Mufakat Aparat Dan Kades Weseben Dalam Setiap KK Membayar Uang 50.000 Saat Pengukuran Tanah, Masyarakat Menilai Pungutan Liar.

Mufakat Aparat Dan Kades Weseben Dalam Setiap KK Membayar Uang 50.000 Saat Pengukuran Tanah, Masyarakat Menilai Pungutan Liar.

6

Corpsnews, Malaka – Pengukuran atau pemetaan lahan (Tanah) pekan lalu yang dijalankan petugas lapangan pertanahan Kabupaten Malaka diakhiri kesan yang buruk pada masyarakat Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Dikarenakan aparat desa (kepala dusun) di desa weseben memodifikasi kehadiran petugas pertanahan demi melakukan penagihan uang dari masyarakat senilai Rp. 50.000 perkepala keluarga (KK), yang berdalil untuk menjawab logistik saat usai pengukuran.

Saat media Corpsnews.com terima pengaduan dari Fabianus Fahik selaku salah satu masyarakat Dusun Raimamuk mengutarakan keluhannya bahwa, kepala dusun yang ada desa weseben sudah melakukan penipuan dan punggut liar terhadap kami masyrakat kecil tampa melihat kondisi urgen yang kami hadapi “Pandemi Covid 19”. Rabu (16/09/2020) Siang

“Kepala-kepala dusun yang ada di desa weseben telah melakukan penipuan terhadap kami dengan menjalankan punggutan uang Rp. 50.000 tanpa melalui mekanisme yang jelas”, bebernya.

Tambahnya, dijelaskan bahwa, propaganda yang di ciptakan aparat desa weseben (kepala dusun) tidak pernah menciptakan keadilan dan tidak mencerminkan tidensi gesekan global yang menjadi keresahan masyarakat kecil pada umumnya, karena alasan aparat desa dengan menafkai pertanahan dalam jaminan makan minum tersebut tidak menjadi kepercayaan terhadap kami.

“Swadaya Rp. 50.000 yang kami berikan sudah melebihi batas jika menjamin makan minum petugas dalam waktu dua hari”, ujarnya.

Dikatakan, jika petugas menjalankan kegiatan selama dua hari perdusun, mungkin uang makan minum untuk menfasilitasi mereka hanyalah Rp. 300.000 – Rp. 400.000 tampa melakukan punggutan terhadap semua kepala keluarga dengan nilai Rp. 50.000. Tutupnya

Saat media menemui Yohanes Luan label kadus Laenbalidin dikediamannya, ia membenarkan hal tersebut bahwa, tugas yang di emban pada kami berdasarkan musyawarah mufakat antara kepala desa weseben dan semua aparat sehingga kontribusi masyarakat itu sebanyak Rp. 50.000, dan KK yang ada di wilayah dusun saya sebanyak 26 KK, tambah 10 KK yang di luar desa weseben tapi lahan (tanah) mereka ada di wilayah dusun ini maka KK yang digelarkan pertanahan dalam pengukuran sebanyak 36 KK.

“Kami minta uang di masyarakat sebanyak Rp. 50.000 itu atas kesepakatan antara kepala desa dan semua aparat”, ungkapnya.

Loading...

Yohanes mendetail tuturannya, uang yang ditagih itu untuk menfasilitasi petugas dalam kebutuhan logistik di lapangan.

“Kita kasihan dengan mereka juga, mereka datang sudah diterik panas matahari yang penuh basah dengan keringat lalu kita abaikan begitu saja tidak baik juga”, jelasnya.

Lanjut Yohanes, kami akan rembuk bersama dengan semua jajaran yang ada di dalam empat dusun ini (Kadus : Metamanasi, Laenbalidin, Raimamuk dan Laenkaletek) agar uang yang sisa akan di kembalikan kepada masyarakat (KK).

Pewarta Fren/Corpsnews.

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat