Kategori
Berita

Diduga Bangunan Gedung Perpustakaan SMP Satu Atap Kebun Tinggi Tidak Sesuai RAB.

4

Kampar,Riau. Corpsnews.com
Pihak Dinas pendidikan kampar tak berani angkat bicara tentang pekerjaan  proyek pembangunan gedung perputakaan SMP satu atap kebun tinggi kampar kiri hulu yang di duga nilai bangunan nya tidak sesuai dengan anggaran di plang proyeknya.

Seperti terlihat menghabiskan anggaran 405 juta yang bersumber dari dana APBN melalui Dana alokasi khusus (DAK) Kampar 2020 yang di bawa naungan dinas pendidikan kampar.

Minggu 20/9/2020 saat di konfirmasi via pesan whatshap dengan nomor 0813121118xx team media corp news kabid sarana dan prasarana dinas pendidikan kampar Firdaus seakan- akan lempar bola kepada kepala dinas pendidikan kampar.

Beliau dengan singkat mengatakan,” bapak tanya ke kadis saja pak, yang bapak tanya bukan kapasitas saya menjawabnya,” ungkap Firdaus.

Namun di sayangkan dengan memakan anggaran Negara 405 juta kepala sekolah SMP satu atap kebun tinggi menggunakan bahan batako untuk dinding gedung perpustakaan tersebut, sedangkan sekolah lain menggunakan bata pres jumbo yang terlihat di sekolah- sekolah lain. Di duga fasilitator dengan kepala sekolah ada permaianan di Rencana anggaran bangunan, sehingga pekerjaan tersebut tidak di awasi oleh pengawas proyek.

Sepertinya dana alokasi khusus (DAK) kampar 2020 di jadikan ajang bisnis oleh oknum pihak dinas pendidikan kampar dengan kepala sekolah untuk mencari keuntungan pribadi, sehingga permasalahan di proyek swakelola tahun 2020 kurang di perhatikan dan di awasi oleh pemerintah kabupaten kampar, dalam hal ini sebut saja Bupati.

Dalam UU No. 18/1999 tentang Jasa kontruksi pasal 43 berbunyi :
(1) Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan keteknikan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak,***(D.Harahap/ CCR).

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...