PKS Terantam pak, GM menjelaskan,” sudah tadi, udahlah pak konfirmasi saja ke kebun ya, hubungi saja mereka”,terang GM.

Loading...

Sesuai dengan permintaan GM Sektor Barat (Daniel Triandio), wartawan Corpsnews.com menghubungi Manajer PKS Terantam Salman melalui WhatsAppnya Minggu 18/10/2020 mempertanyakan Kebocoran itu, kelalaian atau kesengajaan, Manajer menjelaskan,” Adanya minyak di biogas seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa akibat kerusakan peralatan yang saat ini dalam perbaikan/overhaul dan hal itu diantisipasi dengan pengutipan secara manual sehingga tidak benar ada kesengajaan. Dan untuk tankos dimanfaatkan sebagai penguat benteng kolam instalasi pengolahan limbah sebagai antisipasi musim hujan sehingga mampu menahan erosi”, jelas Manajer.

Lain Halnya disampaikan Kabag Tehnik PTPN V, Iskandar saat di konfirmasi wartawan melalui WhatsApp nya Selasa 13/10/2020 menanggapi pemberitaan Corpsnews.com yang mempertanyakan kebocoran, kelalaian atau kesengajaan menjelaskan, “Itukan sedang kami tindak lanjuti, masih dalam perbaikan teknisinya, Jika itu kejadiannya, silahkan Bpk konfirmasi ke unit nya,

Kemudian awak Media menanyakan Kabag tehnik Iskandar kembali tentang Informasi ini, kami sampaikan ini ke Dirut pak, karena GM sudah turun ke lokasi, Kabag menjelaskan,” Baiknya Bpk sampaikan dulu ke GM, itu Tidak ada kesengajaan dan kelalaian, tapi karena ada peralatan yang sedang di overhoul”, terang Kabag Tehnik.

Hal ini Dirut PTPN V perlu meninjau lokasi kolam Bio Gas PKS Terantam, seperti apa kebenarannya, Apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian, pasalnya minyak CPO hasil produksi perusahaan BUMN yang harus di pertahankan Mutunya, bukan pembiaran, namun dalam pantauan awak Media ada indikasi pembiaran, sehingga minyak CPO yang masuk kedalam kolam Bio Gas, sampai mencapai puluhan Ton, apa boleh Minyak mentah CPO masuk ke dalam kolam itu? Dan Apakah Minyak CPO tersebut tidak merusak mesin turbin Bio Gas tersebut?

Loading...

Sementara menurut pantauan Tim wartawan, Minyak mentah itu sudah berserak kemana mana, sampai – sampai pohon kelapa sawit ada yang mati diduga akibat Minyak yang berserakan tersebut.

Menurut informasi yang kami dapat dari narasumber yang tidak mau disebut namanya menjelaskan bahwa, “Pihak manajemen ingin menghilangkan barang bukti minyak yang berserakan itu, dengan cara menutup pakai tangkos, karena dengan tangkos tidak bisa menghilangkan barang bukti, kemudian ditimpa lagi dengan abu janjangan”, ujar narasumber. *** (D.Harahap/CCR)
………………………………………………. Bersambung.

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat