Kategori
Berita Pilkada Politik

Pilkada Bukanlah Pil KB

73

By Denfa RD

Corpsnews -Pilkada serentak tahun 2020 yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 09 September 2020 diundur menjadi tanggal 09 Desember 2020 dikarenakan adanya pandemi virus Cina Covid-19.

Ternyata virus Cina Covid-19 tsb belum reda bahkan kalau melihat beritanya semakin bertambah sehingga sebagian besar masyarakat dan sampai Ormas NU dan Muhammadiyah telah berkirim surat resmi ke pemerintah untuk menunda Pilkada serentak tahun 2020 ini sampai batas yang tidak bisa ditentukan

Tetapi bahwa di Pilkada akan banyak kepentingan dari berbagai pihak mulai dari Parpol, Bohir, Cukong dan Bandar yg biasa “bermain” apalagi hari ini Oligarki Parpol dan Politik Dinasti sangat amat terasa kental dalam Pilkada serentak tahun 2020 ini terlihat dari peserta yang ikut kontestasi nya terdiri dari Anak – Istri – Mantu – Adik – Ipar – Keponakan dan Keluarga tentunya mereka tak ingin kehilangan momentum.

Dengan sikap pemerintah yang tetap bersikukuh untuk melanjutkan pelaksanaan Pilkada tentunya menjadi pertanyaan bahwa untuk siapa Pilkada ini sampai-sampai mengabaikan dan mengesampingkan keselamatan rakyat.

Pandemi ini bisa menjadi berkah bagi sebagian Paslon karena karena semakin sedikit tingkat partisipasi masyarakat maka semakin mudah “mengatur” kemenangan.

Bila syahwat atas kekuasaan maka tak ada lagi yg mampu mengeremnya dan seperti yang sudah-sudah bahwa setiap Paslon akan berupaya mencapai dan meraih kemenangan dengan berbagai cara walaupun dengan KECURANGAN sekalipun.

Potensi Kecurangan-kecurangan pada Pemilu bisa diminimalisir apabila penyelenggara nya punya kemampuan yg mumpuni, JUJUR Adil, berintegritas, Independen dan Netral taappi sangat disayangkan penyelenggara seperti itu masih langka.

Loading...

Belum lagi biaya penyelenggaraan yg begitu besar yang seharusnya bisa dialokasikan untuk penanganan pencegahan penyebaran virus Cina Covid-19 atau untuk subsidi internet bagi para siswa yg belajar via Daring tetapi semua itu hanyalah tinggal harapan kosong belaka jadi dengan gambaran-gambaran seperti diatas apa yang bisa kita harapkan dan keuntungan apa bagi rakyat.

Penyelenggaraan Pilkada yang tetap dipaksakan akan banyak mudharatnya tenimbang manfaatnya, beda dengan Pil KB walau dipaksakan tetap ada manfaatnya bagi masyarakat

Pada Pilkada besok potensi kecurangan akan semakin mengkhawatirkan apalagi bila di TPS-TPS tidak ada atau tidak diperbolehkan kehadiran kerumunan orang yg tentunya bisa mengawal dan mengawasi jalannya Pemungutan dan Penghitungan Suara akan semakin rawan terhadap kecurangan-kecurangan.(**)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...