Kategori
Berita

Kejaksaan Tinggi Riau Diminta Usut Tuntas, Adanya Dugaan Penyelewengan Dana DIPA/RKA UIN Suska

5

Pekanbaru.Riau. Corpsnews.com
Dugaan Tindak pidana penyelewengan Dana DIPA/RKA Universitas sultan syarif kasim Riau oleh rektor Akhmad mujahidin tahun anggaran 2019 diminta Kejaksaan Tinggi Riau untuk mengusut tuntas. Sebab sangat memperihatin dengan kondisi UIN suska sekarang.

Berdasarkan data dari hasil Audit BPK RI tahun 2019 terdapat penyelewangan dana senilai Rp 47 milyar lebih atau tepat nya di angka Rp. 47.698.102.115.

Mantan Dekan fakultas Psikologi UIN suska Riau 2007-2011 ini menjabat Rektor pada tahun 2018, namun begitulah yang terjadi di tubuh UIN Suska Riau saat ini sangat meng khawatirkan, kalau di biarkan seperti ini bisa jadi instansi pendidikan ini bisa hancur dengan ulah sang Rektor.

Saat di minta wartawan Corpsnews.com tanggapan Rektor Jum’at 25/10/2020 via pesan whatshap dengan nomor 0813656626xx orang nomor satu di Universitas sultan syarif kasim, di baca dengan tanda cek list biru, namun diam membisu tanpa ada balasan pesan, sampaikan berita ini diturunkan.

Dalam perincian dana dari audit BPK RI 2019 tersebut terdapat juga pajak dan denda pengadaan jaket almamater yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dilaksanakan oleh Cv. Ulul albab permata (diduga melibatkan keponakan istri rektor berinisial (Fit) dengan dana Rp.1.128.006.000.

Selain itu, terdapat juga ketidakwajaran belanja bantuan penilitian guru besar UIN suska 2019-BLU senilai Rp. 525.000.000

Setelah dicek, masih banyak dana tersebut belum di kembalikan, namun yang di akui telah di kembalikan, tapi hanya dana yang di pakai untuk keperluan pribadi Rektor dan keluarganya senilai RP. 207.000.000.

Loading...

Permasalahan itu mulai diselidiki sejak beredarnya berita tentang UIN Suska yang menyorot rektor oleh tokoh nasional.

Rektor UIN Suska harus bertanggung jawab, atas dugaan penyelewengan dana DIPA/RKA UIN Suska Riau yang sudah di temukan Audit BPK RI, karena perbuatan ini sudah menampar wajah dunia pendidikan tinggi. Sebab Dana yang seharusnya digunakan untuk kemajuan ilmu pengetahuan justru dipakai untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Hal ini di minta kepada penegak hukum, untuk segera melakukan penyidikan dan penyelidikan secara maksimal kepada Rektor UIN Suska, yang diduga telah melakukan penyelewengan dana DIPA/RKA, berdasarkan audit BPK RI tahun 2019.***(D.Harahap/CCR).

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...