Virus Mendunia – Doa si Kecil

Virus Mendunia – Doa si Kecil

65
Ilustrasi Doa Si Kecil

Cerpen oleh Johand Neno

Hari itu tepatnya hari sabtu. Aku duduk di teras rumah sambil melahap sebatang rokok Sempoerna ditemani secangkir kopi tugu buaya, buatan ibuku Yohana namanya. Sambil menikmati secanngkir kopi itu, pikiran aku begitu terbuai dengan masalah-masalah non alam yang dihadapi dunia masa kini. Ya benar.

Pikiranku tertuju pada siaran yang aku ikuti malam tadi. Banyak orang yang telah tertelan oleh musibah non alam ini. Apa sebabnya hingga musibah yang mengerikan ini datang…apa ini adalah cobaan dari Yang Kuasa ataukah musibah ciptaan manusia jenius yang bobrok? Tanyaku dalam hati.

Beberapa waktu aku gunakan untuk memfokuskan pikiran pada persoalan non alam tersebut tapi aku tidak mampu untuk menemukan satu steitmen kuat tentang lahirnya wabah non alam ini.
Aku terdiam. Aku terpaku. Akupun membisu. Dengan arah pikiran itu. Ah,,,mengapa harus memaksa akalku untuk mendeteksi lahirnya wabah non alam itu? Aku berusaha untuk menggantikan posisi nalar itu dengan hal lain tapi tampaknya nalar wabah non alam telah menguasai akalku. Seakan-akan aku adalah tokoh netralis yang berperan sebagai penengah antara wabah ciptaan manusia VS wabah ciptaan Allah yang keduanya berada tepat di posisi akal utamaku.

Sore itu aku seakan-akan menjadi pemikir hebat yang menghadirkan dua versi steitment dalam akalku yang sempit ini serta menjadi wasit atau penengah akan perang dingin antara wabah ciptaan Allah VS wabah ciptaan manusia.

Tidak terasa sebatang rokok dan secangkir kopi telah ku lahap bersih yang tersisa adalah serbuk dan ampas.

Selang beberapa menit,” bai Marsel” sapaan akrabnya datang melalui samping rumah menuju tempat aku duduk. Selamat sore ba’i sapaku; selamat sore juga…ada apa? Terlihat murung…aku sedang bermain dengan akal akan wabah non alam ini…jawabku. Ba’i Marsel: cari gila? Tidak!!! “aku cari seluk beluk datangnya wabah non alam ini “jawabku. Sebelum kamu berpikir dengan akal kamu itu, lihatlah firman Allah yang tertera pada Kitab Keluaran, disana menjelaskan hukuman Allah bagi orang Mesir yang tidak percaya akan Allah; imbuh ba’i Marsel. Aku tercengang sambil memikirkan kata, kalimat dan frase yang dilontarkan ba’i Marsel saat itu.

Tidak berpikir panjang, akupun menuju kamar doa dan mencarikan bukti ayat pada firman Allah yang bertuliskan wabah yang diturunkan Allah bagi penduduk Mesir yang tidak percaya akan kuasa Allah. Beberapa menit aku gunakan untuk membuka ayat tersebut, ternyata sama persis dengan bahasa yang dilontarkan itu.
Akupun mulai membandingkan dengan situasi kini yang melanda penduduk dunia. Dimana kematian manusia akan wabah non alam ini sangat mengerikan. Aku mulai mengarahkan semua akalku akan firman itu. Semakin aku berakal akan tulah yang terjadi di zaman praYesus sama persis dengan apa yang sedang dihadapi manusia kini.
Setelah aku membandingkan situasi kini dengan situasi PraYesus dalam hubungannya dengan wabah non alam ini, (VIRUS CORONA)pada akhirnya memiliki kesamaan dengan situasi yang dihadapkan Allah dengan penduduk Mesir.

Loading...

Ya wabah ini merupakan salah satu teguran Yang Kuasa bagi manusia. Ya wabah ini merupakan teguran Allah.

Sambil menghela napas dan membelai wajahku, terdengar lantunan doa dari seorang anak kecil…suaranya begitu mungil yang sempat terekam indera pendengarku
“Ya Bapa,,, jiwa dan rohku yang kekanak-kanakan ini,
aku ingin melantungkan seruan bagi-Mu;,,,
jikalau wabah ini merupakan cobaan-Mu bagi hidup manusia,
sekarang aku mohon kembalilah wabah ini pada sumbernya. Aku mohon jenganlah wabah non alam ini(VIRUS CORONA) Mewabah lebih leluasa hingga mematahkan pucuk-pucuk tunas baru, Serta bunga-bunga yang kini memamerkan wangiannya Berilah kesempatan untuk mereka berkembang menghiasi bumi-Mu ini.

Seruan si kecil terekam rapi dalm benakku. Seakan-akan seruan itu merupakan milik jiwa dan rohku. Ketika dengan mataku yang begitu lelah, aku mencoba melirik ke sebelah dinding kamarku tepat bergantungnya sebuah jam dinding kuno, menampilkan angka 07. 00

Penulis Johand Neno

Loading...

Laenmanen/Malaka

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat