Kategori
Berita

Pihak kejaksaan di minta segera  mengusut tuntas penggelapan uang di koperasi TAMBAH MEKAR.

10

Kampar, Riau. Corpsnews.com.

Penggelapan sejumlah uang angsuran pinjaman anggota koperasi TAMBAH MEKAR yang berada di desa Tambusai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sampai sekarang masih menjadi polemik. Sebab, sampai saat ini sejumlah agunan yang berupa sertifikat (SHM) milik anggota Koperasi masih di tahan oleh pihak Bank Mandiri.

Berdasarkan keterangan sejumlah korban, yakni anggota koperasi ini telah melunasi hutang nya sampai lunas ke pihak koperasi, namun pengurus koperasi waktu itu tidak menyetor uangnya ke pihak Bank, sehingga terjadi lah denda tunggakan oleh pihak Bank mandiri kepada sejumlah anggota koperasi TAMBAH MEKAR,

Korban yang tidak mau disebutkan nama nya menjelaskan,” pinjaman kami yang lengkap kwitansinya ke koperasi telah lunas pada tahun 2015 lalu, dan anehnya pihak Bank Mandiri menerangkan dalam laporan nya 2016 harus membayar bunga dan denda lebih kurang 20juta rupiah.” Ungkapnya.

Lanjut, lalu kemana uang angsuran anggota koperasi TAMBAH MEKAR ini di gelapkan oleh pengurus koperasinya. (?). Di duga sejumlah uang tersebut di makan tikus.

Saat di konfirmasi ketua koperasi TAMBAH MEKAR ( Duriyatna ) Via telpon seluler nya dengan nomor 0822-8357-63XX Rabu 30/09/2020 menjelaskan  dan membenarkan bahwa permasalahan di koperasi TAMBAH MEKAR itu belum selesai,” jelasnya.

Ketua dan pengurus koperasi TAMBAH MEKAR ini menganggap permasalahan tersebut telah selesai, sebab bendahara nya sudah pernah di tahan oleh Polisi, lalu mengapa kasus ini bisa di peti es kan, sehingga dugaan pengelapan uang angsuran anggota ini sampai sekarang sejuk, alias tidak berbunyi lagi, di duga ada yang membekingi kasus ini.

Mengacu kepada undang-undang KUHP Pasal 372 yang tersirat di dalamnya: barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Loading...

Hal ini  pihak korban meminta kepada  kejaksaan untuk mengusut permasalahan ini sampai tuntas, jangan sampai proses hukum di negeri ini gagal lagi, sebab permasalahan ini sudah pernah di proses di kepolisian, sehingga pengurus koperasi TAMBAH MEKAR seakan-akan tidak merasa bersalah, Sementara Surat Sertifikat Hak Milik (SHM) kami Masih tertahan di Bank Mandiri, akibat dari ulah Pengurus yang tidak bertanggung jawab membayar setoran angsuran anggota nya.***(D.Harahap/ CCR ).

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...