Bantuan WC Sehat Pemdes Oeprigi, TTU Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Bantuan WC Sehat Pemdes Oeprigi, TTU Dinilai Tidak Tepat Sasaran

11
Bantuan WC Sehat Kepada Masyarakat

Corpsnews, TTU – Berdasarkan pantauan media Ini  pada jumat, 26/06/2020 di Desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, terkait dengan program bantuan WC sehat kepada masyarakat demi menjamin kesehatan masyarakat,, agar tidak BAB sembarangan tempat.

Salah satu masyarakat Desa Oeprigi mengatakan bahwa Pemerintah Desa Oeprigi salah menggunakan anggaran Dana Desa karena kebanyakan mereka memberikan bantuan WC sehat kepada masyarakat yang sudah memiliki WC pribadi, sedangkan faktanya di wilayah RT 01 kebanyakan yang belum memiliki WC sehat tetapi belum mendapatkan bantuan ini, ucap AP kepada awak media corpsnews Via telpon.

Kami masyarakat kecil mengharapkan kepada pemerintah Desa agar memberikan bantuan kepada masyarakat kecil itu harus benar benar melihat yang tergolong KK miskin, dan lain sebagainya, sehingga jangan sampai kita memberikan WC Sehat tetapi rumahnya tidak layak huni dan ada beberapa KK di Desa Oeprigi ada yang rumahnya tidak ada sama sekali tetapi program WC sehat mereka dapat, contoh saja anggarah WC tahap I sebesar Rp. 15.000,000-,( Lima belas Juta) jika dibandingkan kalau dialihkan ke rumah layak huni itu rumah bentuk stengah tembok bisa tuntas, ungkapnya AP.

Selain itu AP juga menegaskan kepada Pemdes Oeprigi supaya mempertimbangkan soal pembangunan WC sehat di kawasan hutan karena akan membebankan tokoh adat, Sebab komunikasi antara Pemerintah Desa dengan tokoh adat tidak harmonis, maka harus melihat pembangunan WC sehat di lahan kosong ini, apa benar tanah yang di gunakan untuk bangun WC sehat itu milik orang yang bersangkutan?

Sebab pemerintah kehutanan datang pasti akan menayakan penjagannya siapa? Karena penjaganya adalah salah satu suku di Desa Oeprigi, maka tokoh adat yang akan disalahkan bahwa tokoh adat yang memberikan tanah untuk pembangunan Wc sehat, jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan bahwa, bantuan WC sehat ini memang ada yang tepat sasaran dan ada juga yang tidak tepat sasaran, sebab WC sehat yang diberikan ini betul-betul berstandar kesehatan, tetapi ada yang belum memiliki rumah namun sudah memberikan mereka WC sehat dan orang yang sebenarnya sudah memiliki WC standar kesehatan dikasih sedangkan yang tidak memiliki WC standar kesehatan tidak dikasih, sehingga berharap Pemdes harus mengklarifikasi persoalan ini.

Harusnya Pemdes Oeprigi melihat secara penuh kondisi masyarakat Oeprigi saat memberikan bantuan, karena di Oeprigi ada juga yang rumahnya beratapkan alang-alang, seharunya bantuan tersebut dalam bentuk bantuan rumah layak huni karena kita harus memanusiakan manusia dengan memberikan tempat tinggal mereka yang layak, seperti yang dikatakan Presiden bahwa keadilan harus ditegakan, tutur AP.

Kepala Desa Oeprigi, Silvester Sidjao Barkanis, saat dikonfirmasi media di halaman kantor Desa pada Jumat, 26/06/2020, membenarkan bahwa mereka yang diberikan bantuan WC sehat itu memang benar kelihatan dari luar itu ada WC tetapi Closednya itu tidak memenuhi standar.

Loading...

Silvester juga meyampaikan bahwa masyarakat Desa Oeprigi akan mendapatkan bantuan WC sehat, dengan bertahap dan mulai uji coba pada tahun 2018 dengan 9 unit dan semuanya terlaksana karena jumlah masyarakat sedikit, tetapi yang menjadi prioritas sekarang adalah mereka yang WCnya tidak memenuhi standar, untuk bantuan tersebut, semua akan dapat bahkan termasuk Ia juga harus dapat, karena masyarakat Desa Oeprigi totalnya sebayak 94 KK yang terbagi dalam 2 Dusun, 4 RT dan 2 RW sehingga untuk perencaan di 2021 itu semua harus terakomodir.

Perlu kita ketahui bersama bahwa masyarakat itu memang harus dan wajib diperhatikan karena sasarannya itu tidak memiliki tanah dan rumah, sehingga saya berinisiatif untuk pindahkan ke tanah kosong itu dan membangun terlebih dahulu WC dan nanti untuk bantuan rumah layak huni. Dia juga salah satu masyarakat yang harus dapat, sehinggah ketika bantuan rumah layak huni di kerjakan, maka WC sudah ada, jelas Kades Oeprigi.

Kades Silvester turut menjelaskan bahwa yang sudah kita rencanakan tahun lalu untuk perumahan layak huni, kita batalkan 4 unit, material 1 dan 4 itu kita alihkan ke BLT,  tutupnya (SB/Vae)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat