Muhammad Irsyad  Mampu Berprestasi Meski Penuh Keterbatasan

Muhammad Irsyad Mampu Berprestasi Meski Penuh Keterbatasan

11
Solok Selatan, Corpsnews.com,- Muhammad Irsyad adalah anak bungsu dari Enam orang bersaudara, lahir di Malus 19 september 2000. terlahir dari keluarga yang sederhana. setelah 6 tahun bersekolah di SDLB Golden Arm Padang Aro Solok Selatan M Irsyad melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Bustanul Huda Malus Kec. Sangir. berjalan waktu enam tahun Irsyad nyantri di Bustanul Huda setiap semester tetap juara umum. seluruh bidang studi dikuasainya terutama kitab standar dan sejarah.

Bahkan, M. Irsyad anak bungsu  dari pasangan Jamuhur (ayah) dan Dasniarti (ibu) ini tembus untuk menyisihkan anak-anak yang memiliki pisik normal saat mengikuti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2020 kemaren.

Hebatnya, perguruan tinggi yang diminati M. Irsyad ini juga salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dan dia lulus di jurusan Pembangunan dan Kesejahteraan.

Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Huda Malus, Kecamatan Sangir, Buya Syarkawi didampingi alah sorang guru M. Irsyad  Asmarni mengatakan, selama mengikuti pembelajaran di pondok sejak tamat di SDLB Golden Arm Padang Aro, M. Irsyad telah memperlihatkan banyak kelebihan dalam berbagai mata pelajaran.

Artinya, keterbatasan dirinya yang buta sejak lahir itu, mampu menyisihkan kawan-kawannya yang normal dalam belajar, sehingga sang juara terus diraihnya mulai duduk di bangku MTs maupun MA di Ponpes ini, ” terang Syarkawi

Sepengetahuan Syarkawi, M. Irsyad ini selain selalu juara kelas, ia juga memiliki kemampuan atau kelebihan di bidang Ilmu Teknologi (IT). Maka tidak heran, meski dia tidak bisa melihat, namun berbagai media sosial, seperti Face Book dan Instagram mampu dia lakukan.

Sedangkan untuk ilmu pengetahuan, semua bidang studi mampu dia kuasai, terutama ilmu kitab standar maupun ilmu sejarah islam. Bahkan dia juga tercatat sebagai HafIdz Qur’an 5 juz, ” terang Syarkawi yang diamini Asmarni.

Maka tidak heran, M. Irsyad ini termasuk salah seorang anak yang siap untuk menghadapi tantangan. Bahkan saat ia ditawari untuk melanjutkan pendidikan ke jalur Sekolah Luar Biasa oleh keluarganya mapun oleh pihak Ponpes Bustanul Huda, ia tolak.

” kalau kita sekolah di jalur SLB, sudah pasti kita akan diajarkan dengan metode pembelajaran anak-anak yang memiliki keterbatasan pisik, ungkap M. Irsyad sebagaimana ditirukan,” Syarkawi

Loading...

Maka ketika ia ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus MA di Ponpes, ia pilih untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi jalur umum, ” ungkapnya.

Alhamdulillah hasil tes lewat jalur SBMPTN kemaren, M. Irsyad yang lahir 19-09-2000 dinyatakan lulus SBMPTN LTMPT 2020 dengan nomor peserta 120-142-0328, ” tambah Syarkawi

Lulusnya, M. Irsyad tentu disambut suka cita keluarganya, maupun pihak Ponpes Bustanul Huda dan jajaran Kakanmenag Solok Selatan,” katanya.

Meski demikian, saat ini keluarga M. Irsyad masih cemas dengan kebutuhan yang harus di persiapkan untuk meraih cita-cita di UGM tersebut, Artinya keluarga M. Irsyad saat ini masih membutuhkan dana untuk keberangkatannya ke Yogya maupun dana untuk kebutuhan memondok dan biaya makan minum disana.

Loading...

Kalau melihat dari kondisi orang tuanya, Jamuhur (ayah) yang kesehariannya bekerja sebagai petani, saat ini dalam kondisi sakit-sakitan pula. Sehingga yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat ini adalah Dasniarti (ibu) M. Irsyad.

Bahkan saat menuntut ilmu di pondok M. Irsyad ini berusaha membantu meringankan beban orang tua dengan cara menjual pulsa,” terang Syarkawi yang juga Ketua MUI Solsel itu.

Ditempat terpisah Kasi Pendis Kemenag Solsel, H. Mahadolok Ritonga, mengungkap apresiasi pada M. Irsyad yang telah mampu lulus di perguruan tinggi ternama. Sebagai makluk Allah SWT yang memiliki kekurangan, hendaknya. M. Irsyad dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait dengan kekurangan biaya untuk, M. Irsyad agar bisa meraih cita-citanya kuliah di UGM, Mahadolok sangat berharap secercah harapan pada dermawan atau berbagai pihak yang peduli akan pendidikan di Negeri ini, Sehingga beban biaya yang menjadi pemikiran ayahnya yang sedang sakit akan dapat berkurang,” harap Mahadolok.

Bagi para dermawan yang  berkeinginan menjadi donatur untuk membantu meringankan beban biaya M. Irsyad, dapat juga lansung berwakaf malalui rekening nomor 0782728880 (BNI) a/n Muhammad Irsyad (P)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat