Kuasa Hukum Ancam Pidanakan Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere

Kuasa Hukum Ancam Pidanakan Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere

55
Yayasan Santa Elisabeth

CORPSNEWS, MAUMERE – Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga melanggar Undang-Undang ketenagakerjaan terhadap karyawannya sehingga telah di adukan oleh dua orang karyawannya Gaudensius Geor dan Emanuel Sola melalui kuasa hukum Adv. Meridian Dewanta Dado SH kepada instansi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka.

Kuasa Hukum Gaudensius Geor dan Emanuel Sola, Adv. Meridian Dado SH dalam rilis tertulisnya tanggal 6 Juli 2020 yang di terima redaksi media Corpsnews.com menyarankan kepada ketua Yayasan Santa Elisabeth agar lebih Mengintrospeksi diri sehingga tidak hanya menyalahkan karyawan dan karyawati.

“Sebelum mencari-cari kesalahan pada para karyawan dan karyawatinya maka ada baiknya Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere segera bercermin dan melakukan instrospeksi secara mendalam  tentang berbagai pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere terhadap para karyawan dan karyawatinya. Sebab dengan bercermin dan melakukan instrospeksi secara mendalam bisa dipastikan akan semakin tercipta hubungan kerja yang harmonis antara Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere dan karyawan atau karyawatinya dalam usaha bersama meningkatkan kesejahteraan kedua belah pihak.” Tulis Meridian, Maumere,  6 Juli 2020.

Lanjut Adv. Meridian Dado SH menambahkan “Salah satu pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere adalah sebagaimana pengakuan dari 2 orang Klien kami atas nama Gaudensius Geor dan Emanuel Sola yang merupakan para karyawan dari Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, dimana kedua Klien kami itu mengaku telah tidak dibayar gajinya tepat pada waktunya oleh pihak Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere. Gaji untuk bulan April 2020 dibayarkan oleh pihak Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere pada bulan Mei 2020 atau sebulan kemudian, begitu pula gaji untuk bulan Mei 2020 dibayarkan pada akhir Juni 2020, namun demikian atas keterlambatan pembayaran gaji terhadap kedua Klien kami dimaksud ternyata pihak Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere telah secara sewenang-wenang tidak membayar denda dan bunga sesuai hukum bagi kedua Klien kami.”

Meridian Dewanta Dado SH, Advokat PERADI yang juga Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur (TPDI NTT) memaarkan Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere seharusnya mencermati PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2015 TENTANG PENGUPAHAN yang pada Pasal 55 menyatakan :
(1) Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 yang terlambat membayar dan/atau tidak membayar Upah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) dikenai denda, dengan ketentuan :
a. mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya Upah dibayar, dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) untuk setiap hari keterlambatan dari Upah yang seharusnya dibayarkan;
b. sesudah hari kedelapan, apabila Upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% (satu persen) untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari Upah yang seharusnya dibayarkan; dan
c. sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b
ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.
(2) Pengenaan denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar Upah kepada Pekerja/Buruh.

“Selain soal kesewenang-wenangan Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere yang tidak membayar denda dan bunga sesuai hukum akibat keterlambatan pembayaran gaji terhadap kedua Klien kami, maka pelanggaran hukum ketenagakerjaan lainnya oleh pihak Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere sesuai pengakuan kedua Klien kami adalah menyangkut tidak diperbaharuinya Peraturan Perusahaan oleh Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan sehingga Peraturan Perusahaan yang diberlakukan oleh Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
terhadap para karyawan atau karyawatinya adalah Peraturan Perusahaan yang sudah kadaluarsa yang hanya berlaku selama 2 tahun dari tahun 2016 sampai tahun 2018. Padahal sesuai ketentuan Pasal 111 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditegaskan bahwa : “Masa berlaku peraturan perusahaan paling lama 2 (dua) tahun dan wajib diperbaharui setelah habis masa berlakunya.”Papar Advokat Meridian.

Ditambahkan Kuasa Hukum Gaudensius Geor dan Emanuel Sola ini bahwa “Dengan tidak memperbaharui Peraturan Perusahaan setelah habis masa berlakunya sesuai ketentuan Pasal 111 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tentu saja berdampak pada bisa dipidananya Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere sesuai ketentuan Pasal 188 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menegaskan bahwa : “Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2), Pasal 38 ayat (2), Pasal 63 ayat (1), Pasal 78 ayat (1), Pasal 108 ayat (1), Pasal 111 ayat (3), Pasal 114, dan Pasal 148, dikenakan sanksi pidana denda paling sedikit Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.

Terakhir Kuasa Hukum Gaudensius Geor dan Emanuel Sola, Adv. Meridian Dado SH mengancam akan Pidanakan Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere bila Yayasan tersebut tidak segera menyelesaikan permasalahan yang telah dilaporkan oleh kedua Kliennya kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka.

Loading...

“Oleh karena itu selain tuntutan soal keterlambatan pembayaran gaji serta pengenaan denda dan bunganya yang saat ini sudah dilaporkan oleh kedua Klien kami agar segera dituntaskan melalui instansi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka, maka kami selaku Kuasa Hukum dari Gaudensius Geor dan Emanuel Sola juga sudah mempersiapkan segenap bukti menurut hukum guna mempidanakan Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere sebagai akibat kesengajaan tindakannya yang tidak memperbaharui Peraturan Perusahaan milik Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere padahal hal itu merupakan kewajiban hukum dari Ketua Pengurus Yayasan Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, yang apabila tidak dijalankan bisa berujung pada sanksi pemidanaan.”Tegas Adv. Meridian. (*)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat