Menteri BUMN Perlu Tertibkan Pimpinan  Perusahaan PTPNV Yang Diduga Telah Melanggar Ketentuan SOP Produksi Dengan Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Menteri BUMN Perlu Tertibkan Pimpinan  Perusahaan PTPNV Yang Diduga Telah Melanggar Ketentuan SOP Produksi Dengan Pekerjakan Anak di Bawah Umur

16

Corpsnews, Riau – Menteri BUMN (Erick Thohir) perlu Mengganti Pimpinan perusahaan yang tidak bisa bertindak tegas menjalankan Amanah, dalam mengelola perusahaan milik Negara, sebagaimana yang di temukan wartawan dan Tim Lembaga Aliansi Indonesia Badan penelitian Aset Negara, Bidang Intelijen Investigasi, adanya indikasi perusakan dan pemborosan produksi yang mengakibatkan merugikan Negara,

Dimana pelaksanaan produksi di perusahaan milik Negara tidak di jalankan sesuai SOP yang berlaku,  Sehingga dapat diduga berakibat Merugian Negara,

Ketika Tim Media mempublikasikan kegiatan pelaksanaan penderesan yang diduga perusakan dan pemborosan produksi di kebun Karet Tamora, Direktur Utama PTPN V (Jatmiko Santoso) sempat menurunkan Tim Tanaman, SPI,  dari Jalan Rambutan, untuk mengecek kebenaran Informasi yang di sampaikan wartawan corpnews.com. ke Afdeling 1 Blok H4 Kebun Tamora.

Kemudian Asum (Ridwan Siregar) dan Kabid Humas Hum Sektor Barat Tandun (Edwin Zebua) menjelaskan Kepada Tim media bahwa,” pihak manajemen perusahaan sudah melakukan penindakan yaitu pemberhentian buruh harian lepas sebagai pelaksana deres, mandor deres yang bernama (Prianto) yang mendapat surat peringatan kemudian dialih tugaskan menjadi mandor pemeliharaan”, terang Asum.

Menurut Narasumber Corpnews.com riau, yang namanya di rahasiakan menjelaskan bahwa,” dalam SOP penderesan di perusahaan PTPNV, sudah punya ketentuan dalam hal tata cara pelaksanaan sampai
dengan batas – batas yang di tentukan. dan tata cara itu sudah di terapkan dengan sistem deres yang benar, dengan istilah TM 1 (deres awal) sebelah kiri batang karet  dengan ketinggian 130 cm dari tanah. dan Cara pelaksanaan pendesan pisau deres ditarik dari kiri atas ke kanan bawah, dengan jangka waktu selama Lima tahun, setelah produksi awal habis, kemudian di lanjutkan  tahun ke enam pada kulit sebelah kanan dengan sistem yang sama, jika tidak di ikuti tata cara itu akan di kenai sanksi berat/ sekurang kurangnya di pindahkan”, terang Narasumber.

Dari pantauan tim Media dilapangan, produksi penderesan, baru berjalan tiga tahun, tetapi dilapangan sudah banyak batang karet yang sudah punya deresan dua panel  dan cekung, Jika pelaksanaan penderesan itu di biarkan, maka produksi akan habis sebelum waktunya.

Wartawan Corpnews.com riau beserta tim mengkonfirmasi  pihak perusahaan PTPNV melalui Kabid Humas  Hum Distrik Barat (Edwin Zebua) yang sengaja di datangkan Manejer dari  Sektor barat Tandun, Sabtu 20/06/2020 ke jalan Rambutan tepatnya di kedai Kopi Sanak Pekanbaru, persisnya di seberang Kantor PTPN V, terkait dengan pemberitaan seputar pelaksanaan penderesan di kebun karet Tamora yang memakai dua panel dan cengkung.
Dan menanyakan kenapa Manejer tidak mau menjawab konfirmasi wartawan Corpnews.com riau.

Menurut Kabid Bidang Hukum Sektor Barat kebun PTPNV (Edwin Zebua) menjelaskan bahwa pemberitaan yang di sampaikan Media Corpnews.com riau,” itu benar, tapi sudah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan tim yang dilanjutkan dengan pemberian peringatan terhadap mandor deres Prianto dan sudah dialih tugaskan menjadi mandor pemeliharaan serta juga memberikan teguran kepada Mandor I. Namun yang terutama adalah saat ini sudah banyak dilakukan perubahan kerja dilapangan khususnya dalam pekerjaan penderesan melalui sosialisasi rutin terhadap pekerja dilakukan oleh Mandor agar bekerja mengikuti ketentuan yang berlaku di Perusahaan”, jelas Edwin Zebua.

Loading...

Mengenai informasi atau berita yang diterima, Pihak Manajemen tetap menanggapi dengan serius yaitu
dengan pengecekan ke lapangan dan langsung dilakukan perbaikan sistem kerja menurut SOP dan ketentuan yang berlaku. Manajemen Distrik yang membawahi unit/kebun sangat mengapresiasi informasi
yang sudah disampaikan untuk koreksi dan perubahan kedepan yang lebih baik dalam pengelolaan Perusahaan”, terang Zebua.

Edwin Zebua menambahkan bahwa permasalahan di Tamora itu memang banyak jika dicari – cari, tapi mari kita selesaikan satu persatu, dan tolong janganlah sampai berita – berita yang nggak enak bermunculan lagi”, ujar Edwin.

Selain sistem penderesan yang merusak dan pemborosan di perusahaan PTPNV, di temukan lagi perusahaan mempekerjakan anak di bawah umur, di bagian penderesan,

Sementara menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pengusaha dilarang mempekerjakan anak di bawah Umur, sebagaimana tersirat dalam Pasal 68 UU Ketenagakerjaan.

Loading...

Perusahaan besar seperti ini sudah sepantasnya mengikuti segala aturan yang berlaku, apalagi perusahaan ini perusahaan milik negara,  bukan sebaliknya memanfaatkan orang orang yang lemah, untuk meraih keuntungan lebih  besar.

Sebagaimana yang di sampaikan Narasumber kepada Media, untuk penderesan di perusahaan PTPNV sudah menyerahkan pengelolaan penderesan kepada pihak ketiga , dengan cara sistem di Kontrakkan kepada CV. Karya Mandiri, seharusnya CV Karya Mandiri harus bertanggung jawab dengan rusaknya produksi karet milik Negara ini”, jelas Narasumber.*** (D Harahap)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat