SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Diduga Salah Satu Pelaku Pengeroyokan Pers dan LSM Kantongi Senpira

Diduga Salah Satu Pelaku Pengeroyokan Pers dan LSM Kantongi Senpira

4

CORPSNEWS, MUBA – Investigasi Bangunan Sekolah Dasar, Dua Wartawan Satu LSM Diduga dihalangi tugasnya untuk melaksanakan Kontrol Sosial, berdasarkan hal tersebut terlihat jelas dengan adanya Salah Satu Anggota LSM atasnama AG (32) ditusuk oknum keluarga kepala sekolah hingga mengalami luka robek sedalam 7 cm.

Dua Wartawan yang melakukan Investigasi ini adalah WM dan IH yang mendampingi narasumber untuk mengkroscek kebenaran diduga bangunan Sekolah Dasar bermasalah. Kejadian ini berada di dusun Muara Padang kembang umur desa Epil kecamatan Lais, kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (01/9/2020).

Menanggapi kabar yang menimpa Pers ini, H Oktaf Riyadi SH Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Pusat mengungkapkan, berdasarkan Undang – undang Pers No 40 Tahun 1999 mengingatkan siapa pun yang menghalang-halangi tugas wartawan, bisa dipenjara dua tahun atau denda Rp 500 juta.

” Ketika wartawan sedang mencari berita, dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Tidak boleh dihalang-halangi. Ketika dihalanghalangi, ada ancaman pidana,” dikatakan Oktaf.

Pernyataan tersebut merujuk pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Oktaf menjelaskan, hal ini harus segera di Proses dan pihak Aparat Penegak Hukum harus cepat menanggapi hal ini, saya kira hal ini perlu diberikan tindakan, segera usut tuntas permasalahan ini.

” Saya ingatkan kepada Aparat Penegak Hukum yang melakukan Penyelidikan untuk segera mengusut tuntas kejadian yang menimpa dua wartawan Anggota PWI Musi Banyuasin dan satu orang Anggota LSM yang melaksanakan tugasnya sebagai kontrol sosial,” tegas Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Pusat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Salah satu pelaku pembacokan ini adalah keluarga dari Kepala Sekolah Dasar yang memiliki Proyek Pembangunan Swakelola. Hal ini yang membuat kedua Wartawan dan Satu LSM melakukan Investigas dan tugas itu pun dihalangi-halangi seolah-olah Pembangunan tersebut tidak ingin di dokumentasikan.

Loading...

Sementara itu Ketua PWI kabupaten Musi Banyuasin Herlin Koisasi SH menanggapi hal ini, kami minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalah yang menimpa kedua anggota kami dan satu LSM yang melakukan tugasnya sebagai kontrol sosial.

” Sudah jelas juga apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa Pers dan LSM harus membantu Pemerintahan untuk menjalankan Kontrol Sosial, baik pembangunan maupun dalam kemajuan Perekonomian,” beber Herlin.

Dilanjutkannya, didalam menjalankan tugas dan fungsinya Pers dibekali dengan Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999 dimana siapapun tidak boleh menghalangi tugas dan fungsinya.

” Kami minta kepada Aparat Penegak Hukum, untuk mengusut tuntas kejadian ini, dan tolong terapkan Undang-undang Pers sebagaimana mesti karena ini adalah tugas dan fungsi Pers, sekali lagi kami minta kejadian ini agar segera diselesaikan,” ditegaskan Herlin.

Loading...

Menurut salah satu korban yang juga wartawan yang melakukan Investigasi WM, pelaku pengeroyokan ada 5 orang dan satu diantaranya adalah suami dari diduga Kepala Sekolah tersebut.

” 5 Orang pelaku pengeroyokan, satu diantaranya adalah Diduga suami kepala sekolah. Dan satunya lagi mengantongi Senpira,” ujarnya.

Sementara itu terpisah Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH SIK mengungkapkan,

Pasca Penyerangan dua Wartawan berinisial WM dan IH dan LSM AG yang bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Erlin Tangjaya SH SIK, tegaskan tangkap pelaku.

” Saya mendapatkan laporan terkait penyerangan rekan kita dari media, saya sudah perintahkan agar tangkap pelakunya,” tegasnya.

Lanjutnya, pasca kejadian tersebut dirinya mendapatkan informasi dari ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muba, selain itu dirinya mendapatkan telepon dari Polda Sumsel kasus tersebut menjadi atensi.(Adi)

Editor : M.Nur

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat