Langkah Organisatoris Harus Diiringi Niat Yang Lebih Besar Dari Sekedar Kepentingan Kelompok

Langkah Organisatoris Harus Diiringi Niat Yang Lebih Besar Dari Sekedar Kepentingan Kelompok

57
Foto Istimewa Andy Boxer

Corpsnews, Jakarta – Perhelatan Akbar yang diusulkan oleh beberapa fungsionaris elit Partai Berkarya melalui Munaslub melahirkan simpang siur asumsi dan opini baik ditataran fungsionari elit, anggota maupun masyarakat umum.

Menyikapi hal dan kondisi tersebut salah seorang loyalis HM.Soeharto yang dikenal dengan panggilan akrab Andy Boxer dan saat ini tergabung didalam salah satu organisasi loyalis sangat menyayangkan kondisi yang ada.
Andy menyebutkan kondisi ini dapat melahirkan berbagai macam opini dan asumsi terhadap Partai Berkarya ditataran masyarakat.

“Saya berharap organisasi apapun yang mengatas namakan loyalis hendaknya memiliki semangat,visi dan misi perjuangannya untuk lebih menitik beratkan pada ajaran-ajaran, dan pemahaman hingga petuah yang dipegang teguh oleh mantan Presiden Ke 2 RI tersebut karena ada semangat dan tujuan yang lebih besar dari semua niat perjuangan kita bersama ketimbang sekedar berorganisasi atau berpartai yaitu nilai-nilai luhur ideologi politik yang dipegang teguh oleh pak Harto dan itu adalah pengamalan Pancasila dan UUD’45 secara murni dan konsekwen dalam berpolitik sebagai ideologi serta dasar hukum Indonesia yang menjadi amanah para founding father bangsa ini.”Ujar Andy Boxer.

Lanjut Andy memaparkan, pemahaman masyarakat pasca reformasi hingga kini mulai parlahan menyadari akan perbedaan kehidupan ekonomi dan kondisi negara sebelum Reformasi dan saat ini. Terbukti dengan banyak masyarakat yang sudah banyak memviralkan hastag “Pie Kabare, enak to jamanku”

“Tidak dipungkiri saat ini masyarakat mulai melihat, memahami hingga membandingkan kondisi negara dan bangsa pasca reformasi, kami sangat bersyukur masyarakat dan bangsa Indonesia sudah dapat melihat secara jernih dengan pemahaman dan akal sehatnya tentang perbedaan antara masa orde baru dan orde reformasi, memang kita memahami ada keterbatasan dan pembatasan terlepas plus minus, pro kontra dan sebagainya tapi masyarakat merasakan sesuatu yang memberi kenyamanan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”Tambahnya

Andy juga berharap para loyalis mengedepankan etika dalam berpolitik yang ditanamkan oleh HM.Soeharto untuk menjadi landasan perjuangan dalam berorganisasi maupun berpartai.

“Jadi menurut hemat kami adalah sangat naif apabila kita membentuk organisasi dan atau partai hanya untuk mencari kesempatan semata baik atas nama pribadi atau kelompok hingga menafikan esensi nilai-nilai luhur filosofi, budaya hingga etika berpolitik yang ditanamkan oleh HM.Soeharto, yang seharusnya menjadi landasan perjuangan dalam berorganisasi maupun berpartai apabila kita mengatas namakan loyalis, demikian pungkasnya saat ditemui dikantornya bilangan Jakarta Selatan (senen, 6/7/20).

Selanjutnya Andy menegaskan bahwa dirinya bersama para loyalis-loyalis sejati lainnya dari HM.Soeharto maupun keluarganya akan berdiri bergandengan dibarisan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto untuk memberikan support penuh dalam menyikapi dinamika yang terjadi saat ini. (Red.CorpsNews)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat