EKSISTENSI KOPERASI TKBM MARITIM PELABUHAN GORONTALO DALAM MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP NASIB ANGGOTANYA.

EKSISTENSI KOPERASI TKBM MARITIM PELABUHAN GORONTALO DALAM MEMBERIKAN PERHATIAN TERHADAP NASIB ANGGOTANYA.

9

CORPS NEWS, GORONTALO – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Maritim pelabuhan Gorontalo adalah Koperasi buruh bongkar muat pertama di Gorontalo.

Sebagaimana penuturan Ketua Koperasi TKBM Maritim Pelabuhan Gorontalo Jufri Ma’ruf kepada Media Corps News Gorontalo saat ditemui diruang kerjanya Selasa (8/9/2020), bahwa Koperasi ini didirikan tahun 1991.

Pengurus Koperasi TKBM Maritim Pelabuhan Gorontalo pada waktu itu memulainya dengan kegiatan simpan pinjam, kata Jufri.

Alhamdulilah kegiatan simpan pinjam ini sangat membantu anggota Koperasi yang notabene adalah buruh bongkar muat, untuk memenuhi kebutuhan mereka, bebernya.

Setelah terjadi pergantian kepengurusan berapa kali ucap Jufri, terakhir saya didaulati oleh anggota Koperasi menjadi ketua Pengurus, saya bersama pengurus lainnya berencana untuk membuka unit Waserda.

Rencana untuk mendirikan unit Waserda ini tujuannya agar anggota Koperasi dapat memanfaatkan Waserda tersebut dalam memenuhi kebutuhannya, pungkasnya.

Tentu saja kata Jufri, harga berbagai kebutuhan Anggota yang dijual di Waserda, rendah dibanding ditempat lain.

“sayangnya rencana itu belum bisa diwujudkan. Alasannya satu hal saja.. Anggaran kami terbatas, kata Jufri “.

Loading...

Ditanya apakah Koperasi pernah dapat sokongan dana dari Pemerintah? Katanya pernah ditahun 2000, Koperasi TKBM Maritim Pelabuhan Gorontalo menerima bantuan dana program BBM dari PT. Pertamina Persero.

Hanya sekali saja kata Jufri, kami menerima bantuan dari Pemerintah, untuk selanjutnya tidak ada lagi.

Ia menambahkan, sejatinya perhatian Pemerintah itu lebih ke Koperasi kami. Alasannya bahwa anggota kami ini adalah buruh yang mengais rezekinya menjadi pekerja bongkar muat barang dipelabuhan.

Tidak salah jika kemudian Pemerintah memberikan perhatian lebih kepada mereka, ujarnya.

Loading...

Lanjut Jufri, kondisi pelabuhan Gorontalo hari ini dengan tidak masuknya lagi kapal kargo menjadi salah satu penyebab menurunnya pendapatan anggota Koperasi, sehingga hal tersebut sangat berpengaruh pada perputaran modal Koperasi.

Harapan kami kata Jufri, perputaran modal Koperasi, hanya berharap pada setoran anggota. Akan tetapi hal tersebut kami tidak bisa memaksakan anggota untuk melaksanakan kewajibannya, apalagi ditengah pandemi Covid 19 seperti ini.

Ramli Usman, salah seorang Pengurus Koperasi mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah Propinsi Gorontalo agar memberikan perhatian lebih kepada Koperasi TKBM Maritim Pelabuhan Gorontalo, yang tak henti – hentinya memberikan perhatian penuh terhadap nasib 413 anggota Koperasi yang notabene adalah buruh yang bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat dipelabuhan Gorontalo. (abduh hasan).

 

 

 

 

 

 

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat