Aksi Ormawa Undana Tuntut Ganti SK Rektor 416/2020 Dan Realisasikan SK Permendikbud No 25 Tahun 2020

9
Situasi saat aksi berlangsung.

Corpsnews, Kota Kupang – Dalam pandemik covid 19, segala tatanan pertumbuhan ekonomi gagal dalam kebutuhan sosial masyarakat dan dampaknya pada pendidikan yang merosot di Negeri ini. Menyikapi persoalan tersebut, Ormawa Undana Kupang menggelarkan aksi damai yang berute dari Bundaran Penghijauan sampai di depan Pintu Gerbang Undana Kupang, kamis (23/07/2020).

Dalam pembukaan Orasi Politik Kordinator Lapangan (Alden Mesah), menyampaikan bahwa;
“Hari ini kita turun ke jalan untuk menuntut keadilan, yang bilamana keadilan hari ini sudah tidak menjadi lagi misi kita bersama, melainkan hanya untuk segelintir orang”, pungkas Alden.

Ia melanjutkan, jika hari ini keadilan tidak berpihak pada semua Kalangan Mahasiswa yang bergelut atau mengenyam pendidikan di Lembaga besar Undana Kupang tercinta ini, maka jangan heran jika kami terus kibarkan bendera di jalan dan menggemahkan suara yang lantang bahwa pendidikan telah di politisasi untuk kepentingan segilintir orang.

“Jika hari ini Lembaga tercintaku tidak memberikan kebijakan untuk menurunkan UKT 50 persen maka kami ingin bilang bahwa lembaga ini mengalami krisis analisis dengan situasi urgen yang substansial hari ini”, tutupnya

Dalam waktu bergantian Fadly Anetong membeberkan orasi politiknya bahwa,
Kami turun ke jalan karena kami peka dengan kondisi yang kami rasakan saat ini, lebih utamanya Orang Tua kami mengalami krisis ekonomi yang sangat parah di tengah pandemic Covid sehingga pembiayaan UKT dalam Pendidikan tidak menunjang sesuai kebijakan Kampus yang kini kokoh dalam realisasinya.

“Sejak Undana Kupang menggantikan statusnya dalam Badan Layanan Umum (BLU), segala kebijakan yang lahir tidak sama sekali pro terhadap Mahasiswa, bahkan keadilan sosial yang menjadi asas kehidupan hanyalah nihilisme”, ujar Orator tersebut.

Ia menambahkan bahwa, kebijakan-kebijakan yang ada di lembaga Undana Kupang merupakan prodak hukum kapitalisme yang ingin menghisap ekonomi melalui sistem UKT yang di tetapkan oleh kapitalis birokrasi pendidikan Undana Kupang.

“Sistem pendidikan Undana Kupang hari ini di politisasi untuk kepentingan kelompok, sehingga meraka memodifikasi melalui UKT dengan peras mahasiswa tanpa melihat pada situasi yang hari kami rasakan” ujar mahasiswa Fapet tersebut.

Loading...

Mahasiswa Fapet tersebut menutup orasi politiknya dengan suara yang lantang meneriakan agar Pimpinan Undana Kupang segera cabut SK Rektor 416/2020 dengan menggantikan keringanan registrasi mahasiswa Undana pada umumnya dengan UKT 50 persen.

Point-point tuntutan Aksi Ormawa Undana Kupang sebagai berikut :

1. Meminta pimpinan Universitas Nusa Cendana Kupang untuk mencabut SK Rektor nomor 416/2020 tentang perubahan atas keputusan pemberian bantuan kepada mahasiswa aktif undana yang terdampak covid-19 dan menggantikan dengan perpotongan UKT sebesar 50 persen.

2. Menuntut pengelolaan uang Bidik Misi
a. Registrasi awal mahasiswa penerima Bidik Misi 2016
b. Voucher buku mahasiswa penerima Bidik Misi 2016.

Loading...

*Fren*

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat