Seminar Daurah Ulama dan Bedah Buku Mama Kudang   “Sejarah Bangsa Indonesia”

Seminar Daurah Ulama dan Bedah Buku Mama Kudang “Sejarah Bangsa Indonesia”

14

 Jawa Barat – Tasikmalaya corpsnews.com : Seminar Daulah Ulama dan Bedah Buku Mama Kudang berlangsung diselenggarakan di Gedung Mandala Universitas Siliwangi di mulai pada pukul 07.00 wib. s.d.  jam 13.00 wib Pada Hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020.

Dihadiri oleh berbagai stake holder diantaranya Walikota Tasikmalaya,  Ketua DPRD kota Tasikmalaya, perwakilan dari Polres kota Tasikmalaya ,  perwakilan dari Bupati Kabupaten Tasikmalaya  Tokoh Pesantren, Ormas Islam, Keluarga Besar Mama Kudang,  dan Rektor Universitas Siliwangi.

Kegiatan ini di gagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kota Tasikmalaya, dari kegiatan  ini setidaknya memberi dua manfaat besar bagi umat islam, warga Tasikmalaya bahkan bagi bangsa Indonesia diantaranya sebagai berikut:

(1). Upaya nyata memuliakan seorang tokoh ulama yang memang telah berjasa bagi umat Islam di Tasikmalaya dan umat Islam se-Indonesia. Beliau bukan saja berhasil membangun jaringan pesantren dan umat Islam di Tasikmalaya dan Priangan Timur, tetapi beliau juga di antara tokoh terkenal yang ikut membangun kesadaran umat menentang penjajahan asing belanda, Inggris, maupun Jepang.

(2).  Bertambahnya buku atau bacaan bermutu yang sekali lagi akan ikut memberi wawasan kepada generasi baru masa kini yang pada umumnya tidak mengetahui di mana Pesantren Kudang, apalagi arti Pesantren Kudang di dalam kebangkitan agama Islam  di kota Tasikmalaya dan Priangan Timur, maupun Jawa Barat bagian selatan timur pada umumnya.

Buku ini akan memperkaya khazanah bangsa, dan lebih khusus bagi warga , serta lebih-lebih buku bermutu, berupa sejarah seorang warga yang berjasa bagi lingkungan.

Mama Kudang atau KH. Muhammad Sudja’i, Lahir Tasikmalaya, Hari Senin, 14 Sya’ban 1240 H / 4 April 1825 M. Wafat Hari Kamis 25 Mei 1961 M / 10 Dzulhijah 1380 H.

Loading...

Beberapa tokoh ulama Tasikmalaya dan aktivis intelektual  untuk mendorong ke pemerintah  pusat, bahwa Mama Kudang atau KH. Muhammad Sudja’i harus dianugrahkan sebagai Pahlawan Nasional selain itu juga mengusulkan bahwa Jalan Baru mangin itu harus diberi nama Jalan atas nama Mama Kudang atau KH. Muhammad Sudja’i.

 

H. A. Zaki Mubarak beliau selaku penulis Buku Mama Kudang hasil wawacara dengan penulis buku tersebut diantaranya dari isi buku mama kudang adalah Mama Kudang memiliki Keistimewaan yang bagi masyarakat awam itu adalah sesuatu yang luar biasa. Beberapa keistimewaan memiliki kesamaan dengan gurunya seperti keistimewaan melipat bumi, mengusir penjajah, bertemu  dengan orang yang tidak mungkin secara rasional bisa bertemu (Nabi Khidir dan Imam Mahdi).

Loading...

Peran yang sangat besar dalam estafet penyebaran Islam di Tasikmalaya, tatar pasundan dan bahkan berperan secara sosial politik nasional, Mama Kudang memiliki aspek kepantasan jika diajukan sebagai pahlawan Nasional ujar  DR. H. A. Zaki Mubarak.

Sedangkan dari Pihak Dr. KH. Acep Zoni Saeful Mubarok , M. Ag bahwa tujuan launching buku Mama Kudang ini untuk memperkenalkan ke generasi muda sosok seseorang yang pernah berjasa kepada Bangsa Indonesia, bahkan  lahirnya  NKRI  karena beliau menjadi  ketua Konstituante sementara, dan agar tidak lupa dengan sejarah, bahwa beliau seorang sosok  tokoh dunia yang berasal dari Tasikmalaya dan mengusulkan nama jalan yang besar memakai nama Mama Kudang atau  KH. Muhammad Sudja’i.

Kabiro Corps News | Mumuh Kostaman, S.Kom

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat