Diduga Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana BOS SMPN 3 Bangkinang, 20 persen Dana Siluman

16

Kampar.Riau Corpsnews.com.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Dana BOS Kepala sekolah SMPN 3 Bangkinang (RS), Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, tahun Anggaran 2019 ditemukan dalam laporan penerimaan dana  BOS sebesar 120 persen, dan penggunaan dana BOS sebesar 100 persen. sisa 20 persen  diduga ada penyimpangan.

Menurut data laporan pertanggungjawaban tertulis yang di sampaikan kepala sekolah SMPN 3 (RS) Ke Dinas pendidikan dan pemuda olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Kampar, penerimaan anggaran dana bos tahap pertama 20% penggunaan dana 20%, kemudian di tahap ke 2 penerimaan dana 40%  penggunaan dana 20% sehingga bersisa uang sebesar 20% tanpa keterangan yang jelas, kemudian di tahap ke 3, penerimaan lagi sebesar 40% penggunaan dana 40% dan di tahap ke 4 penerimaan dana sebesar 20%. Penggunaan dana sebesar 20% Sehingga jumlah persentase  dalam laporan pertanggungjawaban  berjumlah 120%.

Rabu 2/9/2020 Kepala sekolah SMPN 3 Bangkinang (RS) saat di konfirmasi wartawan Corpsnews.com terkait dengan  Laporan pertanggungjawaban  dana BOS tahun 2019  berdasarkan data laporan yang ada pada wartawan, bermula (RS) membantah, Rita menjelaskan laporan yang bapak dapat itu salah, dan tidak itu benar, karena laporan pertanggungjawaban itu tidak ada menerima uang 120%, saya (RS) jelaskan ke bapak, saya  sudah dua kali di periksa inspektorat, jadi tidak ada masalah, pemeriksaan itu terjadi karena salah paham saja dengan inspektorat”, ujar Rita (Kepsek)

(RS) menyampaikan bahwa  laporan pertanggungjawaban kami berdasarkan uang  penerimaan dana melalui rekening sekolah pada tahap pertama 20 persen,  pergunaan dana 20 persen, di tahap ke dua penerimaan dana sebesar 40 persen, penggunaan dana 20 persen,  di tahap ke tiga penerimaan 20 persen, penggunaan dana 40 persen, dan pada tahap ke empat penerimaan dana 20 persen dan penggunaan dana 20 persen sehingga total persentase menjadi 100 persen.

Ketika bukti laporan pertanggungjawaban  kepala sekolah SMPN 3 (RS)  di kirim wartawan Corpsnews.com ke RS melalui WhatsAppnya, Rabu 2/9/2020 yang semula laporan itu di bantah, kemudian berubah menjadi penjelasan, namun penjelasan itu secara lisan,sementara pertanggungjawaban penggunaan dana BOS yang di maksud adalah pertanggungjawaban ke pemerintah berdasarkan juknis,

Kepsek (RS) menyampaikan bahwa, “laporan pertanggungjawaban Dana BOS di tahun 2019 hampir sama diseluruh kabupaten Kampar, disebabkan perubahan sistem Hiblah, sehingga pembayaran buku di lakukan pada tahap ketiga, terjadinya laporan pertanggungjawaban kami itu, mengacu kepada penerimaan dana tahap pertama 20 persen penggunaan 20 persen, masuk tahap ke dua penerimaan dana 40 persen penggunaan 20 persen, tahap ketiga penerimaan kembali lagi 40 persen penggunaan 40 persen, masuknya penerimaan 40 persen di tahap ketiga diambil dari sisa yang tidak terpakai 20 persen dari tahap dua”,jelas Kepsek.

Loading...

Namun sayangnya dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan dana bos SMPN 3 Bangkinang di tahun 2019 tidak ada yang menjelaskan secara tertulis adannya perubahan pengurangan dana di tahap dua dari 40 persen dari sisa pengunaan dana 20% pada tahap dua, ataupun laporan titipan kas pengembalian, untuk pengabungan laporan penerimaan menjadi 40 persen di tahap ke tiga, sehingga dana yang 20 persen diduga menjadi dana siluman.

Kemudian bukti Buku rekening sekolah SMPN 3 di tunjukkan (Rita) kepada wartawan. Dari data print saldo kas tersebut tidak ada keterangan yang menjelaskan pengembalian uang ke kas daerah dana sisa 20 persen yang tidak terpakai pada tahap ke dua , dan juga tidak ada data tertulis penambahan dana  penerimaan uang untuk 40 persen pada tahap ke tiga.
Akhirnya Rita mengakui bahwa laporan hanya kesalahan Administrasi.

Hal ini pihak penegak hukum, dari kejaksaan maupun pihak kepolisian perlu menelusuri laporan pertanggungjawaban Dana BOS sekolah tahun anggaran 2019, seperti apa kebenaran laporan itu, sebagaimana yang disampaikan kepala sekolah SMPN 3 Bangkinang (RS)  kepada wartawan,bahwa,” laporan pertanggungjawaban dana BOS sekolah sekabupaten Kampar, provinsi Riau, hampir semuanya sama, hal ini sudah sepatutnya di lakukan penulusuran hukum, apakah laporan itu ada unsur kesengajaan,  ada unsur kelalaian, atau ada unsur kesilapan. (D.Harahap/CCR)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat