SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Maksimalkan Peran Ulama Sukseskan Pemilihan 2020

Maksimalkan Peran Ulama Sukseskan Pemilihan 2020

65

Corpsnews, Padang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang menggelar Sosialisasi Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2020, Selasa (25/8/2020).

Sosialisasi bertema “Pilkada Damai anti Hoax, Anti SARA, Money Politic” diikuti oleh 20 orang peserta dengan narasumber Anggota KPU Kota Padang Divisi Program Data Arianto, Divisi Hukum Azwirman, Ketua MUI Kota Padang Duski Samad, Akedemisi UIN Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik, Sekretaris KPU Kota Padang Lucky Dharma Yuli dan bertindak selaku moderator Divisi Teknis Amid Muttaqim.

Arianto saat membuka acara berharap kegiatan semacam ini bisa rutin digelar karena dapat menjadi contoh upaya peningkatan partisipasi pemilih di Pilgub Sumbar. Peran ulama menurut dia memang perlu dimaksimalkan untuk menyampaikan pesan pentingnya masyarakat terlibat dalam pemilihan. “Peran ulama dalam masyarakat sangatlah penting dalam menyukseskan demokrasi pemilihan ini. KPU akan jauh lebih baik dengan didukung oleh semua pihak khususnya para ulama, karena ulama dan ustaz mempunyai peran penting dalam masyarakat,” kata Arianto.

Duski Samad menyambut baik kerja sama antara pihaknya dengan KPU Kota Padang sebagai kerja kolektif untuk kepentingan bangsa. Dia juga sepakat dan mendukung keterlibatan ulama sebagai penggerak dan pencerah masyarakat agar terlibat dalam proses pemilihan kepemimpinan. “Justru ulama diperlukan untuk memastikan bahwa kebohongan (hoaks), berita palsu, ujaran kebencian, politik uang, dan saling membenci, adalah sikap, perbuatan, akhlak tercela yang dikecam Islam. Ulama tentu akan menjadi tokoh terdepan untuk menjadi contoh teladan pemilih bertanggung jawab, warga berakhlak mulia, dan memberikan tausiyah kepada pasangan calon dan timnya untuk menjaga kebaikan, fair, jujur dan taat aturan dalam kontestasi,” ucap Duski.

Muhammad Taufik dikesempatan berikutnya menilai ulama sebagai penjaga perubahan yang bisa menyesuaikan dengan beradaptasi lingkungan baru, serta memiliki legitimasi dalam memutuskan segala persoalan dan kebutuhan masyarakat muslim.

Taufik juga menjelaskan bahwa bahaya dari hoaks, SARA dan politik uang tidak hanya merusak akal sehat calon pemimpin tapi juga mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu dan lebih parah lagi dapat merusak kerukunan masyarakat yang mengarah pada disentegrasi bangsa. (KPU)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat