Kategori
Berita

Pengurus Koperasi TAMBAH MEKAR Desa Tambusai Rumbio Jaya Diduga Gelapkan Uang Angsuran Anggota Ratusan Juta.

5

Kampar, Riau. Corpnews.com

Pengurus Koperasi Tambah Mekar, Desa Tambusai, Kecamatan Rumbio jaya, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, Diduga Gelapkan setoran angsuran pinjaman anggota koperasi ke Bank Mandiri. Sejak tahun 2010 sampai 2015.

Beberapa anggota koperasi yang mendapat pinjaman uang dari Bank Mandiri, dengan plafon pinjaman Rp.50.000.000. ( Lima puluh juta Rupiah) masing-masing anggota sudah menerima pinjaman, dan beberapa anggota sudah membayar angsuran melalui kasir koperasi Tambah Mekar yang bernama (Yuni) tapi sayangnya pihak koperasi tidak menyetorkan uang tersebut ke pihak Bank Mandiri.

Berdasarkan data, dan hasil pantauan Tim media, pengurus Koperasi ini di duga telah menggelapkan uang angsuran anggota yang sudah di terima kasir koperasi Tambah Mekar (Y) tapi dana tersebut tidak di setorkan ke pihak Bank Mandiri, alhasil agunan anggota terbenam di Bank Mandiri sampai saat ini.

Menurut keterangan korban, anggota koperasi ini telah melunasi hutangnya sampai lunas ke pihak koperasi, namun yang di alami anggota malah tidak sesuai yang di inginkan, korban yang enggan disebutkan nama nya menjelaskan,” pinjaman kami yang lengkap kwitansi nya ke koperasi telah lunas pada tahun 2015 lalu, namun anehnya pihak Bank Mandiri menerangkan dalam laporan nya 2016 nasabah/ anggota koperasi harus membayar bunga dan denda lebih kurang 20 juta rupiah.” Ungkapnya.

lalu kemana uang angsuran anggota koperasi TAMBAH MEKAR ini oleh pihak koperasi. (?).diduga telah di gelapkan oleh pengurus.

Duryatna Ketua Koperasi TAMBAH MEKAR saat di konfirmasi wartawan Corpsnews.com via telpon selulernya dengan nomor 0822-8357-63XX Rabu 30/09/2020 menjelaskan bahwa permasalahan itu benar ada tunggakan, yang belum selesai, dan kami pengurus sudah runding dengan masyarakat, akan menyelesaikan, tapi mohon bersabar, dan bahkan bendahara koperasi sudah di tahan dan sudah di periksa pihak polisi, bahkan barang bukti masih ada di tangan polisi, dengan Adanya Proses itu, bendahara beranggapan bahwa permasalahan itu sudah selesai, jadi masalah ini sekarang di bebankan kepada sekretaris dan Ketua koperasi yang bertanggungjawab”, terangnya.

Anehnya, Ketua KOPERASI (D) selama ini tidak ada di proses, kalau memang bendahara koperasi di tahan oleh pihak yang berwajib, mengapa ketua dan sekretaris nya tidak di tahan, ada apa (?). seakan-akan ada yang membekingi permasalahan ini. Lalu siapa yang di belakangnya? kita tidak tahu.

Loading...

Hal ini pihak kejaksaan, perlu menelusuri permasalahan ini, pasalnya ada masyarakat yang di rugikan, dan bahkan sudah ada pemanggilan pihak polisi, namun hasil pemanggilan tersebut sampai saat ini masyarakat belum ada mendapat titik terangnya. Diduga ada indikasi permainan.

Sementara laporan pertanggungjawaban Pihak koperasi Tambah Mekar belum dapat kepada anggota yang meminjam dana ke Bank Mandiri, seperti apa penyelesaiannya, Sebab Surat agunan anggota belum ada di kembalikan Bank mandiri.

Hal ini dapat diduga adanya penggelapan, Sebagaimana tersirat dalam Pasal 372 KUH Pidana penggelapan, barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.*** (D.Harahap/ CCR ).

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...