Menjelang Pilkada Malaka, Kedua Pemuda Ini Angkat Bicara

5
Foto Jefrianus Seran

Corpsnews, Kupang – Menjelang Pesta Pilkada serentak yang sudah mendekat akan dilaksanakan pada tanggal
9 Desember 2020 mendatang. Kabupaten malaka termasuk salah satu daerah pemilihan pada Perhelatan pesta Demokrasi 2020.

Ketika Media Corpsnews.com menerima Pernyataan dari Jefrianus Seran melalui WhatsApp, ia menyampaikan bahwa;

kita menyambutnya dengan politik riang gembira. Masyarakat malaka begitu antusias menyambut pesta pilkada serentak 2020, hal ini bisa
dilihat diruang diskusi masyarakat melalui diskusi empat mata maupun diskusi di media online yang begitu ramai. Kamis (23/07/2020) Sore

“Banyak perselisihan argumentasi miring terkait isu politik itu hal biasa, namun mari kita tetap junjung tinggi asas kekeluargaan”, tandas Jefri

Mahasiswa Bali ini juga melanjutkan, menjelang pilkada malaka, saya melihat banyak masyarakat saling menyerang antara satu sama lain demi menjaga stabilitas dan kekuatan kandidat masing-masing. Hal itu boleh-boleh saja, asal jangan kelewatan ambang batas manusiawi.

” Dalam hal ini, siapun boleh memberikan masukan/pendapat tentang politik dimuka umum ataupun di media-media online sekalipun “boleh” asalkan jangan menyerang kehormatan orang lain itu tidak boleh” bebernya

Saya mengajak seluruh masyarakat Malaka, untuk bersikap profesional dan tidak terprovokasi oleh isu-isu politik masa kini. Banyak bersabar lebih baik dari pada banyak berargumentasi tapi tidak ada titik temunya. Hal itu membuat ketersinggungan bagi si pembaca atau penikmat media online. Tutupnya.

Foto Yulianto Bere

Dalam waktu yang sama, Yulianto Bere SH juga mengutarakan bahwa,

Loading...

“Siapapun balon yang diusung adalah putera-putera terbaik Malaka. Mereka punya satu tujuan yaitu “Perubahan Malaka” bukan Memecah belah, bukan Merusak hubungan Keluarga dan Kekerabatan. Masyarakat silahkan tentukan pilihan kepada kandidat
manapun sesuai hati Nurani masing-masing. Jangan lupa pula masyarakat Malaka tetap menjaga kesakralan Filosifi Budaya Malaka yaitu; “Hak neter malu no Hak Taek malu”.

Pria bergelar SH tersebut menambahkan, walaupun kita berbeda pilihan/politik, tetapi kita tetap saudara. Kandidat mana yang
dipilih menjadi Bupati Malaka itulah Pemimpin kita 5 (lima) tahun kedepan. Maka dengan senang hati kita beri kepercayaan kepadanya untuk memimpin kita selama 5 (lima) tahun kedepan.

“Saya mengingatkan agar masyarakat malaka tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu
politik masa kini dan tidak boleh menerima politik uang dari balon manapun”, tutupnya

Kedua Pemuda tersebut berharap agar para petinggi elit-elit politik di Kabupaten Malaka bersikap Profesional, tetap membangun komunikasi yang santun antara sesama agar hubungan persahabatan selama ini tidak rusak gara-gara politik semata.

Loading...

*Fren Klau*

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat