Kategori
Hukum

13 Tapol Dibebaskan dari Lapas Pemuda Kota Tangerang

67
13 Tapol Dibebaskan dari Lapas Pemuda Kota Tangerang

Corpsnews, Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan PEMUDA Kelas 2 A Kota Tangerang yang merupakan salah satu cagar budaya telah membebaskan 13 Tahanan Politik yang didakwa sebagai Perencana Penggagalan pelantikan presiden Jokowi pada 20 Oktober 2019 lalu.

Pembebasan tersebut berlangsung dengan melalui proses Asimilasi Rumah. Dikarenakan berdasarkan putusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim pada proses banding di Pengadilan Tinggi Banten yang menguatkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yaitu hukuman pidana penjara 13 bulan dikurangi masa kurungan yang sudah dijalankan sejak dilakukan penahanan.

Tiga belas orang tersebut diantaranya; Jalih Pitoeng, Januar Akbar, M. Damar, M. Nur Suryo, Acham Riawan, Insanial Burhamzah minus Okto Siswantoro dan Yudi Firdian serta Almarhum H. Mulyono Santoso dalam perkara bernomor 253. Sedangkan perkara tunggal dengan Nomor Perkara 252 hanya 1 orang yaitu H. Soni Santoso

Kemudian untuk Perkara Nomor 254 yaitu; Laode Sugiono, Laode Nadih, Laode Samiun, Laode Aluani dan Laode Jaflan Ra’ali minus Abdul Basith.

Jalih Pitoeng salah satu dari 13 yang dibebaskan saat dimintai keterangan didepan gerbang Lapas menyampaikan kesedihannya.

“Yang pertama saya ucapkan Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rojiuun atas wafat nya pak Mulyono Santoso di Rumah Sakit Umum Tangerang beberapa hari lalu” ungkap Jalih Pitoeng, Rabu (30/09/2020)

“Walau saya baru kenal sejak dipenjara, namun hampir setahun kami sekamar. Sehingga sangat memahami bahwa beliau adalah orang yang berjiwa mulia” sambung Jalih Pitoeng menjelaskan

“Kedua, beliau tidak sempat melihat dan mengalami masa-masa menjelang pembebasan. Beliau wafat tanggal 28 dini hari, dan kita menandatangani berita acara pelaksanaan putusan juga tanggal 28 September sore hari. Artinya hanya hitungan jam” lanjut Jalih Pitoeng menyesalkan

Loading...

“Namun itu mutlak hak Allah tentang rahasia kematian. Baik kapan, dimana dan bagaimana caranya” dengan terbata-bata Jalih Pitoeng mengutarakan

“Yang ketiga, masih ada 3 orang yang tersisa disini. Yaitu pak Abdul Basith, Okto Siswantoro dan Yudi Firdian. Yudi dan Okto mengajukan Kasasi di Mahakamah Agung dengan perkara lain di Jakarta Pusat” terang Jalih Pitoeng melanjutkan

Ditanya mengapa Jalih Pitoeng tidak melakukan hal yang sama yaitu mengambil hak hukumnya untuk mengajukan Kasasi, Aktivis yang dikenal kritis dan rajin menulis inipun menjawab dengan sangat bijaksana.

“Saya adalah orang yang paling dirugikan dalam perkara ini. Dan saya sangat siap untuk melakukan examinasi ketingkat yang lebih tinggi. Baik Kasasi bahkan hingga ke Peninjauan Kembali (PK). Namun saya tidak ambil hak hukum saya menginngat banyak yang harus dipertimbangkan. Akan tetapi Okto dan Yudi pada perkara yang berbeda di Jakarta Pusat. Mungkin jika saya mengalami hal yang sama juga akan melakukan hal yang sama pula demi keadilan yaitu mengajukan Kasasi” ungkap Jalih Pitoeng menegaskan

Loading...

“Selain dalam suasana duka, saya juga tidak mau mengikuti ego dan kepentingan pribadi. Walaupun awalnya saya tidak mengenal sama sekali dengan para terdakwa lainnya. Namun sejak ditahan dan dipenjara dilapas ini kami terasa seperti saudara senasib. Sehingga saya tidak ingin jika langkah hukum yang saya ambil berimplikasi terhadap rekan-rekan yang lain” sambung Jalih Pitoeng merinci perkaranya

Jalih Pitoeng juga mengutarakan tentang kebaikan Almarhum dan keluarganya yang memiliki perhatian khusus terhadap para tahanan. Baik sejak di Mapolda Metro Jaya hingga ke Lapas Pemuda kota Tangerang.

“Si bunda (Istri Mulyono Santoso) itu sejak kami ditahan di Polda hampir setiap hari mengirim konsumsi demi kebutuhan kami para tahanan. Demikian pula almarhum. Setiap malam beliau tidak pernah meninggalkan sholat malam dan berdzikir bahkan hingga sholat subuh” kenang Jalih Pitoeng

“Itulah yang mengurangi rasa bahagia kita dalam hari kebebasan ini. Semoga beliau khusnul khotimah dan keluarga juga bisa ikhlas dan bersabar menerima semua ini” ucap Jalih Pitoeng penuh harap.

“Demikian pula yang masih tertahan didalam. Semoga diberi ketabahan dan kesabaran serta dilancarkan proses Kasasinya. Aamin…!!!” Pinta Jalih Pitoeng mengungkapkan.

Sebelum dibebaskan dan keluar dari Lapas bersejarah buatan Colonial Belanda tersebut, ketua KPLP Lapas Pemuda juga memberikan arahan sebagai sebuah Prosedur Tetap menjelang pelepasan, ketua KPLP yang akrab disapa pak Ilham pun melepas dengan kesan yang baik dan haru hingga ke gerbang terakhir sebagai perpisahan.

Ditanya pendapat mengenai pelayanan di Lapas Pemuda Kota Tangerang, Jalih Pitoeng justru sangat terkesan dengan Lapas Pemuda Kota Tangerang.

“Sejak kami hadir dengan menggunakan Baracuda dengan pengawalan super heboh oleh pihak Kepolisian, pihak Lapas menerima secara baik, profesional dan proporsional. Saya ingat betul saat itu pak Ari dan pak Deswar yang menyambut kedatangan kami 23 Januari 2020 malam itu” kenang Jalih Pitoeng

“Kemudian kami diperlakukan dengan baik, ramah, serta ditempatkan ditempat yang layak serta dekat masjid. Sehingga bisa sholat berjamaah kecuali subuh. Karena kamar masih terkunci” Jalih Pitoeng menerangkan.

Dan yang lebih menarik perhatiannya adalah bahwa ternyata Lapas Pemuda merupakan satu-satunya penjara yang memiliki kampus.

“Disamping ada sarana olah raga futsal dan taman-taman hijau serta balai latihan kerja, ternyata disini juga ada kampus bagi para narapidan yang mau ikut belajar” kata Jalih Pitoeng memaparkan

Namun ada satu hal yang sangat memperihatinkan yaitu prosentase perkara serta pelanggaran undang-undang.

“Saya secara pribadi sangat prihatin terhadap besarnya jumlah narapidana yang terjerat narkoba. Hampir 78% kasus narkoba disini. Pihak Lapas tidak bisa menolak. Apapun kasus dan perkaranya atas perintah undang-undang pihak Lapas harus menerima tahanan maupun narapidana” jelas Jalih Pitoeng

“Artinya negara telah gagal dalam menyelamatkan rakyatnya. Dalam hal ini tentang pemberantasan dan pencegahan terhadap peredaran narkoba yang disepakati sebagai musuh dunia” sesal Jalih Pitoeng

Ditanya apa harapannya tentang Lapas Pemuda, aktivis betawi yang viral dimedia ini hanya tersenyum kecil.

“Ya kita berharap semoga kedepan lebih ditingkatkan pelayanan dan pembinaannya terhadap para narapidana serta pihak kepolisian dan BNN pun harus SERIUS melakukan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba. Jika penjara ini kosong, mohon maaf ini pendapat saya itu tandanya bahwa negara telah sukses menjalankan amanat proklamasi yaitu mensejahterakan serta melindungi rakyatnya” pungkas Jalih Pitoeng (SB)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...