Tingkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa, STIKes Maranatha Kupang Selenggarakan PPGD

Tingkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa, STIKes Maranatha Kupang Selenggarakan PPGD

70
Peserta Pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat (PPGD) STIKes Maranatha Kupang Bersama Narasumber 

Corpsnews.com, Kupang – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam keprofesian keperawatan saat ini, Program Studi Ners Stikes Maranatha Kupang Menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat (PPGD), senin (31/8/2020).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Petrus Laba, S.ST yang mewakili Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI),  menjelaskan harapan Organisasinya adalah semua peserta yang hadir dapat serius kedepannya medapatkan nilai yang baik, juga saat berada ditengah masyarakat bisa menjadikan ini sebagai aplikasi penanganan gawat darurat.

“Tim kita sangat mengharapkan semua peserta (mahasiswa Ners) mengikuti serius kegiatan ini agar kedepan bisa mendapatkan nilai yang baik. Ini Juga bisa menjadi aplikasi Gawat darurat saat mereka berada ditengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama,”Ungkap Petrus Laba

Petrus Laba juga menjelaskan bahwa ada beberapa pelatihan penanganan yang akan diajarkan kepada mahasiswa Ners Maranatha Kupang diantaranya penanganan Client Gawat Darurat yang mengalami Trauma Cedera, jantungan, juga Bencana Alam. Jantung menjadi perhatian Khusus dikarenakan 2013 lalu NTT menyumbang angka tertinggi koroner

“Materi yang akan di bagikan dan di praktekkan ini di antaranya Keterampilan Penanganan Client Gawat Darurat seperti tarauma Cederanya di kepala, dada, perut, Tulang, patah tulang, pendarahan, Jantung, juga Bencana seperti, Gempa Bumi, Kecelakaan, juga keracunan makanan, gigitan Ular dan lainnya.” tutupnya

Turut hadir dalam kegiatan, Emelianus mau, S.Kep.Ns.,M.Kep, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW-PPNI) saat memberi ditemui seuasai kegiatan dirinya menyampaikan apresiasinya dan juga masukkan Kepada Institusi STIKes Maranatha, Emalianus Mau menyampaikan bahwa kegiatan merupakan suatu bentuk Implementasi undang-undang sehingga dalam sambutannya pun tekankan bahwa mahasiwa yang mengikuti giat ini benar-dilatih bukan diceramah.

“Kami dari Profesi sangat mengapresiasi Institusi ini karena memprihatinkan Implementasi dari Regulasi dan harapan Masyarakat. Harapan Profesi STIKes Maranatha menghasilkan lulusan yang siap dipakai didalam memberikan pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat.

Didalam Undang-Undang dijelaskan bahwa setiap lulusan yang melakukan praktek salahsatu yang harus dimiliki yaitu sertifikat Penanganan Gawat Darurat. ada beberapa Sertifikasi seperti BTCLS, PPGD, BTLS, GELS, Ke-Gawat-Darurat-an

Loading...

Sertifikasi ini digunakan bagi perawat dan caregiver serta tenaga medis lainnya dalam menangani pasien yang rujukannya di rumah sakit, khususnya di Unit Gawat Darurat (UGD), Perusahaan, Puskesmas dan Klinik.

Seluruh tenaga medis yang memiliki sertifikat ini tentunya telah mampu menangani kasus ke-gawat-darurat-an kardiovaskuler, termasuk di dalamnya serangan jantung (Acute Miocard infark) dan arythmia lethal. Dan suda saya tegaskan bahwa mahasiwa yang mengikuti giat ini benar- benar dilatih bukan diceramah.”tutur Emalianus Mau

Dalam giat ini hadir Ketua Pembina Yayasan Maranatha, Drs Samuel Selan. Ketua STIKes Maranatha Kupang, Ns. Stefanus Mendes Kiik M. Kep, sp. Kep. Kom. Emelianus mau, S.Kep.Ns.,M.Kep, DPW-PPNI. Petrus Laba, S.ST . yang mewakili HIPGABI. Serli MahoKlory, S.Kep.,Ns.,M.Kep, Sekpro Ners yang juga adalah Ketua Panitia. Para Dosen dan juga 84 Mahasiswa.

Ketua Pembina Yayasan Maranatha, Ketua Pembina Yayasan Maranatha, Drs Samuel Selan. . Juga memotivasi Mahasiswa agar dalam mengikuti kegiatan ini dengan Hati yang Ikhlas dan bukan dalam keadaan tertekan

Loading...

“Kepada Adik-adik Mahasiswa harapan saya, kalian ikut Kegiatan ini bukan karena merasa ini adalah kewajiban melainkan ini adalah sebuah kebutuhan atau keahlian yang harus dimiliki supaya suatu saat berada di desa atau dimana saja kalian mampu menjadi informan untuk keperawatan.” Ungkap Drs Samuel Selan.

Ketua STIKes Maranatha Kupang, Ns. Stefanus Mendes Kiik M. Kep, sp. Kep. Kom. Saat menyampaikan sambutannya Memberi harapan dan semangat kepada Mahasiswa yang hadir agar mau berfikir untuk out of the box

Perlu Melakukan cara-cara baru dikarenakan Keterampilan Merupaka sebuah kebutuhan sehingga peluang pekerjaan akan semakin terbuka, Stefanus Klik juga menyampaikan bahwa sudah ada tawaran dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia(BP2MI) yang juga menawarkan agar Mahasiswa STIKes Maranatha setelah selesai tidak hanya Bekerja di Indonesia tapi juga dapat mengambil peluang yang di tawarkan seperti  tenaga perawat untuk bisa Bekerja di Jepang, Belanda, dan Turki dengan pendapatan yang memuaskan.

“Peluang untuk PPGD ini bersyukur kita sudah melangsungkannya selama empat Tahun. Muda-mudahan ini terus Berjalan sehingga Institusi ini tidak hanya menghasilkan Jumlah yang banyak tapi juga menghasilkan kualitas yang baik.

Minggu lalu kami kedatangan tamu dari BP2MI mereka dari Pemerintah menawarkan untuk adik-adik tidak hanya selesai dari STIKes Maranatha tapi juga bisa menangkap peluang pekerjaan yang terbuka lebar untuk di tempatkan di Jepang, Belanda, dan Turki. Dengan gaji yang cukup menjanjikan ada yang sampai 200 juta per Bulan.

“Jadi Memang Kedepan kita harus berpikir Keluar dari sangkar, dari kotak yang kita tempati, Berpikir out of the box.” Tutupnya. (JR/Fisel)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat