GPS Kupang: Masyarakat Kurang Edukasi Dari Pemerintah Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan

5
Foto saat GPS lakukan Pembersihan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Kolhua, Kota Kupang.

Corpsnews, Kota Kupang – Gerakan Peduli Sampah (GPS), Kupang yang dipimpin oleh Orson Basoeki selaku Kordinator Umum (KORDUM), selalu hadir di permukaan sebagai sikap optimisme dalam menata Kota Kupang untuk membasmi sampah-sampah yang tercecer di pinggiran jalan demi kebersihan lingkungan hidup. Kegiatan ini digelarkan oleh GPS Kupang yang bertepatan pada sepanjang jalan Jembatan Petuk, wilayah Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Provinsi NTT. Sabtu, (27/06/2020)

Usai kegiatan, Orson Basoeki yang berjabat sebagai Kordinator Umum GPS kepada Media menerangkan bahwa;

Aksi nyata Gerakan kepedulian merunggut sampah ini sudah menjadi agenda sistematis GPS Kupang, yang dimana gerakan ini hadir sebagai pemantik dan oto kritik kepada masyarakat agar merubah pola pikir atau perilaku untuk menjaga keindahan marwah Kota Kupang dengan mensterilisasi sampah-sampah pada tempat yang sudah disediakan.

“Saya belum lihat edukasi yang intensif dari pemerintah Kota Kupang kepada Lurah, RT/ RW untuk merubah perilaku masyarakat dalam kesenjangan memanajemen buang sampah pada TPS yang sudah disediakan”, tandasnya.

Ia menambahkan, agar masyarakat peduli dengan kebersihan, maka pimpinan wilayah dalam hal ini Lurah dan Perangkatnya harus proaktif untuk mengontrol masyarakat agar memanajemen sampah dengan perilaku mencintai alam lingkungan hidup, karena walaupun sudah ada regulasi dari Perdes dan Perda yang sudah ditetapkan dan menginstruksikan untuk pelaku yang membuang sampah tidak pada tempatnya dikenakan sanksi yang berat, namun tanpa pengontrolan dari pimpinan wilayah maka eksistensi produktif regulasi hanya suatu aturan formalitas yang naif dalam kehidupan masyarakat.

“Saya selalu melakukan observasi titik lokasi pembuangan sampah pada setiap hari Rabu dan Kamis yang berute dari Naimata sampai Tablolong, bertejuan untuk memantau titik-titik lokasi yang rawan dalam pembuangan sampah masyarakat”, Ungkapnya

Mengingatkan bahwa, suatu Keindahan Kota akan melahirkan nuansa kehidupan masyarkat yang sejahtera. Maka harapan kami masyarakat cepat sadar dengan kepedulian lingkungan hidup untuk menjauhi dari sampah. Tutup Orson Basoeki

Setelah itu Hadi Djwas selaku Komisaris PT. Flobamora Kupang mengutarakan juga bahwa,

Loading...

Kegiatan ini berkelanjutan dari awal gerakan kepedulian sampah dari Bapak Gubernur NTT, yang bilamana beliau selalu mempriotaskan kebersihan lingkungan hidup dari sepanjang jalan Kota Kupang, dan akhirnya kegiatan ini berjalan setiap minggu yang bertujuan untuk menyelamatkan keindahan Kota Kupang dari sampah yang tercecer di pinggiran jalan. Hari inipun saya mengajak kariawan
-kariawan saya untuk terlibat dalam gerakan kepedulian ini, karena sebenarnya kita setiap hari Jumat melakukan senam dan pungut sampah di lokasi sekitaran kantor PT Flobamora, namun hari ini kami terpanggil hati untuk berkoalisi dengan relawan GPS Kupang untuk membersikan sampah di pinggiran jalan.

“Pemerintah Kota harus memikirkan sampah agar sampah tidak ada disini, bukan bagaimana cara pungut tiap minggu”, terangnya

Tahun kemarin Kota Kupang mendapatkan predikat kedua dari kota terkotor di Indonesia, maka dengan hal itu kita bergerak bersama membantu Walikota Kupang untuk menyadarkan seluruh elemen masyarakat agar menjaga kebersihan dan tetap menata keindahan Kota Kupang, karena suatu Kota yang bersih itu Paginya bersih malamnya juga terang dan jangan jadikan malamnya bersihnya dan paginya gelap. Tutupnya

*Fren Klau*

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat