APM Kota Kupang Gelar Aksi Mimbar Bebas

APM Kota Kupang Gelar Aksi Mimbar Bebas

69
Aksi APM Kota Kupang

Corpsnews, Kota Kupang – Aliansi Perjuangan Mahasiswa (APM), Kota Kupang yang terorganisir dari LMND-DN Kolkot Kupang dan Himpunan Mahasiswa Timor Politani Kupang
gelarkan aksi Mimbar Bebas yang bertempat di depan Kantor DPRD Provinsi NTT. Rabu (22/07/2020).

Dalam Pantauan media, orasi politik, Kordinator Lapangan (Yuven Seran), menyampaikan bahwa Omnibus Law merupakan manefestasi dari dalil korporatisme kaum feodal dengan penguasa yang ingin melumpuhkan dan menghisap ekonomi kerakyatan demi kepentingan segilintir orang atau yang sering disebut public berwajah cantik imperealisme.

“Investasi yang digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi nasional sejatinya hanya untuk menyelamatkan krisis kapitalisme dan hanya menguntungkan para pemodal”, pungkasnya.

Ia menambahkan, Kelesuan ekonomi global memaksa pemerintah Jokowi untuk mengeluarkan RUU Cipta Lapangan Kerja, UMKM, dan Perpajakan yang dibungkus dengan Omnibus Law akan mengorbankan hak – hak rakyat dan mempersempit ruang demokrasi rakyat dan rakyatlah yang akan menjadi tumbal atas kepentingan investasi.

Selanjutnya, Cymer Radja, salah satu orator aksi APM membeberkan orasi politiknya bahwa Omnibus Law merupakan paket kebijakan yg dibuat Rezim Jokowi – Ma’aruf untuk memuluskan investasi semakin eksis di Indonesia, diperparah lagi dibeberapa point RUU Cipta Lapangan Kerja tidak ada cuti haid dan cuti bersalin bagi buruh perempuan, menurutnya hal seperti ini merupakan bentuk nyata eksploitasi dari sistem yang dibuat oleh kapitalisme, sehingga hak-hak normatif berupa pemenuhan kebutuhan pokok dan kesejahteraan sama sekali tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah hari ini”.

“Jika hari ini indonesia menemukan krisis ekonomi yang berlipat ganda, maka rakyat jangan heran karena demokrasi kerayakyatan sudah menjadi lebel formalitas dalam bangsa tercinta ini, dan hari ini sudah transparan perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha sehingga demokrasi indonesia sangatlah liberalisme dalam antek kapitalisme”, ungkapnya.

Tuntutan aksi APM Kota Kupang sebagai berikut :
1. Stop eksploitasi terhadap buruh dan berikan upah layak.
2. Tolak Omnibus Law dan fokus tangani Covid – 19.
3. Stop PHK masal terhadap buruh
4. Tolak kebijakan Kampus yang merugikan mahasiswa
5. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis
6. Ringankan pembayaran registrasi di tengah pandemi Covid – 19
7. Tolak biaya rapit tes
8. Selesaikan persoalan agreria di NTT
9. Stop intimidasi dan represif terhadap gerakkan rakyat.(*)

*Fren Klau*

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat