Koordinator Aliansi BEM Surabaya: Jangan Bebani Calon Mahasiswa Baru Jelang Tes UTBK

Koordinator Aliansi BEM Surabaya: Jangan Bebani Calon Mahasiswa Baru Jelang Tes UTBK

63

Corpsnews, Surabaya – Aliansi BEM Surabaya menyayangkan surat edaran Wali Kota Surabaya terkait Syarat Rapid Test atau Swab test bagi Peserta UTBK-SBMPTN 2020 di Kota Surabaya, terkesan Mendadak yang di keluarkan pada tanggal 2 Juli Sementara Jadwal Pelaksanaan Test tinggal menghitung hari.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan para Calon Mahasiswa Baru dan bisa memecahkan konsentrasi mereka.

Pada satu sisi mereka harus fokus belajar dan mempersiapkan dirinya disisi lain mereka juga di bingungkan dengan Syarat Rapid test dan Swab test yang harus mereka penuhi.

Hal tersebut di ungkapkan Eko Pratama Koordinator Aliansi BEM Surabaya. Minggu 5 Juli 2020.

Lanjut Eko memaparkan “Seperti Sama-sama kita ketahui Pemerintah Pusat telah menggelontorkan Anggaran Sebesar 75 Triliun di Sektor/bidang kesehatan yang seharusnya bisa di pergunakan untuk hal-hal seperti ini, akan tetapi karena lemahnya koordinasi antar Stakeholders membuat Rakyat kembali di korbankan, dan Rapid test pun tidak menjamin seseorang tersebut terpapar Covid-19 Atau tidak, terlebih itu memerlukan biaya yang variatif, Tentu saja ini sangat Memberatkan CAMABA ,dan jelas kami menolak hal itu tegas,” Eko Pratama

Terakhir Eko berharap pihak penyelenggara segera memberikan solusi terhadap persoalan ini.

“Pihak Penyelenggara dalam hal ini LTMPT harus segera bertindak dan memberikan solusi alternatif, menggandeng Stakeholders yang lain agar masalah ini cepat terselesaikan dan CAMABA tidak di beratkan, Tutup Eko pratama.(*)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat