Relawan Covid 19 Desa Weulun; Ada Indikasi Korupsi Anggaran Covid 19

Relawan Covid 19 Desa Weulun; Ada Indikasi Korupsi Anggaran Covid 19

Corpsnews, Malaka – Pemerintah menaikkan anggaran penanganan Covid-19 dari Rp 405,1 triliun menjadi Rp 677,2 triliun. Dengan demikian anggarannya membengkak Rp 272,1 triliun atau sebesar 67 persen.

Sesuai Surat Edaran Mentri Desa, PDT dan Transmigrasi No 28 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 Dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa yang menjelaskan pada satu poin yaitu Desa Tanggap Covid-19 yang mengatur struktur dan tugas Desa Relawan Covid-19, maka sesuai rujukan dari Surat Edaran dan fakra rill dilapangan Desa Weulun, Kec. Wewiku Kabupaten Malaka diduga salah manfaatkan anggaran Covid sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Dalam penyampaian Yosefina Telik Seran (Wakil Ketua BPD) sebagai salah satu Relawan Covid 19 kepada media menyampaikan bahwa, dalam kegiatan yang kami jalankan tidak ada transparasi anggaran dalam fasilitasi tim relawan covid 19. Kamis (06/08/2020)

“Jumlah jiwa total Desa Weulun dari balita sampe lansia sekitar 1300 jiwa, dan jiwa produktif untuk pembagian atau penerima masker sebanyak 800 jiwa tapi pengadaan masker untuk masrakat 1800 jiwa, pertanyanya dimana manfaat Masker dari 1000 yang tersisa” pungkasnya

Lanjut Yosefina, lihat dari pengadaan masker yang ada pada fakta lapangan terjadi manipulasi atau fiktif dalam laporan anggaran covid 19. Terusnya, dalam kerja tim relawan covid 19 yang efektif difasilitasi logistik dengan anggaran 27juta pertigabulan, tetapi realitanya tidak sesuai dengan apa yang disepakati dalam internal relawan tersebut.

“Kami relawan kerja efektif dua minggu dengan pengeluaran anggaran makanan setiap hari maksimal sebanyak Rp. 75.000”, tandasnya

Ia menjelaskan lagi bahwa, dalam kegiatan relawan selama ini tidak ada transparasi anggaran dalam penggunaan setiap pos relawan menjalankan kerja dilapangan.

“Dalam keadaan covid 19, tapi kehadiran Kapolres Malaka disambut dengan ruang yang istimewa atau megah” tuturnya

Loading...

Meneruskan, kehadiran kapolres Malaka hanya memberikan cendramata tetapi masyarakat dan Pejabat Desa rasa keadaan biasa-biasa saja sehingga kedatangan beliau tidak direlivansikan kondisi yang hakiki.

“Dalam makan minum kunjungan Kapolres Malaka uangnya dicopot dari anggaran covid minimal 9 juta”, bebernya

Setelah kunjungan polres Malaka, sampe hari ini tidak kebijakan dari penjabat dalam transparasi anggara dari relawan covid 19, sehingga terkesan Desa Weulun terindikasi korupsi anggaran covid 19. Tutupnya

Corpsnews/Fren Klau

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat