Kategori
Regional

Kepulangan Jalih Pitoeng dari Penjara disambut Gas Airmata

66
Jalih Pitoeng

CORPSNEWS, JAKARTA – Aktivis kelahiran betawi yang ditangkap dan dipenjara selama hampir setahun di Lapas Pemuda Kelas 2 A Kota Tangerang kini akhirnya dapat bernafas lega dan menghirup udara segar kembali.

Jalih Pitoeng dibebaskan oleh pihak Lapas pada 30 September 2020 bersama 12 orang lainnya. Sementara 3 orang lagi masih berada di penjara tua buatan Colonial Belanda tersebut karena masih ada perkara lain di Jakarta Pusat karena diantara mereka ada yang mengajukan Kasasi. Adapun yang masih tertinggal di Lapas tersebut yaitu Abdul Basith, Yudi Firdian dan Okto Siswantoro.

“Saya bersyukur Alhamdulillah sudah bisa kembali ditengah-tengah keluarga yang selama ini sangat menderita” kata Jalih Pitoeng, Jum’at (09/09/2020)

“Namun saya juga prihatin dan sedih karena masih ada yang tersisa disana. Walaupun awalnya saya tidak kenal, tapi kami kenal setelah dipenjara dan lama kami hidup bersama dipenjara” imbuh Jalih Pitoeng menyesalkan

“Saya juga berterimakasih sekaligus bangga kepada adik-adik mahasiswa yang telah melanjutkan konsep perjuangan saya demi kepentingan rakyat khususnya rakyat kecil terutama dalam hal ini adalah kaum buruh yang terdampak langsung dengan undang-undang Cipta Kerja atau yang lebih populer Omnibus Law” ungkap Jalih Pitoeng melanjutkan

Jalih Pitoeng juga berharap kepada pihak kepolisian agar tidak bertindak represif dalam menghadapi para demonstran baik dari kaum buruh maupun terhadap mahasiswa.

“Yang menarik dan luar biasa adalah bahwa kepulangan saya disambut dengan ‘Gas Airmata’ yang menimpa para buruh dan adik-adik mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja” sesal Jalih Pitoeng

“Saya berharap pihak kepolisian agar bertindak permisif dan tidak represif. Karena menyampaikan pendapat itu adalah hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Bahkan UUD 1945 yang menjadi dasar dalam berbangsa dan bernegara” sambung Jalih Pitoeng menegaskan

Loading...

Ditanya mengapa dirinya sampai ditangkap dan dipenjarakan, penggagas sekaligus ketua umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia) menjawab dengan santai.

“Mungkin karena saya sering mimpin aksi-aksi unjuk rasa dan membuat berisik telinga penguasa barangkali. Terlebih saat itu kan menjelang pelantikan presiden” jawab Jalih Pitoeng santai

Saat didesak apakah dirinya terlibat dalam kelompok pembuat bom ikan dan bom molotov sebagaimana diberitakan berbagai media saat menjelang pelantikan presiden, Aktivis yang dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah terutama terhadap kepentingan rakyat, justru BPJ panggilan akrab Bang Jalih Pitoeng balik bertanya.

“Anda hadir tidak dalam persidangan saya. Kalau hadir pasti tidak bertanya seperti itu. Makanya jalankan kan dong tugas pokok fungsi anda sebagai insan jurnalis agar berimbang informasi yang disebar kepada masyarakat” ungkap Jalih Pitoeng mengingatkan

Loading...

“Terlibat bagaimana. Kenal saja tidak dengan mereka. Saya hanya kenal dengan Akbar dan Damar. Bahkan didalam fakta persidanganpun mereka mengatakan tidak satupun yang mengenal saya. Kami bertiga tidak kenal dengan mereka koq dituduh sebagai satu kelompok. Intinya saya hanya dipaksa untuk diseret-seret dalam pusaran agar bisa ditangkap. Tapi ya sudah lah. Walaupun konsep gerakan saya sempat di Aborsi karena saya ditangkap, tapi kan ada yang melanjutkan seperti para buruh dan adik–adik mahasiswa seperti kita saksikan hari ini hampir diseluruh tanah air sebagai ledakan yang sporadis dan bombastis akibat sebuah penyumbatan. Alhamdulillah Allah punya cara untuk sendiri untuk itu. Karena kemampuan kita sangat terbatas. Tapi niat luhur saya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat itu Allah telah jawab hari ini” pungkas Jalih Pitoeng (SB)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...