In Memoriam Saefullah: Selamat Jalan Sekda DKI Jakarta

In Memoriam Saefullah: Selamat Jalan Sekda DKI Jakarta

72
In Memoriam Saefullah: Selamat Jalan Sekda DKI Jakarta

Corpsnews, Jakarta – Saefullah, kelahiran, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, tahun 1964 salah satu putra asli Jakarta yang berhasil menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dari tahun 2008 hingga 2014.

Sebelum menjadi Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah bercerita awal karirnya menjadi seorang PNS di Pemprov DKI Jakarta. Ia mengawali karir sebagai pegawai biasa dengan golongan 2A dan mendaftar dengan ijazah SMA tahun 1984 dan langsung menjadi guru.

Kemudian ia menyelesaikan pendidikan SI tahun 1988 di IKIP Muhammadiyah Jakarta. Melanjutkan S2 di Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2000, kemudian menyelesaikan S3 tahun 2009 di Universitas Padjajaran Bandung.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah pernah menjadi Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat tahun 2003-2004. Kemudian dia menjadi Kepala Subdinas SLTP DKI Jakarta 2004-2008.

Selanjutnya pada tahun 2008 menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, DKI Jakarta. Kemudian menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda tahun 2009-2010. Menjadi Wali Kota Jakarta Pusat tahun 2008-2014.

Mengawali karir sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun 1984 dengan Ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), sejatinya Saefullah hanyalah pegawai biasa dengan pangkat golongan 2A. Karena itu, dirinya tak pernah menyangka akan menggapai posisi seperti yang dicapainya saat ini sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Alumni IKIP Muhammadiyah jurusan Pendidiakn Sejarah tahun 1988 ini terpilih dengan menyisihkan sejumlah nama beken sebut saja Deputi Gubernur bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI Jakarta Wiriyatmoko Haryatmo yang lebih diunggulkan untuk menduduki posisi Sekda.
Kini setelah menduduki posisi Sekda, sejumlah pihak dari partai politik dan lembaga swadaya

Masyarakat menilai kinerja Saefullah sebagai Sekda juga sudah cukup bagus. Namun pria asli Betawi tak mau ambil pusing dengan pujian dan sokongan dari berbagai pihak tersebut.
“Prinsipnya, saya hanya berusaha melaksanakan tugas yang diamantkan dengan sebaik-baiknya, dan nggak pernah berpikir macam-macam mengenai jabatan,” ujar pria kelahiran Sungai Kendal, Rorotan, Jakarta Utara, 11 Februari 1964 ini.

Ya, Saefullah memang sosok yang sederhana dan selalu tanpa beban dalam melaksanakan amanah. Dalam kamus hidupnya, Ia tak pernah merasa khawatir akan kehilangan jabatan dan selalu nothing to lose dalam menjalankan tugas apapun yang diembannya. Jika hari ini tak lagi menjabat Sekda, saya sudah siap
Saefullah tidak sedang berkata bohong. Sejak usia belia, mantan Walikota Jakarta Pusat ini mengaku enggan bercita-cita tinggi, apalagi menjadi Sekda. Maklum, dirinya hanyalah orang biasa, bukan berasal dari keluarga pejabat atau konglomerat. Tak heran, bila sejak tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia hanya berpikir bagaimana caranya agar selepas Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa langsung bekerja.

Loading...

Karenanya, Sekolah Pendidikan Guru (SPG) menjadi pilihan untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya.
Lama beraktifitas di dunia pendidikan tampaknya membuat sosok Saefullah sangat peduli terhadap perkembangan dunia pendidikan. Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut beliau berencana membangun sekolah SMK dalam waktu dekat. Rencananya, sekolah tersebut akan dibangun di tempat kelahirannya kawasan Rorotan, Jakarta Utara.
“Sekolah ini nantinya bisa sarana pendidikan bagi warga Rorotan khususnya dan warga sekitar pada umumnya. Kita harus mempersiapkan diri sejak dini di era yang akan datang dengan keterampilan dasar agar cucu kita kelak bisa bersaing,” terangnya.

Dirinya berharap, sekolah tersebut kelak mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab, katanya, hal tersebut merupakan cita-citanya sejak lama.

“Saya ingin sekolah itu nantinya tidak hanya bermanfaat bagi saya, tapi juga masyarakat bagi umumnya. Saya berharap, rencana ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat,” papar Saefullah.
Demi mempersiapkan generasi yang unggul di masa yang akan datang, sambung Bang Ipul,

Rasulullah sendiri pernah berpesan agar jangan tinggalkan generasi penerus dalam keadaan yang lemah, dalam hal ini ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Loading...

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, wa inna ilaa rabbina lamunqalibuun, allahummaktubhu ‘indaka fiil muhsinin, waj’al kitaabahu fii ‘illiyyiin, wakhlufhu fii ahlihi fil ghaabirin, wa laa tahrimnaa ajrohu walaa taftinnaa ba’dahu.”

Selamat jalan bang Iful, 16 September 2020, Semoga Husnul Khotimah dan jasa jasa Bang Iful di negri ini selalu di kenang dan menjadi Ladang Amal di syurga nya Allah. AAMIIN YRA.

EDITOR : SOPHIE SUPRIATIN .

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat