Diduga Penggunaan Dana (DD) Desa Ludai, Kabupaten Kampar Tidak Tepat Sasaran

Diduga Penggunaan Dana (DD) Desa Ludai, Kabupaten Kampar Tidak Tepat Sasaran

16


Kampar, Riau Corpnews.com, Riau,-
Program pemerintah pusat telah menyalurkan  Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) keseluruhan Desa se-Indonesia bertujuan untuk membangun Infrastruktur Desa secara merata, agar dapat memperlancar perputaran ekonomi kemasyarakatan. dengan manfaatkan pasilitas yang di berikan pemerintah, dan mempadat karyakan sebahagian warga

Dana desa (DD) di prioritaskan  untuk membangun aset milik daerah atau masih dibawah kewenangan kabupaten. Pasalnya DD ataupun ADD hanya diperuntukan untuk membangun kewenangan aset milik desa yang bersifat padat karya demi kelangsungan perekonomian warga desa setempat.

Dalam pelaksanaan penggunaan anggaran dana desa, Terdapat beberapa aturan yang berkaitan dalam penggunaan DD ataupun ADD, di antaranya Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang pengelolaan aset milik daerah, lalu Perda Kabupaten RL, nomor 3 tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan pastinya juga sesuai Permendes, PDTT RI, nomor 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa.

Dari ketiga peraturan tersebut, sudah jelas pihak desa tidak boleh menggunakan DD atau ADD untuk pembangunan yang sifatnya  milik kewenangan kabupaten. Pastinya dalam penggunaan ADD dan DD sudah ada aturan dalam juknis yang di atur oleh pemerintah dengan batasan – batasan maupun kewenangan kewenangan dalam hal penggunaan Dana Desa yang sudah diaturkan dalam ketiga aturan tersebut, yang  benar benar harus diperhatikan oleh Pemerinhan Desa dalam penggunaan Dana Desa di Kabupaten Kampar, Sehingga tidak menimbulkan permasalahan hukum kedepannya.

Dari pantauan Tim wartawan Corpnews.com beserta Lembaga Aliansi Indonesia, Badan penelitian Aset Negara, Departemen Intelijen Investigasi di Desa Ludai, Kecamatan Kampar kiri hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat perbaikan jalan Kabupaten yang Sumber dananya dari Dana Desa, sebagaimana yang di sampaikan Kadus Desa Ludai (Putra Buana) di kantor Desa beberapa bulan yang lalu. Bahwa dana Desa setiap tahun dianggarkan untuk perbaikan jalan Kabupaten sebesar 50% dari Dana Desa (DD)”, ungkap Putra Buana.

Perbaikan jalan Kabupaten benar di laksanakan kepala Desa Ludai beserta perangkatnya pada Akhir tahun 2019  dengan memasukkan alat berat sebanyak dua unit, diantaranya satu unit  Excavator Breaker pemecah batu berwarna Orange, dan yang satu lagi Excavator biasa berwarna kuning, dengan anggaran biaya sebesar  308.375.000. seperti yang terlihat di dua  papan informasi yang terdapat di lokasi jalan kabupaten tersebut.

Kemudian awak Media mengkonfirmasi  pelaksa pekerja jalan Kabupaten yang namanya di rahasiakan menjelaskan bahwa,
“Anggaran biaya perbaikan jalan kabupaten diambil dari anggaran Dana Desa, Desa Ludai, sebesar Rp308.375.000, sesuai dengan yang di tulis pada papan informasi di lapangan.

Loading...

Tapi anehnya dana  yang tertera dalam papan informasi sangat jauh selisihnya dengan dana yang kami terima dari kepala Desa Ludai”, jelas narasumber.

Selanjutnya awak Media mengkonfirmasi Mantan Kepala Desa Ludai terkait dengan anggaran Dana Desa (DD) yang 50% setiap tahun, yang di gunakan untuk perawatan jalan kabupaten menjelaskan bahwa,” Anggaran dana Desa yang 50%  itu selalu di anggarkan Tapi pelaksanaannya baru kali ini, dan itupun saya tidak pernah di undang  musyawarah, membahas penggunaan dana Desa untuk jalan Kabupaten”,terang Nasrun.

Nasrun menambah, bahwa anggaran dana Desa sejak tahun 2016 sampai 2019 tidak sesuai dengan peruntukannya, Contoh nya perbaikan Diesel tahun 2109 ini, hanya mengganti kandang mesin dan dinamo Diesel saja di buat anggarannya 152 juta lebih, dan itu Fakta, kemudian pembangunan turap puskesmas yang asal jadi, bangunan Dermaga yang biayanya sangat besar, pembangunan semenisasi hanya 500 meter dengan biaya Rp.200 juta lebih, yang paling patalnya laporan camat Kampar kiri hulu ke inspektorat Kabupaten Kampar untuk biaya rehap Diesel, hal hal seperti ini tidak masuk akal”, ucap Nasrun

Loading...

Selain itu juga, anggaran dana Desa yang di gunakan untuk jalan kabupaten, sementara anggaran dana desa hanya boleh di gunakan untuk kepentingan aset desa, bukan untuk membangun jalan kabupaten, Jika tetap di laksanakan berarti sudah melanggar ketentuan”, jelas Nasrun.

Permasalahan ini sudah di laporkan Wartawan Anugrahpost bersama Tim ke Reskrimsus Polda Riau, dan persoalan itu sudah di rujuk ke Polresta Kampar,

Kemudian Kades Ludai sudah di panggil Tipikor, Namun  menurut keterangan warga  ke Tim wartawan, bahwa kehadiran Kades ke kantor Tipikor Kampar hanya ngobrol biasa bukan di periksa Tipikor, Ada apa antara Tipikor dan kepala Desa Ludai?”, ujar warga

Hal ini pihak Polda Riau,perlu menindaklanjuti kebenaran pemeriksaan yang dilakukan Tipikor Kampar terhadap kepala Desa Ludai yang hanya ngobrol biasa di ruangan pemeriksaan,  informasi yang di sampaikan warga ke pada Wartawan, (DH/Tim)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat