Kategori
Berita Pilkada Politik

Kampanye di Raimataus, SN-KT Goncang Malaka Barat

70
Kampanye di Raimataus

Malaka, Corpsnews – Warga Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka begitu mengharapkan perubahan. Teriakan ganti bupati mengguncang suasana saat pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan calon wakil bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT kampanye di Desa Raimataus dan Desa Naas Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (10/10/2020).

Di Desa Raimataus, warga meneriakan seruan ganti bupati karena berbagai masalah pembangunan, pelayanan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Nampaknya terjadi kesenjangan dalam pembangunan dan pemerintahan, sehingga warga “mengamuk” supaya ganti bupati.

Tidak hanya di tenda kampanye, warga juga turun di jalan ketika Paket SN-KT dan rombongan melintasi ruas jalan menuju Desa Naas. Dari rumah ke rumah, warga keluar dan turun di jalan sambil berteriak dan mengacungkan jempol.

Suasana Besikama, pusat Kecamatan Malaka Barat berubah seketika. Meski terik panasnya matahari menyengat, warga tidak tak peduli dan membuat patah semangat. Antusias masyarakat itu didorong karena warga ingin ganti bupati supaya ada perubahan untuk mewujudkan kesejahteraan.

Tokoh adat Kecamatan Malaka Barat, Benediktus Bria dalam orasinya saat kampanye di Desa Naas menerikan yel-yel ganti bupati. Teriakan warga menanggpi yel-yel ganti bupati mengguncang suasana. Demikian pun, jurkam-jurkam lain, selalu meneriakan yel-yel ganti bupati selain yel-yel kemenangan Paket SN-KT. Setiap yel-yel itu diteriakkan, warga dengan semangat pula menjawab dengan teriakan yang menggema mengguncang.

Warga begitu antusias menyambut dua calon pemimpin yang didambakan masyarakat karena berpenampilan sederhana dan merangkul semua lapisan masyarakat. Paket SN-KT didambakan karena pemimpin yang tepat untuk menciptakan perubahan menuju kesejahteraan.

Calon wakil bupati, Kim Taolin dalam orasinya saat kampanye di Desa Raimataus mengatakan kunci keberhasilan dalam membangun sangat membutuhkan partipasi semua elemen masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama dan saling mendengar untuk bisa membangun.

“Saya dan bapak Simon hadir untuk mendengar suara bapak-mama semua. Itu baru bisa membangun,” kata Kim Taolin dalam bahasa Tetun.

Calon bupati, Simon Nahak merasa terusik juga dengan teriakan ganti bupati sehingga meminta hadirin agar tenang agar bisa menyampaikan orasinya. Namun, Simon tahu maksud teriakan warga tersebut.

“Saya tahu dan terima kasih atas sambutan warga. Kita semua ingin Malaka berubah. Malaka harus berubah supaya masyarakat bisa sejahtera,” kata Simon ketika diberi kesempatan terakhir untuk menyampaikan orasi saat kampanye di Desa Raimataus.
(Querido)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...